Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok Parah, Wuling Air EV Kini Dibeli Pedagang Mulai Rp70 Jutaan, Efek Perang Harga Makin Terasa

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 16:52 WIB
Harga mobil listrik bekas terus anjlok. Wuling Air EV kini dibeli pedagang mulai Rp70 jutaan akibat perang harga pabrikan.(Gemini AI)
Harga mobil listrik bekas terus anjlok. Wuling Air EV kini dibeli pedagang mulai Rp70 jutaan akibat perang harga pabrikan.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Fenomena harga mobil listrik bekas yang terus merosot menjadi perhatian pelaku usaha kendaraan bekas di Indonesia. Penurunan harga tidak hanya terjadi pada satu merek tertentu, tetapi hampir merata di seluruh merek mobil listrik yang saat ini beredar di pasar nasional.

Kondisi tersebut dipicu oleh semakin ketatnya persaingan antarprodusen kendaraan listrik, khususnya merek-merek asal China yang agresif menawarkan harga kompetitif. Akibatnya, nilai jual kembali atau resale value mobil listrik mengalami tekanan yang cukup besar dalam waktu relatif singkat.

Bagi konsumen yang ingin membeli kendaraan listrik, situasi ini menjadi peluang untuk mendapatkan harga lebih murah. Namun di sisi lain, pemilik kendaraan berpotensi mengalami kerugian lebih besar ketika ingin menjual kembali mobilnya di kemudian hari.

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU

Pedagang Mobil Bekas Mulai Menghindari Mobil Listrik

Pelaku usaha mobil bekas mengakui bahwa tingginya depresiasi harga membuat mereka lebih berhati-hati dalam menerima stok kendaraan listrik.

Daniel Libianto dari Victory 88 di kawasan MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebut hampir seluruh merek mobil listrik mengalami penurunan harga jual kembali yang cukup signifikan. Menurutnya, harga mobil listrik bekas dapat turun drastis hanya dalam waktu singkat.

Tingginya risiko tersebut membuat sebagian pedagang memilih menunda atau bahkan mengurangi pembelian stok mobil listrik bekas. Mereka khawatir harga kendaraan kembali turun sebelum unit berhasil terjual kepada konsumen.

Situasi ini berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel yang umumnya memiliki pola depresiasi lebih stabil dan lebih mudah diprediksi.

Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap

Persaingan Ketat Pabrikan Jadi Pemicu

Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordi Motor, mengungkapkan bahwa persaingan di industri kendaraan listrik saat ini sangat ketat. Hampir semua produsen berlomba menawarkan harga lebih murah demi merebut pangsa pasar.

Persaingan tersebut semakin terasa setelah banyak merek baru masuk ke Indonesia dengan berbagai strategi promosi agresif. Kehadiran sejumlah produsen kendaraan listrik asal China membuat pasar semakin kompetitif.

Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show juga disebut menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan sengitnya persaingan harga antarprodusen.

Diskon besar yang diberikan pabrikan terhadap unit baru secara langsung memengaruhi harga kendaraan bekas. Ketika harga mobil baru turun, maka nilai jual mobil bekas otomatis ikut terkoreksi agar tetap menarik di mata calon pembeli.

Baca Juga: Tak Lagi Ditilang, Truk Bertonase Besar yang Nekat Lewat Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kini Dipaksa Putar Balik

Wuling Air EV Jadi Salah Satu yang Paling Terdampak

Salah satu model yang mengalami penurunan harga cukup tajam adalah Wuling Air EV.

Menurut pelaku pasar, sebelum perang harga terjadi, pedagang masih berani membeli Wuling Air EV bekas di kisaran Rp135 juta. Namun saat ini kondisinya berubah drastis.

Untuk unit keluaran 2022 dengan tipe tertinggi, harga beli dari pedagang disebut hanya berada di kisaran Rp100 juta. Sementara untuk tipe yang lebih rendah, harga pembelian bahkan bisa turun hingga sekitar Rp70 jutaan.

Penurunan tersebut terjadi setelah muncul berbagai program promosi dan diskon pada unit baru. Ketika harga kendaraan baru semakin murah, pasar mobil bekas terpaksa menyesuaikan diri agar tetap kompetitif.

Konsumen Diuntungkan, Pemilik Lama Merugi

Di tengah tren penurunan harga ini, konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik justru memperoleh keuntungan.

Dengan dana yang lebih rendah, masyarakat kini memiliki kesempatan membeli mobil listrik dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding beberapa tahun lalu. Hal ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia karena hambatan harga menjadi semakin kecil.

Namun bagi pemilik kendaraan yang membeli unit baru beberapa tahun sebelumnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Nilai investasi kendaraan mereka menyusut lebih cepat dibanding ekspektasi awal.

Karena itu, para pengamat menilai pembelian mobil listrik saat ini sebaiknya lebih difokuskan untuk kebutuhan penggunaan jangka panjang dibanding mengharapkan nilai jual kembali yang tinggi.

Selama teknologi kendaraan listrik masih berkembang pesat dan persaingan harga antarprodusen terus berlangsung, tren penurunan harga mobil listrik bekas diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#harga mobil listrik bekas #GIIAS 2025 #perang harga mobil listrik #Mobil listrik Indonesia #Wuling Air EV