RADAR TULUNGAGUNG - Wuling Air EV semakin sering terlihat di jalanan perkotaan sebagai salah satu mobil listrik yang menawarkan biaya operasional murah dan dimensi kompak. Namun bagaimana pengalaman nyata pemilik setelah menggunakan kendaraan listrik tersebut untuk aktivitas sehari-hari?
Seorang pemilik Wuling Air EV membagikan pengalamannya menggunakan mobil listrik mungil itu selama beberapa waktu. Menurutnya, Wuling Air EV masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian di dalam kota, terutama karena konsumsi energinya yang irit dan kemudahan saat bermanuver di jalan sempit.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagi masyarakat yang masih mempertimbangkan membeli Wuling Air EV, baik dalam kondisi baru maupun bekas. Selain menawarkan berbagai kelebihan, mobil listrik ini juga memiliki sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan calon pembeli.
Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap
Ukuran Kecil Jadi Keunggulan Utama
Menurut pemiliknya, alasan memilih Wuling Air EV adalah karena dimensinya yang kompak. Ukuran kendaraan yang kecil membuat mobil lebih mudah digunakan di kawasan perkotaan yang padat.
Kemampuan bermanuver di jalan sempit, kemudahan mencari tempat parkir, hingga lebih lincah saat menghadapi kemacetan menjadi nilai tambah yang dirasakan setiap hari.
"Bisa nyelip-nyelip, mudah parkir, dan enak dipakai harian," ungkap pemilik kendaraan tersebut.
Bahkan untuk perjalanan dari Jakarta menuju kawasan Tangerang atau Meruya, mobil masih memiliki sisa daya baterai yang cukup banyak setelah perjalanan pulang pergi.
Biaya Operasional Tetap Jadi Andalan
Selain praktis, faktor penghematan menjadi alasan utama banyak orang tertarik pada mobil listrik.
Pemilik mengaku biaya penggunaan Wuling Air EV jauh lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Selain itu, pajak tahunan kendaraan listrik juga tergolong murah karena masih mendapatkan berbagai insentif pemerintah untuk mendukung program kendaraan ramah lingkungan.
Meski demikian, pemilik menilai infrastruktur pengisian daya masih perlu diperbanyak, terutama untuk mendukung perjalanan jarak jauh dan kebutuhan mudik.
Saat ini jumlah titik pengisian daya di beberapa wilayah masih terbatas sehingga pengguna kendaraan listrik harus merencanakan perjalanan dengan lebih matang dibanding pengguna mobil konvensional.
Kendala yang Pernah Dialami
Meski secara umum puas dengan performa kendaraan, pemilik mengaku pernah mengalami masalah pada aki 12 volt yang berfungsi sebagai sistem pendukung kendaraan.
Masalah tersebut membuat pintu mobil tidak dapat dibuka secara normal. Pada kejadian pertama, aki hanya dilakukan jumper. Namun beberapa waktu kemudian masalah yang sama kembali muncul sehingga aki harus diganti dengan unit baru.
Biaya penggantian aki tersebut mencapai sekitar Rp1,5 juta termasuk jasa pemasangan.
Menurut hasil pencarian yang dilakukan pemilik, usia pakai aki pendukung pada mobil listrik umumnya berkisar dua hingga tiga tahun tergantung pola penggunaan kendaraan.
Meski harus mengeluarkan biaya tambahan, pemilik menilai pengeluaran tersebut masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan penghematan biaya operasional yang diperoleh setiap bulan.
Servis dan Perawatan Relatif Mudah
Dari sisi perawatan, Wuling Air EV dinilai cukup mudah. Pemilik menjelaskan bahwa kendaraan akan mendapatkan pengingat jadwal servis secara berkala dari pihak dealer.
Mobil listrik ini juga tidak memerlukan pergantian oli mesin seperti mobil konvensional. Namun tetap terdapat beberapa komponen yang harus diperiksa secara rutin, termasuk oli gardan dan sistem kelistrikan.
Biaya beberapa suku cadang juga dinilai cukup terjangkau. Sebagai contoh, filter AC disebut hanya dibanderol sekitar Rp88 ribu, sementara beberapa komponen lain juga tidak semahal yang dibayangkan banyak orang.
Cocok untuk Mobil Kedua
Meski puas menggunakan Wuling Air EV, pemilik menilai kendaraan ini lebih ideal dijadikan mobil kedua dalam keluarga.
Alasannya karena penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota masih membutuhkan perencanaan terkait lokasi pengisian daya. Selain itu, kapasitas kabin yang tidak terlalu besar membuatnya lebih cocok untuk mobilitas harian dibanding kendaraan keluarga.
"Kalau untuk aktivitas harian sangat enak. Kecil, irit, bebas ganjil genap, dan mudah parkir," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kunci utama memiliki mobil listrik adalah memperhatikan kondisi baterai secara rutin. Menurutnya, selama pemilik disiplin melakukan servis dan menjaga kesehatan baterai, Wuling Air EV tetap menjadi kendaraan yang nyaman dan ekonomis untuk digunakan sehari-hari.
Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, Wuling Air EV masih menjadi salah satu pilihan mobil listrik perkotaan yang menarik di tengah berkembangnya pasar kendaraan listrik Indonesia.
Editor : Gita Dwi Nuraini