RADAR TULUNGAGUNG - Harga bekas Wuling Air EV kembali menjadi sorotan di pasar otomotif Indonesia. Mobil listrik yang sempat viral saat pertama kali diluncurkan ini kini mengalami depresiasi harga yang sangat tajam, bahkan beberapa unit produksi awal sudah dijual dengan harga di bawah Rp100 juta.
Fenomena harga bekas Wuling Air EV yang anjlok dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat konsumen terhadap unit baru. Banyak calon pembeli kini lebih memilih berburu unit bekas karena selisih harga yang sangat jauh dibandingkan mobil baru.
Harga bekas Wuling Air EV juga menjadi perhatian karena penurunannya terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Dalam kurun kurang dari empat tahun sejak peluncuran pertama pada 2022, nilai jual kembali mobil listrik mungil tersebut terkoreksi hingga lebih dari 50 persen.
Harga Bekas Air EV Anjlok dalam Waktu Singkat
Saat pertama kali diperkenalkan pada 2022, Wuling Air EV dipasarkan dengan harga sekitar Rp238 juta untuk varian Short Range dan Rp295 juta untuk varian Long Range.
Ketika itu, Air EV menjadi salah satu mobil listrik termurah di Indonesia dan berhasil menarik perhatian masyarakat. Antusiasme konsumen sangat tinggi hingga membuat kendaraan ini sempat viral dan mencatat banyak pemesanan.
Namun situasinya berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Memasuki awal 2026, unit Air EV produksi 2022 varian Short Range sudah banyak ditawarkan di pasar mobil bekas dengan harga di bawah Rp100 juta. Bahkan beberapa transaksi disebut terjadi di kisaran Rp85 juta untuk unit yang masih dalam kondisi baik.
Penurunan harga tersebut menjadi salah satu depresiasi terbesar yang pernah terjadi pada kendaraan listrik di Indonesia.
Harga Jual Kembali Jadi Pertimbangan Konsumen
Di pasar otomotif Indonesia, harga jual kembali merupakan salah satu faktor penting yang dipertimbangkan sebelum membeli kendaraan baru.
Banyak konsumen tidak hanya melihat harga beli, tetapi juga memperhitungkan potensi kerugian saat kendaraan dijual kembali di masa depan.
Kondisi serupa sebelumnya pernah dialami sejumlah model kendaraan konvensional seperti Nissan X-Trail, Nissan Grand Livina, dan Nissan Serena yang dikenal memiliki nilai jual kembali relatif rendah.
Kini fenomena yang sama terjadi pada kendaraan listrik, khususnya Wuling Air EV.
Menurut pengamat dan pengguna kendaraan listrik, harga EV bekas sangat dipengaruhi kondisi kesehatan baterai atau State of Health (SOH). Semakin tua usia baterai dan semakin tinggi penggunaan kendaraan, maka nilai jual kendaraan cenderung semakin menurun.
Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap
Persaingan Mobil Listrik Makin Ketat
Selain faktor depresiasi, pasar mobil listrik Indonesia kini jauh lebih kompetitif dibandingkan beberapa tahun lalu.
Banyak produsen menghadirkan model baru dengan desain lebih modern, fitur lebih lengkap, dan tampilan yang semakin menyerupai mobil konvensional.
Di sisi lain, pembaruan yang dilakukan pada New Air EV dinilai belum memberikan perubahan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Akibatnya, banyak konsumen memilih membeli unit bekas karena pengalaman berkendara yang ditawarkan tidak berbeda jauh dengan model baru.
Dengan harga bekas yang jauh lebih murah, konsumen merasa mendapatkan nilai yang lebih baik dibanding membeli unit baru.
Masih Layak untuk Mobilitas Perkotaan
Meski harga bekasnya terus menurun, bukan berarti Wuling Air EV merupakan kendaraan yang buruk.
Mobil listrik ini tetap memiliki sejumlah keunggulan seperti biaya operasional yang rendah, dimensi kompak, kemudahan bermanuver di jalan sempit, serta jarak tempuh yang cukup untuk kebutuhan perkotaan.
Karakteristik tersebut membuat Air EV masih cocok digunakan sebagai kendaraan harian, terutama bagi pengguna yang sering beraktivitas di wilayah perkotaan dengan kondisi lalu lintas padat.
Bahkan bagi pemula yang baru belajar menggunakan mobil atau ingin mencoba kendaraan listrik untuk pertama kalinya, Air EV dinilai sebagai salah satu pilihan yang cukup menarik.
Mobil Baru Kurang Menarik, Bekas Justru Diburu
Kondisi pasar saat ini membuat banyak konsumen lebih tertarik membeli Wuling Air EV bekas dibanding unit baru.
Sebagai gambaran, Air EV Long Range produksi 2024 yang saat baru dijual sekitar Rp307,5 juta kini sudah ditawarkan di pasar bekas pada kisaran Rp125 juta. Artinya, kendaraan tersebut mengalami depresiasi hingga hampir 61 persen dalam waktu kurang dari dua tahun.
Dengan kondisi tersebut, banyak calon pembeli merasa lebih menguntungkan membeli unit bekas yang kondisinya masih sangat baik daripada mengeluarkan dana lebih besar untuk unit baru.
Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi Wuling di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat. Jika tren penurunan harga bekas terus berlanjut, maka penjualan unit baru Air EV berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar di masa mendatang.
Editor : Gita Dwi Nuraini