RADAR TULUNGAGUNG - Pasar otomotif Tanah Air kembali dihebohkan dengan fenomena penurunan harga mobil listrik bekas terbaik 2026 yang kini semakin terjangkau. Sejumlah unit kendaraan listrik dan hybrid premium diketahui ditawarkan dengan harga lebih rendah dari perkiraan pasar, bahkan mendekati harga mobil bensin kelas menengah.
Fenomena mobil listrik bekas terbaik 2026 ini terlihat jelas dalam aktivitas penjualan di salah satu showroom mobil bekas di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Beragam unit mulai dari Hyundai Ioniq 5, BYD Seal, hingga model listrik lainnya ditawarkan dengan kondisi masih sangat baik, kilometer rendah, serta garansi tambahan dari pihak penjual.
Menariknya, tren penurunan harga ini membuat konsumen semakin agresif berburu mobil listrik bekas terbaik 2026 karena dianggap lebih ekonomis dibandingkan mobil baru. Selain harga yang lebih rendah, biaya operasional mobil listrik juga dinilai jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin maupun hybrid.
Lonjakan Minat Mobil Listrik Bekas di Pasar 2026
Di showroom tersebut, Hyundai Ioniq 5 2023 menjadi salah satu unit yang paling banyak diminati. Mobil listrik ini tercatat memiliki odometer sekitar 20.000–30.000 km dan ditawarkan di kisaran Rp455 juta hingga Rp475 juta, setelah melalui proses negosiasi dari harga awal yang lebih tinggi. Unit ini disebut masih memiliki performa baterai yang optimal serta fitur lengkap.
Selain itu, ada juga varian Hyundai Ioniq lain yang ditawarkan dengan harga sekitar Rp485 juta. Pihak penjual menyebutkan bahwa seluruh unit telah melalui pengecekan menyeluruh, termasuk sistem baterai dan kelistrikan, sehingga masih layak digunakan untuk jangka panjang. Hal ini memperkuat posisi Ioniq sebagai salah satu mobil listrik bekas terbaik 2026 di pasar Indonesia.
Tak hanya Hyundai, BYD Seal Premium 2024 juga menjadi sorotan. Mobil listrik performa tinggi ini ditawarkan di kisaran Rp495 juta setelah negosiasi, jauh di bawah harga barunya yang disebut mencapai sekitar Rp600 juta. Dengan akselerasi yang diklaim sangat cepat dan fitur modern, BYD Seal semakin memperkuat persaingan di segmen EV bekas.
Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap
Persaingan Ketat dengan Mobil Hybrid dan Konvensional
Selain mobil listrik, showroom juga memajang berbagai mobil hybrid dan konvensional seperti Toyota Corolla Cross Hybrid, Honda CR-V, hingga BMW X3 dan Lexus NX 200t. Namun, pergeseran minat konsumen terlihat jelas mengarah ke kendaraan listrik.
Lexus NX 200t tahun 2015 misalnya, ditawarkan sekitar Rp388–410 juta, sementara BMW X3 2021 berada di kisaran Rp640 jutaan. Meski masih diminati, segmen ini mulai tertekan oleh hadirnya mobil listrik bekas terbaik 2026 yang menawarkan efisiensi lebih tinggi.
Di sisi lain, mobil-mobil seperti Wuling Air EV, Hyundai Stargazer EV, hingga Chery Omoda EV juga ikut meramaikan pasar. Harga yang lebih variatif membuat konsumen memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Fasilitas Tambahan dan Garansi Menjadi Daya Tarik
Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, pihak showroom memberikan berbagai fasilitas tambahan seperti garansi mesin dan transmisi hingga 1 tahun, layanan coating dan poles, serta bantuan darurat 24 jam. Fasilitas ini berlaku untuk seluruh Indonesia dan menjadi nilai tambah dalam pembelian mobil listrik bekas terbaik 2026.
Beberapa unit bahkan sudah mendapatkan perlindungan tambahan seperti PPF (Paint Protection Film) senilai puluhan juta rupiah, yang membuat kondisi mobil tetap seperti baru meskipun berstatus bekas.
Tren Pasar: Harga Cenderung Stabil hingga Turun
Menurut pihak penjual, kondisi pasar saat ini cenderung stabil bahkan mengalami penurunan setelah periode Lebaran. Hal ini membuka peluang besar bagi konsumen untuk mendapatkan mobil listrik dengan harga lebih kompetitif.
Dengan semakin banyaknya pilihan dan masuknya berbagai merek global, pasar mobil listrik bekas terbaik 2026 diprediksi akan semakin kompetitif. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga efisiensi, teknologi, serta garansi yang ditawarkan.
Editor : Gita Dwi Nuraini