Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mobil Listrik Bekas Terbaru 2026 Terjun Bebas! Ioniq 5, Wuling Air EV hingga BYD Dolphin Anjlok Hingga 50%, Ini Penyebabnya

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 18:04 WIB
Mobil listrik bekas terbaru 2026 anjlok hingga 50%! Ioniq 5, Wuling Air EV, BYD Dolphin turun harga drastis di pasar.(Gemini AI)
Mobil listrik bekas terbaru 2026 anjlok hingga 50%! Ioniq 5, Wuling Air EV, BYD Dolphin turun harga drastis di pasar.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Fenomena Mobil Listrik Bekas Terbaru di Indonesia pada 2026 tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku otomotif. Harga kendaraan listrik bekas dilaporkan mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai hingga 50 persen dalam waktu kurang dari tiga tahun pemakaian. Kondisi ini mengejutkan banyak pemilik awal yang sebelumnya menganggap mobil listrik sebagai aset masa depan yang stabil.

Tren Mobil Listrik Bekas Terbaru ini terlihat jelas dari berbagai model populer yang kini beredar di pasar mobil bekas. Hyundai Ioniq 5, Wuling Air EV, hingga BYD Dolphin menjadi beberapa contoh kendaraan yang mengalami depresiasi tajam. Padahal, saat pertama kali diluncurkan, mobil-mobil ini dibanderol dengan harga cukup tinggi dan sempat menjadi primadona pasar EV Indonesia.

Fenomena Mobil Listrik Bekas Terbaru ini memicu pertanyaan besar di masyarakat: apakah mobil listrik benar-benar investasi yang menguntungkan, atau justru hanya teknologi yang cepat kehilangan nilai jual kembali?

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU


Harga Mobil Listrik Bekas Terbaru Anjlok Tajam

Salah satu contoh paling mencolok adalah Hyundai Ioniq 5. Saat pertama kali hadir pada 2022, mobil ini dibanderol sekitar Rp800 juta. Namun kini, unit bekas tahun 2022 hanya berada di kisaran Rp350 juta hingga Rp420 juta. Penurunan ini membuat banyak pemilik awal mengalami kerugian signifikan.

Nasib serupa juga dialami Wuling Air EV. Mobil listrik mungil ini yang dulu dijual sekitar Rp200 juta, kini bisa ditemukan di pasar bekas mulai dari Rp100 jutaan. Bahkan beberapa unit sudah menyentuh harga Rp105 juta tergantung kondisi.

Varian long range yang sebelumnya berada di kisaran Rp270 juta kini juga turun drastis menjadi sekitar Rp150 jutaan. Kondisi ini mempertegas bahwa Mobil Listrik Bekas Terbaru mengalami depresiasi yang jauh lebih cepat dibandingkan mobil bensin atau hybrid.


BYD hingga Kona EV Ikut Terseret Depresiasi

Tidak hanya Hyundai dan Wuling, BYD Dolphin juga mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Unit tahun 2024 yang sebelumnya dijual sekitar Rp425 juta kini turun ke kisaran Rp300 jutaan.

Sementara itu, Hyundai Kona Electric generasi lama bahkan mengalami penurunan paling ekstrem. Mobil yang dulu berada di kisaran Rp500 juta kini bisa ditemukan hanya sekitar Rp450 juta atau bahkan lebih rendah tergantung kondisi unit.

Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap


Penyebab Utama Mobil Listrik Bekas Terjun Bebas

Ada beberapa faktor yang membuat Mobil Listrik Bekas Terbaru mengalami depresiasi tajam. Pertama adalah perang harga antar produsen, terutama dari brand asal Tiongkok yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga lebih murah. Hal ini membuat harga mobil baru turun dan otomatis menyeret harga bekas.

Kedua adalah perkembangan teknologi EV yang sangat cepat. Dalam hitungan tahun, mobil listrik sudah mengalami peningkatan signifikan pada jarak tempuh dan fitur. Akibatnya, model lama menjadi cepat terlihat usang atau “obsolet”.

Ketiga adalah kekhawatiran konsumen terhadap kondisi baterai. Banyak pembeli mobil bekas masih ragu dengan usia pakai baterai dan biaya penggantiannya yang sangat mahal.

Baca Juga: Tak Lagi Ditilang, Truk Bertonase Besar yang Nekat Lewat Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kini Dipaksa Putar Balik


Faktor Kebijakan dan Leasing Juga Berpengaruh

Selain faktor teknologi dan pasar, kebijakan pemerintah seperti insentif pajak untuk mobil baru juga membuat harga mobil listrik baru semakin menarik. Hal ini secara tidak langsung menekan harga Mobil Listrik Bekas Terbaru agar tetap kompetitif.

Di sisi lain, lembaga pembiayaan masih berhati-hati dalam memberikan kredit untuk mobil listrik bekas. Hal ini membuat pasar EV second belum sepenuhnya stabil dari sisi pembiayaan.


Koreksi Pasar atau Ancaman?

Meski terlihat negatif, para pengamat menilai fenomena ini lebih sebagai fase koreksi pasar. Mobil listrik bukan produk gagal, melainkan teknologi yang sedang berkembang sangat cepat.

Bagi konsumen cerdas, kondisi ini justru menjadi peluang untuk mendapatkan mobil listrik dengan harga jauh lebih murah dibandingkan saat baru. Dengan catatan, pembeli harus benar-benar memperhatikan kondisi baterai dan riwayat penggunaan.

Fenomena Mobil Listrik Bekas Terbaru ini diprediksi masih akan berlanjut seiring masuknya model-model EV baru dengan teknologi yang lebih canggih dan harga yang semakin kompetitif.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Hyundai Ioniq 5 #BYD Dolphin #mobil listrik bekas terbaru #Wuling Air EV #harga mobil listrik 2026