Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok Gila-gilaan di Indonesia 2026, Ioniq 5 hingga Wuling Air EV Diskon Setengah Harga Bikin Pemilik Pertama Shock

Gita Dwi Nuraini • Senin, 15 Juni 2026 | 18:12 WIB
Harga mobil listrik bekas anjlok di Indonesia 2026, Ioniq 5 hingga Air EV turun drastis hingga 50% bikin pasar heboh(Gemini AI)
Harga mobil listrik bekas anjlok di Indonesia 2026, Ioniq 5 hingga Air EV turun drastis hingga 50% bikin pasar heboh(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Harga mobil listrik bekas di Indonesia per Mei 2026 tengah menjadi sorotan tajam pelaku industri otomotif. Fenomena ini bukan sekadar penurunan biasa, melainkan koreksi pasar yang membuat banyak pemilik kendaraan listrik (EV) geleng kepala karena nilai jual kembali turun hingga 30–50 persen dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Kondisi harga mobil listrik bekas yang anjlok ini terjadi di berbagai segmen, mulai dari city car hingga SUV premium listrik. Banyak konsumen yang awalnya membeli mobil listrik sebagai simbol teknologi masa depan kini harus menghadapi kenyataan pahit saat melihat harga jual kembali yang jauh dari ekspektasi.

Di berbagai bursa mobil bekas, harga mobil listrik bekas seperti Hyundai Ioniq 5, Wuling Air EV, hingga BYD Dolphin mengalami penurunan signifikan. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah mobil listrik benar-benar sudah siap menjadi kendaraan utama masyarakat Indonesia?

Baca Juga: Rekonstruksi Total Jembatan Junjung Senilai Rp 7 Miliar Molor, PUPR Tulungagung Masih Tunggu Izin Kementerian PU

Depresiasi Tajam di Pasar EV Bekas

Fenomena penurunan harga mobil listrik bekas paling terlihat pada Hyundai Ioniq 5 keluaran 2022. Mobil yang saat rilis berada di kisaran Rp700–800 jutaan kini hanya dihargai sekitar Rp350–420 jutaan di pasar bekas. Artinya, nilai kendaraan bisa terpotong hampir setengah hanya dalam dua hingga tiga tahun.

Hal serupa juga terjadi pada Wuling Air EV. Mobil mungil ini yang awalnya dijual di kisaran Rp200 jutaan kini banyak ditemukan di angka Rp100 jutaan bahkan lebih rendah, tergantung kondisi dan varian. Varian long range juga mengalami koreksi serupa, membuatnya semakin terjangkau di pasar sekunder.

Sementara itu, BYD Dolphin produksi 2024 yang awalnya berada di harga Rp400 jutaan kini turun ke kisaran Rp300 jutaan kecil. Hyundai Kona EV generasi awal bahkan lebih ekstrem, dengan harga yang disebut hanya sekitar Rp200 jutaan atau bahkan lebih rendah untuk unit tertentu.

Baca Juga: Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap

Penyebab Harga Mobil Listrik Bekas Turun Drastis

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan harga mobil listrik bekas di Indonesia terjun bebas. Pertama adalah perang harga antar produsen, terutama merek-merek baru asal Tiongkok yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga lebih murah.

Kedua, perkembangan teknologi EV yang sangat cepat membuat model lama terasa cepat usang. Jarak tempuh 300 km yang dulu dianggap cukup kini kalah dengan model baru yang mampu mencapai 500–600 km dengan harga setara.

Ketiga adalah kekhawatiran pasar terhadap kondisi baterai atau state of health (SOH). Banyak calon pembeli mobil bekas masih ragu terhadap umur baterai yang dianggap sebagai komponen termahal dalam mobil listrik.

Selain itu, insentif pemerintah seperti PPN DTP untuk mobil baru membuat harga unit baru semakin kompetitif, sehingga menekan harga mobil listrik bekas lebih jauh lagi.

Baca Juga: Tak Lagi Ditilang, Truk Bertonase Besar yang Nekat Lewat Jalur Alternatif Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kini Dipaksa Putar Balik

Dampak ke Konsumen dan Industri

Penurunan harga mobil listrik bekas memberikan dampak ganda. Bagi pemilik pertama, ini menjadi kerugian besar terutama bagi mereka yang rutin mengganti mobil setiap 2–3 tahun. Nilai depresiasi yang tinggi membuat resale value menjadi sangat rendah.

Namun di sisi lain, kondisi ini membuka peluang besar bagi pembeli baru. Dengan budget Rp100–300 jutaan, konsumen kini bisa mendapatkan mobil listrik kelas menengah yang sebelumnya hanya bisa diakses dengan harga jauh lebih tinggi.

Peluang di Tengah Koreksi Pasar

Meski terlihat negatif, situasi harga mobil listrik bekas yang turun ini justru menjadi momentum bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Biaya operasional yang rendah, efisiensi energi, serta minimnya perawatan membuat EV bekas tetap menarik untuk penggunaan jangka panjang.

Pengamat menilai, pasar mobil listrik Indonesia saat ini masih berada dalam fase transisi. Koreksi harga yang terjadi dianggap wajar seiring cepatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kompetisi antar produsen.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#harga mobil listrik bekas #Depresiasi EV #Wuling Air EV Bekas #Ioniq 5 bekas #mobil listrik bekas Indonesia