Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Setahun Pakai Volta 401, Pengguna Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik Ini, Baterai Masih Aman di 8.600 Km

Fadhilah Salsa Bella • Jumat, 19 Juni 2026 | 14:54 WIB
Pengguna Volta 401 membagikan pengalaman setelah 1 tahun dan 8.600 km. Simak kelebihan serta kekurangan motor listrik ini (Pinterest).
Pengguna Volta 401 membagikan pengalaman setelah 1 tahun dan 8.600 km. Simak kelebihan serta kekurangan motor listrik ini (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG - Pengalaman penggunaan jangka panjang sering menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Salah satu pengguna Volta 401 membagikan pengalamannya setelah menggunakan motor listrik tersebut selama lebih dari satu tahun dengan jarak tempuh mencapai sekitar 8.600 kilometer.

Pengalaman ini menjadi gambaran nyata mengenai kualitas, daya tahan, hingga kendala yang mungkin ditemui selama menggunakan Volta 401 sebagai kendaraan harian. Motor listrik ini diketahui digunakan setiap hari untuk perjalanan pulang-pergi kantor dengan jarak sekitar 40 kilometer.

Setelah lebih dari setahun pemakaian, pengguna mengaku secara keseluruhan masih puas dengan performa Volta 401. Bahkan, ia menyebut motor listrik tersebut berhasil memberikan penghematan biaya operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Baterai Masih Jadi Kelebihan Utama

Salah satu hal yang paling sering ditanyakan calon pengguna motor listrik adalah ketahanan baterai. Dalam pengalaman pemilik Volta 401 ini, baterai masih bekerja dengan baik meski sudah digunakan selama lebih dari satu tahun.

Setiap hari motor digunakan untuk menempuh jarak sekitar 40 hingga 42 kilometer. Dengan pola penggunaan tersebut, baterai masih mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian tanpa kendala berarti.

Pengguna mengaku tetap melakukan pengisian daya setiap malam agar motor siap digunakan kembali keesokan harinya. Dalam kondisi normal, satu baterai masih mampu menempuh jarak hingga sekitar 60 kilometer.

Dukungan layanan Sistem Ganti Baterai (SGB) juga menjadi nilai tambah yang membuat pengguna merasa lebih tenang ketika menghadapi masalah pada baterai.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Per Liter, Pemkab Tulungagung Minta OPD Hemat Kendaraan dan Perjalanan Dinas

Pernah Mengalami Baterai Drop

Meski secara umum baterai dinilai awet, pengguna mengaku pernah mengalami kendala ketika motor tidak digunakan selama lebih dari satu minggu.

Saat itu baterai tiba-tiba tidak terdeteksi oleh sistem dan tidak bisa diisi ulang menggunakan charger. Bahkan aplikasi SGB juga tidak mampu mendeteksi keberadaan baterai tersebut.

Masalah akhirnya dapat diatasi dengan melakukan penukaran baterai melalui layanan SGB. Beruntung pengguna memiliki dua unit motor Volta sehingga proses penukaran bisa dilakukan menggunakan akun yang berbeda.

Selain itu, pernah juga terjadi kondisi motor tiba-tiba mati ketika kapasitas baterai masih tersisa sekitar 20 persen. Setelah didiamkan selama beberapa waktu, baterai kembali dapat digunakan hingga akhirnya ditukar di stasiun SGB terdekat.

Saklar Sein Jadi Keluhan Terbesar

Jika berbicara soal komponen kendaraan, pengguna menilai masalah terbesar justru bukan berasal dari motor penggerak maupun baterai.

Keluhan utama muncul pada kualitas saklar sein dan saklar lampu utama yang dinilai kurang awet. Menurut pengakuannya, saklar sering mengalami gangguan sehingga harus dibersihkan atau diperbaiki secara berkala.

Dalam beberapa kasus, lampu sein tidak berkedip meski tuas sudah digeser. Kondisi ini dianggap cukup mengganggu dan berpotensi membahayakan saat berkendara di jalan raya.

Selain saklar, beberapa baut bodi juga mulai menunjukkan tanda-tanda karat setelah digunakan dalam waktu lama.

Baca Juga: Weton Jawa Selasa Wage Dipercaya Memiliki Karakter Teguh dan Tidak Mudah Menyerah, Primbon Sebut Jalan Rezekinya Terbuka Lebar

Bodi dan Suspensi Dinilai Sesuai Harga

Untuk sektor bodi, pengguna mengakui kualitas material Volta 401 memang tergolong standar. Salah satu bagian bodi bahkan sempat pecah akibat tertimpa baterai yang terjatuh saat proses penggantian.

Meski demikian, hal tersebut tidak terlalu menjadi perhatian karena fokus utama pengguna adalah efisiensi biaya operasional.

Sementara itu, suspensi dinilai cukup nyaman untuk penggunaan harian meski belum bisa dibandingkan dengan motor yang memiliki harga lebih tinggi. Getaran masih terasa saat melewati jalan rusak, namun masih dalam batas wajar.

Tetap Andal Saat Menerjang Banjir

Menariknya, Volta 401 juga pernah digunakan melewati genangan banjir dengan ketinggian hampir menutupi seluruh roda depan.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, motor tetap beroperasi normal tanpa mengalami gangguan kelistrikan maupun kerusakan pada sistem penggeraknya.

Pengalaman tersebut semakin menambah kepercayaan pengguna terhadap ketahanan motor listrik buatan Indonesia tersebut.

Secara keseluruhan, setelah lebih dari satu tahun pemakaian dan menempuh sekitar 8.600 kilometer, Volta 401 masih dinilai layak digunakan sebagai kendaraan harian. Dengan biaya operasional yang rendah, dukungan sistem ganti baterai, serta minim perawatan, motor listrik ini dianggap mampu menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.

Baca Juga: Primbon Jawa Sebut Weton Senin Legi Punya Kepribadian Bijaksana dan Disukai Banyak Orang, Benarkah Rezekinya Mengalir dari Hubungan Sosial?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Volta 401 #motor listrik Volta #sistem ganti baterai SGB #pengalaman Volta 401 #baterai Volta 401