Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah BJ Habibie: Dari Anak Parepare hingga Jadi Bapak Teknologi Indonesia, Sukses Taklukkan Jerman dan Bangun Industri Pesawat Nasional

Fadhilah Salsa Bella • Jumat, 19 Juni 2026 | 14:50 WIB
Kisah BJ Habibie dari Parepare hingga menjadi Bapak Teknologi Indonesia yang sukses mengharumkan nama bangsa di dunia (Pinterest).
Kisah BJ Habibie dari Parepare hingga menjadi Bapak Teknologi Indonesia yang sukses mengharumkan nama bangsa di dunia (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG - Nama BJ Habibie merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Sosok yang dikenal sebagai Presiden ketiga Republik Indonesia ini tidak hanya dikenang karena kiprahnya di dunia politik, tetapi juga karena kontribusinya yang luar biasa dalam bidang teknologi dan industri penerbangan.

Perjalanan hidup BJ Habibie menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia. Berkat kecerdasan, kerja keras, dan dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan, ia berhasil mengukir prestasi hingga diakui dunia internasional sebelum akhirnya mengabdikan dirinya untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Lahir dengan nama lengkap Profesor Doktor Inginyur Haji Bacharuddin Jusuf Habibie pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan, Habibie tumbuh menjadi sosok yang memiliki ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan sejak usia muda.

Menimba Ilmu di Bandung dan Jerman

Pada tahun 1950, BJ Habibie bersama keluarganya pindah ke Bandung. Di kota tersebut, ia melanjutkan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah atas.

Saat bersekolah di SMAK Dago Bandung, Habibie mulai mengenal Hasri Ainun Besari, sosok yang kemudian menjadi pendamping hidupnya dan menginspirasi kisah cinta legendaris yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Setelah lulus SMA, Habibie melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, setelah menempuh pendidikan selama kurang lebih satu tahun, ia memutuskan melanjutkan studi ke Jerman Barat untuk mendalami teknologi penerbangan.

Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Demi meringankan beban ibunya, Habibie berusaha membiayai sebagian kebutuhan hidupnya sendiri selama berada di luar negeri.

Ia hidup sederhana, tinggal jauh dari pusat kota, serta terbiasa berjalan kaki menuju kampus demi menghemat pengeluaran.

Baca Juga: Volta 401 Cuma Rp8 Jutaan Setelah Subsidi, Motor Listrik Lokal dengan Kecepatan 100 Km/Jam dan Jarak Tempuh 100 Km

Diakui Dunia Berkat Kejeniusan di Bidang Penerbangan

Kerja keras dan ketekunan Habibie selama menempuh pendidikan di Jerman akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar doktor dalam bidang teknologi pesawat terbang pada usia yang relatif muda.

Kemampuannya dalam bidang teknik penerbangan membuat namanya mulai dikenal di kalangan akademisi dan industri dirgantara Eropa.

Habibie bahkan berhasil menemukan teori yang dikenal sebagai Faktor Habibie atau metode untuk menghitung dan memprediksi titik keretakan pada struktur pesawat terbang hingga tingkat yang sangat detail.

Penemuan tersebut menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia penerbangan dan membuat dirinya mendapat julukan "Mr. Crack" dari kalangan industri dirgantara Jerman.

Memilih Pulang dan Mengabdi untuk Indonesia

Meski memiliki karier cemerlang di luar negeri, Habibie memilih kembali ke Indonesia setelah mendapat panggilan untuk membantu pembangunan nasional.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam sejarah perkembangan teknologi Indonesia.

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Habibie berupaya membangun industri penerbangan nasional agar Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju.

Berkat kontribusinya tersebut, ia kemudian dikenal luas sebagai Bapak Teknologi Indonesia sekaligus Bapak Pesawat Nasional.

Baca Juga: Volta 401 Bikin Heboh, Motor Listrik Rp11 Jutaan dengan Baterai LFP dan Jarak Tempuh hingga 200 Km, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Mewujudkan Mimpi Lewat Pesawat R80

Semangat Habibie untuk mengembangkan industri dirgantara Indonesia tidak pernah surut meski usianya terus bertambah.

Pada tahun 2015, ia kembali memperkenalkan rancangan pesawat terbaru bernama R80. Pesawat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara domestik Indonesia yang memiliki banyak wilayah kepulauan.

Pesawat R80 dirancang mampu mengangkut sekitar 80 hingga 90 penumpang dan memiliki sejumlah keunggulan pada sistem baling-baling serta efisiensi operasional.

Proyek tersebut menjadi simbol bahwa Habibie tidak pernah berhenti bermimpi dan berkarya untuk bangsa hingga akhir hayatnya.

Warisan Inspiratif untuk Generasi Muda

Selain dikenal sebagai ilmuwan dan negarawan, BJ Habibie juga menjadi teladan karena kegigihannya dalam mengejar pendidikan.

Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan berbagai tantangan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Dari seorang anak asal Parepare hingga menjadi tokoh yang dihormati dunia, Habibie menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, kerja keras, dan kecintaan terhadap bangsa dapat menghasilkan perubahan besar.

Warisan pemikiran dan karya-karyanya terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi, belajar tanpa henti, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga: Ki Hajar Dewantara: Dari Aktivis dan Jurnalis Tajam Menjadi Bapak Pendidikan Indonesia yang Mengubah Nasib Bangsa

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#BJ Habibie #Bapak Teknologi Indonesia #kisah BJ Habibie #pesawat R80 #sejarah BJ Habibie