RADAR TULUNGAGUNG - Indomobil E-Motor Adora kembali mencuri perhatian setelah berhasil meraih penghargaan sebagai motor listrik terbaik di kelas medium electric scooter dalam ajang otomotif nasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa produk motor listrik buatan Indomobil mampu bersaing dengan merek-merek yang lebih dulu hadir di pasar Indonesia.
Penghargaan yang diraih Indomobil E-Motor Adora tidak lepas dari kombinasi desain menarik, fitur canggih, performa mumpuni, serta harga yang dinilai kompetitif. Dengan banderol sekitar Rp24,5 juta on the road Jakarta, Adora berhasil menawarkan nilai lebih yang sulit diabaikan konsumen.
Dalam wawancara bersama Tomat TV, Presiden Direktur Indomobil E-Motor, Pius Wirawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan Adora menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan produk-produk inovatif. Salah satunya adalah peluncuran model terbaru bernama Tirano yang diperkenalkan hanya beberapa bulan setelah Adora meluncur.
Indomobil Siapkan Motor Listrik Sejak 2019
Pius menjelaskan bahwa kehadiran motor listrik Indomobil bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Perusahaan telah melakukan riset dan pengembangan sejak tahun 2019 untuk mempelajari teknologi kendaraan listrik serta kebutuhan konsumen Indonesia.
Sebagai grup otomotif yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Indonesia, Indomobil mengaku memahami karakter pasar nasional. Pengalaman bekerja sama dengan berbagai merek global menjadi modal penting dalam mengembangkan produk sendiri.
Menurutnya, motor listrik dipandang sebagai game changer industri otomotif masa depan. Karena itu, perusahaan melakukan berbagai studi mulai dari teknologi baterai, ekosistem kendaraan listrik, hingga regulasi pemerintah dan tren global sebelum akhirnya meluncurkan produk ke pasar.
Rahasia Harga Murah dengan Fitur Melimpah
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana Indomobil mampu menghadirkan motor listrik dengan fitur premium namun tetap dibanderol terjangkau.
Pius menegaskan bahwa perusahaan tidak mengorbankan kualitas demi menekan harga. Justru kualitas rangka menjadi prioritas utama karena motor di Indonesia umumnya digunakan dalam jangka panjang dan sering dipakai oleh seluruh anggota keluarga.
Selain itu, seluruh motor listrik Indomobil dirakit di Indonesia melalui fasilitas produksi PT National Assemblers yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur.
Strategi produksi lokal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga motor dapat lebih kompetitif. Adora sendiri telah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 46,25 persen, sedangkan Tirano sudah mencapai 50 persen.
Menariknya, baterai yang menjadi komponen utama kendaraan listrik juga telah diproduksi secara lokal di Indonesia.
Tirano Hadir dengan Fitur Kelas Premium
Setelah sukses dengan Adora, Indomobil meluncurkan Tirano sebagai motor listrik bergaya adventure yang menyasar konsumen berbeda.
Nama Tirano terinspirasi dari karakter Tyrannosaurus Rex atau T-Rex yang dianggap merepresentasikan sosok tangguh, kuat, namun tetap lincah. Karakter tersebut diwujudkan melalui desain gagah yang dilengkapi exo armor atau pelindung rangka eksternal.
Fitur yang ditawarkan Tirano bahkan tergolong tidak biasa untuk motor listrik di kelas harga di bawah Rp30 juta. Beberapa di antaranya adalah layar sentuh touchscreen, navigasi bawaan, cruise control, traction control, hill start assist, hingga inclinometer yang dapat menampilkan tingkat kemiringan jalan secara real time.
Tak hanya itu, Tirano juga memiliki sertifikasi tahan air IP67 yang memungkinkan motor tetap aman digunakan saat hujan maupun melewati genangan air.
Fitur lain yang menarik perhatian adalah push assist mode dan emergency mode yang membantu pengendara saat menghadapi kondisi darurat, termasuk ketika motor mengalami kendala pada sistem throttle.
Jaringan Dealer Tembus 115 Titik
Untuk mendukung layanan purna jual, Indomobil E-Motor telah membangun jaringan sebanyak 115 titik di berbagai daerah Indonesia.
Jaringan tersebut mencakup hampir seluruh kota besar di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Bali. Papua menjadi satu-satunya wilayah yang saat ini masih dalam tahap pengembangan jaringan.
Menurut Pius, langkah memperluas jaringan dilakukan sejak awal agar perusahaan siap menghadapi pertumbuhan pasar motor listrik di masa depan.
Klaim Hemat Hingga Rp6,5 Juta per Tahun
Selain mengandalkan fitur dan teknologi, Indomobil juga menyoroti aspek efisiensi biaya operasional kendaraan listrik.
Berdasarkan perhitungan perusahaan, pengguna motor listrik dapat menghemat hingga Rp6,5 juta per tahun dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Penghematan berasal dari biaya energi, servis berkala, hingga pajak kendaraan yang lebih rendah.
Sementara itu, masa pakai baterai disebut dapat mencapai enam hingga tujuh tahun dengan perawatan yang baik. Bahkan harga baterai diprediksi terus menurun seiring meningkatnya produksi dan perkembangan teknologi di masa mendatang.
Dengan strategi inovasi teknologi, harga kompetitif, serta dukungan jaringan nasional, Indomobil E-Motor optimistis motor listrik akan semakin diterima masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella