Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengakuan Jujur Pemilik Setelah 8 Bulan dan 5.000 Km Pakai Indomobil E-Motor Tirano, Cocok Harian Tapi Kurang Ideal untuk Touring Jarak Jauh

Fadhilah Salsa Bella • Jumat, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB
Pengakuan jujur pemilik setelah 8 bulan dan 5.000 km pakai Indomobil E-Motor Tirano, unggul untuk harian namun kurang ideal touring (Pinterest).
Pengakuan jujur pemilik setelah 8 bulan dan 5.000 km pakai Indomobil E-Motor Tirano, unggul untuk harian namun kurang ideal touring (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG - Indomobil E-Motor Tirano menjadi salah satu motor listrik yang cukup mencuri perhatian sejak diluncurkan ke pasar Indonesia. Desain bergaya adventure, fitur modern, serta dukungan jaringan dealer yang luas membuat motor ini banyak dilirik konsumen, termasuk kalangan pecinta touring.

Namun bagaimana pengalaman nyata setelah digunakan dalam jangka panjang? Seorang pemilik Tirano membagikan pengakuan jujurnya setelah menggunakan motor listrik tersebut selama sekitar delapan bulan dengan jarak tempuh lebih dari 5.000 kilometer.

Dalam ulasannya, pemilik menegaskan bahwa unit yang digunakan merupakan motor yang dibeli sendiri, bukan unit sponsor atau pinjaman dari pabrikan. Karena itu, seluruh pengalaman yang disampaikan merupakan hasil penggunaan sehari-hari selama berbulan-bulan.

Menurutnya, Indomobil E-Motor Tirano memiliki banyak keunggulan untuk penggunaan harian. Namun setelah beberapa kali dipakai touring jarak jauh, ia menilai karakter motor ini lebih cocok sebagai kendaraan komuter dibanding motor petualang jarak jauh.

Sudah Menempuh Lebih dari 5.000 Kilometer

Selama pemakaian, motor tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan harian, kebutuhan produksi konten, hingga touring lintas kota.

Perjalanan touring pertama dilakukan dengan rute Tangerang, Cilegon, Labuan, Pandeglang, hingga Rangkasbitung. Saat itu motor masih menggunakan baterai standar tanpa tambahan baterai eksternal.

Touring kedua bahkan jauh lebih ekstrem. Pemilik membawa Tirano dari Tangerang menuju Madiun dan kembali lagi ke Tangerang dengan rute berbeda. Total perjalanan mencapai sekitar 1.883 kilometer.

Rute keberangkatan melewati jalur Pantura menuju Semarang, Ungaran, Salatiga, hingga Madiun. Sedangkan perjalanan pulang dilakukan melalui jalur selatan melewati Ponorogo, Pacitan, Gunungkidul, Yogyakarta, Pangandaran, Sumedang, Purwakarta hingga kembali ke Tangerang.

Baca Juga: Kisah Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pendidikan Indonesia yang Membuka Akses Sekolah untuk Rakyat dan Mengubah Masa Depan Bangsa

Banyak Modifikasi untuk Meningkatkan Kenyamanan

Selama penggunaan, motor juga mengalami sejumlah modifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan pengendara.

Beberapa perubahan yang dilakukan antara lain meninggikan jok sekitar empat sentimeter, memasang raiser stang model pivot, mengganti suspensi belakang menggunakan KTC Razor Pro, serta mengganti suspensi depan dengan komponen milik Yamaha NMAX.

Velg depan juga diganti menggunakan ukuran 14 inci milik Yamaha Aerox yang dipadukan dengan ban FDR Hover.

Selain itu, pemilik juga sempat menggunakan baterai tambahan untuk mendukung perjalanan jarak jauh dan memasang charger adjustable agar proses pengisian daya lebih fleksibel saat touring.

Cocok untuk Harian, Kurang Ideal untuk Touring

Meski memiliki tampilan adventure lengkap dengan crash bar, bracket side bag, hingga dudukan top box, pengalaman penggunaan menunjukkan karakter yang sedikit berbeda.

Menurut pemilik, Tirano memang terlihat seperti motor yang siap diajak touring. Namun setelah digunakan dalam perjalanan panjang, ia merasa motor ini lebih cocok untuk kebutuhan harian.

Saat ini motor lebih sering digunakan untuk perjalanan ke kantor dengan jarak sekitar 13 kilometer sekali jalan atau sekitar 26 kilometer pulang-pergi.

Keputusan tersebut diambil setelah merasakan langsung pengalaman touring jarak jauh menggunakan Tirano. Untuk kebutuhan perjalanan panjang, ia mengaku lebih memilih motor listrik lain yang dimilikinya.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Adora Raih Penghargaan Motor Listrik Terbaik, Begini Strategi Indomobil Hadirkan Tirano dengan Fitur Premium Harga Terjangkau

Minim Masalah dan Perawatan

Di sisi lain, salah satu keunggulan terbesar Tirano adalah minimnya perawatan.

Selama pemakaian lebih dari 5.000 kilometer, pemilik mengaku hampir tidak pernah mengalami masalah serius. Motor tetap aman digunakan saat hujan maupun melewati genangan air.

Perawatan rutin yang biasanya identik dengan motor konvensional seperti penggantian oli, filter udara, atau servis mesin juga tidak diperlukan.

Penggantian head unit yang sempat dilakukan bukan karena kerusakan, melainkan pembaruan perangkat ke versi terbaru yang sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay.

Garansi baterai selama tiga tahun juga menjadi nilai tambah yang membuat pengguna merasa lebih tenang dalam penggunaan jangka panjang.

Kritik pada Rangka dan Potensi Upgrade

Meski puas dengan keandalan harian Tirano, pemilik memberikan catatan terkait karakter rangka motor.

Menurutnya, saat motor dipacu pada kecepatan tinggi muncul getaran yang dirasakan berasal dari area rangka utama. Kondisi tersebut membuatnya kurang merekomendasikan Tirano bagi pengguna yang ingin melakukan modifikasi ekstrem untuk meningkatkan performa.

Ia menilai motor ini tidak dirancang sebagai basis untuk upgrade kecepatan tinggi seperti penggantian baterai dan controller yang dapat menghasilkan kecepatan lebih dari 100 km/jam.

Karena itu, Tirano dianggap lebih ideal digunakan sesuai karakter aslinya sebagai motor listrik harian yang nyaman, praktis, dan minim biaya operasional.

Dengan pengalaman lebih dari 5.000 kilometer, pemilik menyimpulkan bahwa Indomobil E-Motor Tirano merupakan pilihan menarik bagi pengguna yang mencari kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari. Namun bagi penggemar touring jarak jauh atau modifikasi performa ekstrem, terdapat pilihan lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Baca Juga: Fast Charging Indomobil E-Motor Tirano Dibuktikan, Baterai dari 45 Persen ke 100 Persen Hanya 30 Menit, Secepat Apa Sebenarnya?

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Indomobil E-Motor Tirano #motor listrik harian #review Tirano #pengalaman pakai Tirano #motor listrik Tirano