Radar Tulungagung - Motor listrik Alpha One kembali menjadi sorotan setelah kreator otomotif Om Faiz mengungkapkan alasan di balik keputusannya membeli unit kedua motor listrik tersebut. Menariknya, motor yang dibeli kali ini bukan unit baru, melainkan motor bekas dengan harga yang dinilai sangat menarik.
Dalam video terbarunya, Om Faiz menjelaskan bahwa sebelumnya ia sudah memiliki satu unit Alpha One berwarna biru tua yang dibeli dalam kondisi bekas dengan harga sekitar Rp21 juta. Meski sempat menghadapi berbagai kendala saat awal penggunaan, motor tersebut akhirnya menjadi kendaraan andalan keluarga setelah berbagai perbaikan dilakukan.
Menurutnya, Alpha One telah membuktikan kemampuannya untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. Motor tersebut bahkan sudah beberapa kali digunakan untuk touring ke berbagai daerah, mulai dari Papandayan, Garut, Cirebon hingga Pangandaran.
"Setelah semua masalah awal dibereskan, ternyata motor ini enak dipakai dan sangat bisa diandalkan," ungkap Om Faiz.
Baca Juga: Kisah Imam Nawawi, Ulama yang Disebut Tak Tidur di Kasur Selama Dua Tahun demi Menuntut Ilmu
Berawal dari Informasi di Grup
Keputusan membeli unit kedua bermula ketika Om Faiz mendapatkan informasi dari seorang teman mengenai Alpha One bekas yang dijual dengan harga di bawah Rp20 juta. Setelah melihat foto dan mengetahui bahwa motor tersebut milik kenalannya sendiri, ia langsung menghubungi pemilik dan melakukan negosiasi.
Meski proses tawar-menawar berlangsung cukup panjang, harga yang ditawarkan tetap tidak berubah. Namun karena dianggap sangat menarik, transaksi akhirnya disepakati.
Saat diterima, kondisi motor masih tergolong baik dan bersih. Kilometer pemakaian tercatat sekitar 11.000 kilometer, masih lebih rendah dibanding Alpha One milik Om Faiz yang telah menempuh lebih dari 14.000 kilometer.
Kesan Awal Unit Kedua
Meski secara umum puas dengan kondisi motor, Om Faiz mengaku masih menemukan beberapa kekurangan. Salah satunya adalah suspensi yang masih terasa keras karena menggunakan setelan standar pabrikan.
Selain itu, warna bodi yang menggunakan kombinasi turquoise blue juga kurang sesuai dengan seleranya. Ia bahkan mempertimbangkan untuk melakukan refinishing atau pengecatan ulang agar tampil lebih menarik.
Di sisi lain, ada beberapa keunggulan yang langsung dirasakan. Salah satunya adalah performa BLDC atau motor penggerak yang terasa lebih halus dan responsif dibanding unit pertama yang dimilikinya.
Setelah ditelusuri, ternyata motor tersebut sudah menggunakan komponen BLDC milik Alpha One XP yang memang mendapat sejumlah penyempurnaan dibanding generasi sebelumnya.
13 Alasan Membeli Alpha One Lagi
Dalam video tersebut, Om Faiz juga merinci 13 alasan mengapa ia kembali memilih Alpha One bekas sebagai kendaraan listrik tambahan.
Alasan pertama hingga ketiga cukup sederhana, yakni karena harga bekasnya sangat murah. Menurutnya, nilai jual kembali Alpha One saat ini membuat motor tersebut menjadi pilihan menarik bagi pemburu kendaraan listrik bekas.
Alasan berikutnya adalah desain yang dinilai cocok untuk pengguna dewasa. Meski tidak tergolong sporty, tampilannya dianggap elegan dan nyaman dipandang.
Kelima, motor ini sudah terbukti andal setelah digunakan touring berkali-kali. Keenam, Alpha One menggunakan baterai VMoto yang didukung charger bawaan 15 ampere sehingga proses pengisian daya berlangsung relatif cepat.
Alasan ketujuh adalah penggunaan sistem hub drive yang minim perawatan. Pengguna tidak perlu memikirkan komponen seperti gearbox, oli gearbox, fan belt maupun bearing transmisi.
Selanjutnya, Om Faiz menyoroti layanan purnajual Alpha yang menurutnya semakin baik. Servis berkala dapat dilakukan secara gratis melalui sistem reservasi, sementara jaringan layanan juga semakin banyak tersedia di berbagai kota besar.
Ia juga menilai risiko kerugian saat menjual kembali motor bekas ini relatif kecil karena harga belinya sudah cukup rendah.
Tetap Percaya Meski Sering Dikritik
Menariknya, Om Faiz menyebut Alpha One sebagai salah satu motor listrik yang sering mendapat kritik dari warganet, terutama terkait kemampuan menanjak.
Namun berdasarkan pengalaman pribadinya, motor tersebut mampu melibas berbagai rute menanjak, termasuk kawasan Papandayan dan jalur menuju Puncak yang telah beberapa kali ia lalui.
Alasan terakhir berkaitan dengan harga motor listrik lain yang dianggap masih terlalu tinggi. Menurutnya, beberapa model kompetitor memang menarik, tetapi unit bekasnya sulit ditemukan dan harganya masih jauh lebih mahal dibanding Alpha One.
Karena kombinasi harga terjangkau, performa yang sudah teruji serta biaya operasional yang rendah, Om Faiz akhirnya mantap menjadikan Alpha One bekas sebagai motor listrik kedua di garasi keluarganya.
Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pasar motor listrik bekas mulai menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Editor : M. Helmi Nurhisam