JAKARTA - Alpha One XP resmi diperkenalkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 sebagai versi penyempurnaan dari Alpha One yang telah hadir sekitar dua tahun lalu. Motor listrik ini hadir dengan sejumlah pembaruan yang menyasar tampilan, fitur, hingga peningkatan ketahanan komponen utama.
Secara desain, Alpha One XP masih mempertahankan bentuk bodi yang sama dengan generasi sebelumnya. Namun, pabrikan memberikan sentuhan baru melalui pilihan warna yang lebih segar dan modern. Terdapat lima pilihan warna yang ditawarkan, yakni G Turquoise, Supernova Black, Casual Blue, Indie Red, dan Hello White.
Selain tampilan yang lebih atraktif, perubahan paling signifikan terdapat pada sektor instrumen. Kini Alpha One XP menggunakan speedometer digital TFT adaptif yang mampu menyesuaikan tampilan berdasarkan kondisi cahaya sekitar.
Speedometer TFT Adaptif Jadi Daya Tarik Utama
Saat digunakan pada siang hari, layar akan menampilkan latar berwarna terang agar informasi tetap mudah dibaca. Sebaliknya, ketika kondisi sekitar gelap, layar otomatis beralih ke mode gelap yang lebih nyaman di mata pengendara.
Informasi yang ditampilkan juga cukup lengkap. Mulai dari suhu lingkungan, kecepatan kendaraan, mode berkendara, trip meter, tegangan baterai, suhu motor listrik, hingga estimasi jarak tempuh.
Alpha One XP menawarkan tiga mode berkendara, yaitu Eco, Normal, dan Sport. Masing-masing mode memiliki karakteristik berbeda baik dari sisi performa maupun efisiensi energi.
Pada mode Eco, kecepatan maksimum berada di kisaran 47 km/jam dengan estimasi jarak tempuh mencapai 131 kilometer. Sementara mode Normal mampu mencapai sekitar 72 km/jam dengan jarak tempuh hingga 84 kilometer. Sedangkan mode Sport memberikan performa tertinggi dengan kecepatan indikator mencapai lebih dari 100 km/jam tanpa beban, meski pabrikan mengklaim kecepatan maksimal penggunaan riil berada di angka 90 km/jam.
H-Drive Ditingkatkan untuk Cuaca Indonesia
Pembaruan lainnya terdapat pada sektor H-Drive atau motor listrik hub drive yang berada di roda belakang. Secara tampilan memang tidak ada perubahan mencolok, namun Alfa mengklaim komponen internal telah ditingkatkan agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca Indonesia yang sering mengalami perubahan ekstrem antara panas dan hujan.
Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan sekaligus meningkatkan usia pakai komponen.
Untuk spesifikasi, motor listrik ini masih mengandalkan tenaga maksimum 4 kW dengan torsi puncak mencapai 46,5 Nm. Angka tersebut tergolong besar untuk motor listrik perkotaan dan memberikan akselerasi instan khas kendaraan listrik.
Baterai Ganda dan Bagasi Masih Jadi Keunggulan
Alpha One XP dibekali kompartemen baterai di bawah jok. Menariknya, tersedia dua slot baterai sehingga pengguna dapat menambahkan satu baterai ekstra untuk meningkatkan jarak tempuh.
Dengan satu baterai, motor ini sudah mampu menempuh lebih dari 100 kilometer dalam kondisi tertentu. Jika menggunakan dua baterai, jarak tempuh diklaim bisa mencapai sekitar 140 kilometer.
Meski area bawah jok ditempati baterai, ruang penyimpanan tetap tersedia dan cukup luas untuk menyimpan jas hujan maupun barang bawaan lainnya.
Fitur pendukung lain juga cukup lengkap. Di antaranya laci penyimpanan di bawah setang kiri, port pengisian daya USB Type-A, sistem pengisian baterai melalui soket khusus, hingga aplikasi smartphone yang mendukung fitur remote on-off, GPS locator, battery monitoring, charging station locator, serta roadside assistance.
Harga Alpha One XP
Dari sisi harga, Alpha One XP mengalami kenaikan dibanding generasi sebelumnya. Motor listrik ini dipasarkan dengan harga Rp38,5 juta on the road Jakarta sebelum subsidi pemerintah.
Namun bagi konsumen yang memenuhi syarat program bantuan pembelian kendaraan listrik, harga tersebut dapat berkurang Rp7 juta sehingga menjadi sekitar Rp31,5 juta.
Dengan fitur TFT adaptif, peningkatan H-Drive, jarak tempuh yang cukup jauh, serta harga yang kompetitif, Alpha One XP menjadi salah satu pilihan menarik di segmen motor listrik premium yang saat ini semakin ramai di Indonesia.
Editor : Divka Vance Yandriana