Radar Tulungagung – Omo X kembali mencuri perhatian pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Motor listrik bergaya futuristik ini viral setelah sejumlah reviewer otomotif membagikan pengalaman test drive mereka. Salah satunya mengaku langsung memesan unit usai mencoba performa dan teknologi yang ditawarkan Omo X, meski harganya mencapai puluhan juta rupiah.
Daya tarik utama Omo X bukan hanya desainnya yang menyerupai kendaraan masa depan, tetapi juga sederet fitur canggih yang jarang ditemui pada motor listrik di kelasnya. Mulai dari suspensi depan model double wishbone, layar digital berukuran besar, hingga varian tertinggi yang dibekali teknologi self-balancing dan autopilot.
Motor listrik ini bahkan disebut membawa konsep baru yang lebih mengedepankan teknologi dibanding sekadar alat transportasi. Tak heran jika banyak calon pembeli penasaran ingin menjajal langsung sensasi berkendaranya.
Desain Futuristik Mirip Cybertruck
Kesan pertama saat melihat Omo X adalah dimensinya yang besar dengan desain tajam bergaya futuristik. Warna silver bahkan disebut mengingatkan pada mobil listrik Tesla Cybertruck.
Motor ini memiliki panjang sekitar dua meter dengan lebar hampir 86 sentimeter sehingga tampil bongsor di jalan. Seluruh bodinya dibuat minim sambungan baut yang terlihat sehingga memberikan kesan premium dan modern.
Material bodinya juga diklaim menggunakan cat berkualitas tinggi dengan ketebalan sekitar 100 mikron, setara standar cat mobil premium. Hal tersebut membuat tampilannya lebih elegan sekaligus diklaim tahan terhadap goresan ringan.
Suspensi Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah penggunaan suspensi depan model double wishbone. Teknologi ini selama ini lebih identik dengan motor touring premium seperti Honda Goldwing yang harganya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Saat diuji melewati jalan bergelombang dan polisi tidur, suspensi depan mampu meredam getaran dengan sangat baik. Pengendara merasakan bagian stang tetap stabil tanpa hentakan berlebihan.
Sementara di bagian belakang, Omo X menggunakan monoshock tunggal. Meski tidak menggunakan sistem ganda, kenyamanan berkendara tetap dinilai baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Performa Instan dengan Torsi Besar
Dari sisi performa, Omo X dibekali motor listrik berkekuatan 13 kW atau sekitar 17,6 tenaga kuda. Namun yang paling mencolok adalah torsinya yang mencapai 320 Nm sehingga akselerasi terasa sangat spontan sejak putaran awal.
Pabrikan mengklaim akselerasi 0–50 km/jam dapat dicapai hanya dalam waktu sekitar 3,3 detik. Sementara kecepatan maksimal dibatasi hingga 113 km/jam.
Motor ini menyediakan empat mode berkendara, yakni Comfort, Sport, Wet, dan Auto. Mode Auto hanya tersedia pada varian Balance maupun Pilot yang sudah dibekali teknologi self-balancing.
Selama test ride, mode Comfort dinilai paling cocok untuk penggunaan harian karena tenaga tetap responsif namun lebih mudah dikendalikan. Sedangkan mode Sport memberikan dorongan akselerasi yang jauh lebih agresif.
Baterai Long Range dan Fast Charging
Omo X hadir dengan dua pilihan kapasitas baterai. Varian standar menggunakan baterai 5,38 kWh dengan jarak tempuh klaim sekitar 160 kilometer.
Sedangkan versi Long Range memakai baterai 7,68 kWh yang diklaim mampu mencapai jarak hingga 210 kilometer dalam kondisi ideal.
Pengisian daya menggunakan listrik rumah tangga membutuhkan waktu sekitar enam jam. Sementara menggunakan quick charger dapat dipangkas menjadi sekitar 2,5 jam. Bahkan melalui stasiun pengisian khusus, baterai diklaim bisa terisi dari 0 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 1,5 jam.
Pabrikan juga memberikan garansi motor selama enam tahun dan garansi baterai hingga tujuh tahun.
Fitur Teknologi Jadi Pembeda
Keunggulan lain Omo X terletak pada sisi teknologi. Motor ini memakai layar TFT berukuran 10,25 inci yang berfungsi layaknya tablet dengan navigasi digital, koneksi Bluetooth, hingga sistem pembaruan perangkat lunak secara over-the-air (OTA).
Seluruh fungsi kendaraan juga dapat dikendalikan melalui aplikasi smartphone, termasuk membuka jok, melihat lokasi kendaraan, hingga menerima notifikasi keamanan apabila motor diganggu.
Pada varian Pilot, tersedia fitur autopilot, adaptive cruise control, self-balancing, hingga kemampuan mengikuti pemilik secara otomatis menggunakan teknologi sensor dan gyroscope.
Meski demikian, reviewer juga memberikan beberapa catatan. Bobot motor yang mencapai sekitar 229 kilogram membuat manuver di kecepatan rendah membutuhkan adaptasi. Selain itu, sistem akses kendaraan yang sepenuhnya mengandalkan aplikasi dinilai masih perlu memiliki alternatif manual apabila ponsel mengalami kendala.
Secara keseluruhan, pengalaman test drive memberikan kesan positif. Kombinasi performa, kenyamanan suspensi, dan teknologi canggih membuat Omo X dinilai menjadi salah satu motor listrik premium yang menawarkan pengalaman berkendara berbeda dibanding kompetitornya.
Editor : Maylanni Diana Fitri