Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tes Jarak Tempuh Uwinfly T78B Bikin Kaget, Tembus Lebih dari 45 Km Tanpa Ganti Baterai, Begini Hasil Uji Nyatanya

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:45 WIB
Tes jarak tempuh Uwinfly T78B tembus lebih dari 45 km tanpa ganti baterai. Simak hasil uji performa dan kemampuan tanjaknya.(pinterest)
Tes jarak tempuh Uwinfly T78B tembus lebih dari 45 km tanpa ganti baterai. Simak hasil uji performa dan kemampuan tanjaknya.(pinterest)

Radar TulungagungUwinfly T78B kembali menjadi sorotan setelah sebuah pengujian jalan membuktikan kemampuan jarak tempuhnya yang cukup impresif. Pada uji coba kali ini, Uwinfly T78B mampu menempuh perjalanan lebih dari 45 kilometer dalam sekali pengisian daya tanpa perlu menggunakan baterai cadangan.

Pengujian tersebut dilakukan setelah pada tes sebelumnya sepeda listrik ini sempat mogok di tengah perjalanan meski indikator baterai masih menunjukkan tiga strip. Dugaan sementara, masalah itu terjadi karena unit langsung digunakan sejak pertama kali datang tanpa melalui proses pengisian daya penuh terlebih dahulu.

Untuk memastikan hasil yang lebih akurat, penguji mengisi baterai hingga penuh sebelum perjalanan dimulai. Selain itu, ia juga membawa satu baterai lithium-ion cadangan berkapasitas 12 volt 12 Ah yang memiliki spesifikasi sama dengan baterai bawaan Uwinfly T78B sebagai langkah antisipasi jika kembali mengalami kendala.

Performa di Jalan Kampung dan Tanjakan

Baterai cadangan tersebut disimpan di dalam bagasi menggunakan ganjalan jas hujan agar tidak bergeser selama perjalanan. Menariknya, baterai tersebut akhirnya tidak digunakan karena performa baterai utama ternyata cukup memuaskan.

Saat melewati jalan kampung yang bergelombang, karakter berkendara Uwinfly T78B dinilai cukup nyaman untuk ukuran sepeda listrik. Meski belum bisa disamakan dengan kenyamanan motor bensin seperti Honda Beat atau Scoopy, setang terasa ringan dan mudah dikendalikan ketika melintasi jalan sempit maupun permukaan aspal yang tidak rata.

Baca Juga: Cara Aktivasi Dana Instan DI Aplikasi DANA Jadi Buruan Pengguna, Limit Hingga Rp500 Ribu Diklaim Bisa Cair ke Saldo dan Rekening

Pengujian kemudian berlanjut ke tanjakan dengan kemiringan sekitar 10 hingga 11 derajat. Menggunakan mode kecepatan tertinggi, pengendara mengambil ancang-ancang sebelum memasuki tanjakan. Hasilnya, sepeda listrik tersebut masih mampu menanjak dengan cukup baik saat dikendarai seorang diri.

Setelah menempuh jarak sekitar dua kilometer, indikator baterai masih menunjukkan kondisi penuh. Kecepatan maksimum yang berhasil dicapai mencapai sekitar 46 kilometer per jam.

Cruise Control Bikin Perjalanan Lebih Nyaman

Dalam perjalanan jarak jauh, fitur cruise control menjadi salah satu keunggulan yang cukup membantu. Fitur ini membuat tangan kanan pengendara tidak perlu terus-menerus menarik tuas gas sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.

Selama melintasi jalan raya, pengendara juga memilih tetap berada di sisi kiri jalan sebagai bentuk kehati-hatian. Ia mengingatkan bahwa penggunaan sepeda listrik sebaiknya tetap mengikuti aturan lalu lintas dan idealnya digunakan di jalur sepeda apabila tersedia.

Memasuki jarak tempuh 20 kilometer, kapasitas baterai baru berkurang satu strip. Setelah perjalanan mencapai 23 kilometer, pengendara sempat berhenti di sebuah warung untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Tetap Bertenaga Hingga Lebih dari 40 Kilometer

Usai beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan kampung hingga jalan raya. Saat total perjalanan mencapai sekitar 32 kilometer, baterai baru berkurang dua strip dengan kecepatan maksimum sekitar 43 kilometer per jam.

Memasuki perjalanan 34 kilometer, kondisi jalan berubah menjadi lebih rusak. Suspensi bawaan yang masih menggunakan sistem per tanpa oli membuat bantingan terasa cukup keras ketika melewati lubang maupun polisi tidur.

Meski demikian, jok berpegas yang digunakan Uwinfly T78B dinilai mampu memberikan kenyamanan lebih baik dibanding beberapa sepeda listrik lain yang pernah diuji.

Saat baterai tersisa dua strip, pengendara kembali mencoba akselerasi dari posisi diam. Hasilnya cukup mengejutkan karena motor listrik masih mampu berlari hingga sekitar 42 kilometer per jam tanpa penurunan tenaga yang signifikan.

Baterai Cadangan Tak Terpakai

Perjalanan akhirnya selesai setelah odometer mencatat total jarak sekitar 44 hingga 45 kilometer. Menariknya, indikator baterai masih menyisakan dua strip sehingga diperkirakan jarak tempuh sebenarnya masih bisa lebih jauh.

Karena menggunakan baterai lithium-ion, pengendara memilih tidak langsung melakukan pengisian ulang. Menurutnya, baterai jenis lithium lebih baik diisi saat kapasitas mulai berkurang agar umur pakainya lebih optimal dibanding baterai SLA.

Sebagai penutup, penguji juga memperlihatkan cara memasang baterai cadangan tanpa perlu melakukan modifikasi pada bodi sepeda listrik. Baterai cukup disambungkan ke konektor bawaan, kemudian posisi baterai diganjal agar tetap stabil. Setelah dinyalakan, indikator baterai kembali menunjukkan kondisi penuh.

Dari hasil pengujian tersebut, Uwinfly T78B dinilai mampu memenuhi ekspektasi untuk penggunaan harian. Pengalaman mogok pada pengujian sebelumnya diduga hanya disebabkan baterai yang belum dikalibrasi karena langsung digunakan tanpa pengisian daya penuh. Oleh karena itu, pengguna baru disarankan mengisi baterai hingga penuh sebelum pertama kali mengoperasikan sepeda listrik agar performa dan jarak tempuhnya dapat maksimal.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#baterai lithium #Uwinfly T78B #review Uwinfly T78B #tes jarak tempuh Uwinfly T78B #sepeda listrik