Radar Tulungagung – Kenaikan harga BBM jenis Pertamax membawa dampak besar terhadap pasar kendaraan listrik. Penjualan motor listrik di PRJ 2026 melonjak tajam hingga 400 persen dibandingkan periode yang sama pada gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) tahun lalu.
Lonjakan tersebut terlihat di Hall A2 Jakarta Fair Kemayoran, tempat berbagai produsen kendaraan listrik memamerkan produk andalannya. Sejak dua pekan pertama penyelenggaraan, stan motor listrik dipadati pengunjung yang ingin mencari kendaraan dengan biaya operasional lebih murah.
Salah satu produsen yang menikmati lonjakan permintaan adalah Yadea. Pabrikan asal Tiongkok itu mencatat peningkatan penjualan yang sangat signifikan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap motor listrik di PRJ 2026.
Marketing Manager Yadea, Benny, mengungkapkan bahwa pencapaian tahun ini jauh melampaui hasil penjualan pada PRJ 2025.
"Kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di PRJ, penjualan kami naik sekitar 400 persen," kata Benny.
Harga BBM Mendorong Perubahan Konsumen
Menurut Benny, mayoritas konsumen datang dengan alasan yang hampir sama, yakni ingin mengurangi pengeluaran akibat naiknya harga BBM. Motor listrik dinilai menjadi solusi karena lebih hemat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Sebagian besar pembeli mencari kendaraan untuk mobilitas jarak dekat, seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, hingga keperluan harian lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan bakar telah mengubah pola pikir masyarakat dalam memilih kendaraan. Jika sebelumnya motor listrik hanya menjadi alternatif, kini mulai dipertimbangkan sebagai kendaraan utama.
Pengunjung Datang Khusus Memburu Motor Listrik
Antusiasme masyarakat selama PRJ 2026 juga terlihat dari pengakuan sejumlah pengunjung. Banyak yang mengaku sengaja datang untuk membeli motor listrik setelah menghitung besarnya pengeluaran membeli BBM setiap bulan.
Seorang pengunjung mengatakan biaya operasional motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Selain itu, kendaraan listrik juga tidak menghasilkan emisi sehingga dianggap lebih ramah lingkungan.
Pengunjung lainnya mengaku ingin membeli motor listrik untuk anaknya agar biaya transportasi keluarga menjadi lebih ringan di tengah kenaikan harga BBM.
"Kalau sekarang bensin mahal, tentu lebih baik cari kendaraan yang lebih hemat," ungkap salah seorang calon pembeli.
Isi Daya Sebulan Hanya Sekitar Rp100 Ribu
Selain harga operasional yang murah, efisiensi biaya pengisian baterai menjadi daya tarik utama kendaraan listrik.
Benny menjelaskan, pengguna motor listrik dengan rata-rata perjalanan sekitar 50 kilometer per hari hanya membutuhkan biaya pengisian daya sekitar Rp100 ribuan selama satu bulan.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran membeli bensin untuk penggunaan harian dengan jarak tempuh serupa.
Ia juga memastikan kualitas baterai motor listrik saat ini semakin baik. Teknologi terbaru membuat baterai memiliki usia pakai lebih panjang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai daya tahannya.
Tren Motor Listrik Diprediksi Terus Tumbuh
Lonjakan penjualan selama PRJ 2026 menjadi sinyal positif bagi industri kendaraan listrik nasional. Tingginya harga BBM membuat masyarakat semakin mempertimbangkan efisiensi biaya transportasi.
Di sisi lain, meningkatnya kesadaran terhadap penggunaan energi ramah lingkungan ikut memperkuat tren peralihan ke kendaraan listrik.
Apabila kondisi tersebut terus berlangsung, penjualan motor listrik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Jakarta Fair 2026 pun menjadi salah satu bukti bahwa kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar tren, melainkan mulai menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mobilitas sehari-hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri