MOTOR LISTRIK NASIONAL 2026 RESMI DILUNCURKAN PRABOWO, BISA TEMBUS 70 KM/JAM

Mohammad Ibnu Syafi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:55 WIB
Motor listrik nasional 2026 resmi diluncurkan Prabowo. Simak spesifikasi, jarak tempuh 60 km, kecepatan 70 km/jam, dan ekosistem pendukungnya.
Motor listrik nasional 2026 resmi diluncurkan Prabowo. Simak spesifikasi, jarak tempuh 60 km, kecepatan 70 km/jam, dan ekosistem pendukungnya.

 

RADARTULUNGAGUNG - Motor listrik nasional 2026 resmi diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Peluncuran tersebut berlangsung di kawasan industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, sekaligus menandai penguatan industri motor listrik dalam negeri.

Peluncuran motor listrik nasional 2026 tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, tetapi juga mencakup ekosistem pendukungnya. Pemerintah mendorong agar pengembangan kendaraan listrik terintegrasi mulai dari manufaktur, infrastruktur pengisian daya, baterai, pembiayaan, penggunaan hingga perawatan.

Salah satu motor yang ditampilkan dalam laporan Garuda TV adalah Gesits. Kendaraan tersebut memiliki desain yang memadukan kesan modern dan klasik sehingga secara tampilan tidak terlalu berbeda dengan sepeda motor konvensional berbahan bakar bensin.

Motor Listrik Bisa Melaju hingga 70 Km/Jam

Baca Juga: Upacara HUT Ke-81 RI di Rejotangan Khidmat, Camat Didi Tekankan Pentingnya Kerukunan dan Kekompakan Warga

Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan tersebut, salah satu motor listrik yang ditampilkan memiliki kecepatan maksimal hingga 70 kilometer per jam. Sementara itu, jarak tempuh maksimalnya disebut mencapai sekitar 60 kilometer.

Motor tersebut juga memiliki peak power yang disebut berada di angka 330 watt. Spesifikasi tersebut menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan masyarakat sebelum menentukan pilihan kendaraan listrik sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Kehadiran berbagai model motor listrik diharapkan memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak. Selain mempertimbangkan desain, calon pengguna juga perlu melihat spesifikasi, jarak tempuh, kebutuhan pengisian daya, serta ketersediaan layanan perawatan.

Pemerintah Bangun Ekosistem Motor Listrik

 

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan ekosistem motor listrik nasional yang terintegrasi. Ekosistem tersebut tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan, tetapi juga berbagai komponen pendukung agar penggunaan motor listrik dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi manufaktur, infrastruktur pengisian daya atau charging, baterai, pembiayaan, penggunaan kendaraan, hingga perawatan.

Pengembangan ekosistem secara menyeluruh dinilai penting karena pertumbuhan kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan produksi motor. Masyarakat juga membutuhkan infrastruktur dan layanan pendukung yang memadai agar kendaraan dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Dorong Hilirisasi dan Kurangi Penggunaan BBM

Baca Juga: HUT Ke-81 RI di Tulungagung Berlangsung Khidmat, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan lewat Kerja Nyata

Pengembangan motor listrik nasional 2026 juga diharapkan dapat memperkuat industri hilirisasi di dalam negeri. Produksi kendaraan listrik beserta komponen pendukungnya berpotensi mendorong aktivitas industri nasional sekaligus menciptakan ekosistem manufaktur yang lebih luas.

Di sisi lain, penggunaan motor listrik diharapkan membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak. Peralihan kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik menjadi salah satu bagian dari perubahan sistem transportasi yang tengah didorong pemerintah.

Namun, keputusan untuk menggunakan motor listrik tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Jarak tempuh, akses pengisian atau penggantian baterai, kondisi perjalanan, serta ketersediaan fasilitas pendukung menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Produksi Susu Sapi Tulungagung Capai 38.544 Ton hingga Juli 2026, Rata-Rata Tembus 6.500 Ton Per Bulan

Menariknya, motor listrik yang ditampilkan dalam laporan tersebut juga memiliki logo angka 81. Logo itu dikaitkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 2026.

Kehadiran motor listrik dalam momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari kampanye penggunaan kendaraan produksi dalam negeri. Dengan semakin berkembangnya pilihan model dan ekosistem pendukung, pemerintah berharap masyarakat memiliki alternatif kendaraan yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.

Peluncuran ini menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan industri kendaraan listrik Indonesia. Ke depan, keberhasilan motor listrik nasional 2026 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga kesiapan infrastruktur, baterai, pembiayaan, serta layanan purnajual yang dapat menunjang kebutuhan penggu

Editor : Mohammad Ibnu Syafi
Sumber : dari berbagi sumber
Gesits motor listrik nasional 2026 ekosistem kendaraan listrik Prabowo Subianto motor listrik