Honda Q1e Punya Teknologi Mirip Mobil Listrik, Ternyata Ada Proteksi Canggih di Baliknya

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:55 WIB
Honda Q1e punya teknologi mirip mobil listrik, mulai baterai auxiliary hingga precharge relay. Simak teknologi dan sistem baterainya.
Honda Q1e punya teknologi mirip mobil listrik, mulai baterai auxiliary hingga precharge relay. Simak teknologi dan sistem baterainya.

 

JAKARTA - Honda Q1e disebut memiliki sejumlah teknologi yang konsepnya menyerupai mobil listrik. Salah satunya penggunaan baterai auxiliary 12 volt, precharge relay, serta sistem komunikasi antara baterai dan charger yang bekerja secara berkala.

Hal tersebut diungkapkan dalam video kanal YouTube Dul Teknik yang membahas sejumlah teknologi pada Honda Q1e. Menurut pembuat konten, sejumlah fitur tersebut menjadi pembeda Honda Q1e dibandingkan motor listrik lain di pasaran.

Honda Q1e sendiri sempat menjadi perhatian setelah mendapat program promo dengan harga sekitar Rp9 juta dari harga normal Rp54 juta. Kuota promo tersebut terbatas dan disebut telah habis. Setelah itu, sejumlah unit kembali ditawarkan di pasar dengan harga yang lebih tinggi.

Baca Juga: Polytron Fox 200, Motor Listrik Ringkas dengan Cruise Control dan Jarak Tempuh 85 Km

Punya Sistem Baterai Seperti Mobil Listrik

Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah baterai auxiliary 12 volt. Baterai ini berfungsi sebagai bagian dari sistem kelistrikan dan proteksi sebelum baterai utama bekerja.

Saat motor dinyalakan, baterai auxiliary memberikan suplai untuk mengaktifkan controller dan sejumlah komponen lain, termasuk precharge relay. Setelah sistem memastikan kondisi aman, baterai utama kemudian mulai bekerja.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Dipakai 350 Km, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Menurut Dul Teknik, sistem tersebut memiliki konsep yang mirip dengan mobil listrik. Bahkan ketika baterai utama dilepas, sistem kelistrikan tertentu masih dapat menyala selama baterai auxiliary tersedia.

Sebaliknya, apabila baterai auxiliary kosong atau mengalami masalah, Honda Q1e tidak dapat beroperasi meskipun baterai utamanya masih terpasang dan memiliki daya.

Dua Baterai Disusun Seri

Honda Q1e menggunakan dua baterai yang masing-masing memiliki tegangan sekitar 50 volt. Berbeda dari konfigurasi paralel, kedua baterai tersebut disusun secara seri sehingga menghasilkan tegangan sekitar 100 volt.

Konfigurasi tersebut dinilai memberikan keuntungan dari sisi efisiensi. Dalam pengujian yang disebutkan dalam video, Honda Q1e bahkan masih mampu berjalan ketika indikator baterai menunjukkan 0 persen.

Motor tersebut disebut masih dapat melaju hingga sekitar 60-70 kilometer per jam dan menempuh jarak sekitar 8-10 kilometer setelah indikator menunjukkan baterai habis.

Ada Precharge Relay sebagai Proteksi

Teknologi lain yang menarik berada pada sistem penghubung baterai. Ketika baterai dipasang, konektor belum langsung membuat kedua baterai terhubung secara seri.

Baca Juga: Review Polytron Fox 200, Fox 350, dan Fox R: Kelebihan, Kekurangan, serta Biaya Pakainya

Sistem tersebut dilengkapi precharge relay yang baru akan aktif setelah sejumlah persyaratan keamanan terpenuhi. Salah satunya kondisi jok harus tertutup dengan benar.

Dalam demonstrasi, ketika jok belum rapat, sistem memberikan peringatan. Setelah jok ditutup, precharge relay kemudian aktif dan baterai utama dapat terhubung.

Sistem tersebut menjadi salah satu bentuk proteksi untuk mencegah baterai utama langsung bekerja sebelum seluruh kondisi keamanan terpenuhi.

Baterai dan Charger Saling Berkomunikasi

Honda Q1e juga memiliki sistem komunikasi antara baterai dan charger. Pengisian daya tidak sekadar mengalirkan listrik dari charger menuju baterai.

Baterai dan charger melakukan komunikasi untuk memastikan identitas serta kondisi baterai sebelum proses pengisian berlangsung. Komunikasi tersebut disebut terus berjalan setiap sekitar 10 milidetik.

Ketika baterai mengalami kenaikan suhu atau mencapai tingkat pengisian tertentu, informasi tersebut dapat dikirimkan kepada charger. Arus pengisian kemudian dapat dikurangi hingga dihentikan apabila kondisi membutuhkan.

Saat kapasitas baterai mencapai sekitar 80 persen, misalnya, sistem dapat menurunkan arus pengisian. Konsep tersebut dinilai serupa dengan teknologi pengelolaan baterai pada mobil listrik.

Harga dan Infrastruktur Jadi Pertimbangan

Meski memiliki teknologi yang cukup kompleks, harga Honda Q1e menjadi salah satu perdebatan di pasar. Harga baru yang disebut mencapai Rp54 juta membuat motor ini dibandingkan dengan berbagai motor listrik lain yang berada di bawah Rp20 juta.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Bawa Banyak Upgrade dan Harga Mulai Rp15,5 Juta

Menurut Dul Teknik, perbandingan tersebut kurang tepat jika hanya melihat harga karena teknologi dan konstruksi yang digunakan berbeda. Ia menilai Honda Q1e memiliki keunggulan pada rigiditas bodi, keseimbangan, suspensi, serta sistem baterainya.

Kendala yang masih menjadi perhatian adalah infrastruktur pengisian dan penukaran baterai. Pengembangan fasilitas penukaran baterai Honda dinilai dapat membuat motor ini lebih praktis digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Sementara untuk pasar motor bekas, Honda Q1e dengan harga sekitar Rp25 juta-Rp27 juta dinilai masih menarik. Namun, keputusan membeli tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di wilayah pengguna.

source: YouTube/@DulTeknik

Editor : Hikmatul Insaniya
motor listrik Honda Honda Q1e baterai auxiliary precharge relay mobil listrik