Review Alva Entry Next Gen Setelah 1 Minggu: Banyak Kelebihan, tapi Ada Kekurangannya

Hikmatul Insaniya • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:15 WIB
Review Alva Entry Next Gen setelah dipakai seminggu mengungkap kelebihan dan kekurangannya, mulai suspensi, performa, aplikasi hingga biaya baterai.
Review Alva Entry Next Gen setelah dipakai seminggu mengungkap kelebihan dan kekurangannya, mulai suspensi, performa, aplikasi hingga biaya baterai.

 

JAKARTA - Alva Entry Next Gen menjadi salah satu motor listrik yang menarik perhatian karena menawarkan fitur digital, sistem keyless, serta skema sewa baterai. Setelah digunakan selama sekitar satu minggu untuk aktivitas harian, motor ini ternyata memiliki sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan yang patut diperhatikan calon pengguna.

Dalam video ulasan Randy Wali Nugraha, Alva Entry Next Gen digunakan untuk perjalanan ke kantor dengan jarak sekitar 80 kilometer pulang-pergi dalam sehari. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana motor listrik ini bekerja dalam kondisi penggunaan sehari-hari, bukan sekadar berdasarkan spesifikasi di atas kertas.

Dari hasil pemakaian, sejumlah catatan muncul pada bagian suspensi, jok, kapasitas bagasi, performa, hingga konsumsi baterai. Namun, Alva Entry Next Gen juga mendapat apresiasi karena aplikasi pendampingnya dinilai sangat lengkap dan sistem keyless yang praktis.

Baca Juga: 3 Motor Listrik Honda Dibandingkan: Harga, Jarak Tempuh, Kecepatan, hingga Waktu Charging

Suspensi dan Jok Jadi Catatan

Kekurangan pertama yang dirasakan adalah suspensi depan dan belakang. Keduanya dinilai cukup keras dengan jarak main yang tidak terlalu panjang sehingga kurang nyaman ketika melewati jalan yang tidak rata.

Pengalaman tersebut juga disebut konsisten dengan beberapa unit Alva Entry yang pernah dicoba sebelumnya. Bahkan dengan bobot pengendara sekitar 130 kilogram, suspensi belakang masih terasa kurang nyaman.

Bagian jok juga menjadi perhatian. Jok Alva Entry Next Gen memiliki semacam lumbar support. Bagi pengendara dengan postur tertentu, bagian tersebut justru dapat mengurangi kenyamanan dan membuat tubuh lebih cepat terasa pegal.

Baca Juga: Motor Listrik Honda Terbaru 2025: Icon e dan CUV e Punya Jarak Tempuh hingga 80,7 Km

Deck dan Bagasi Terbatas

Ukuran deck juga dinilai kurang luas bagi pengguna dengan ukuran kaki besar. Selain itu, ruang tersebut belum terlalu fleksibel untuk membawa barang berukuran besar.

Untuk membawa tas berisi laptop masih cukup memadai. Namun, membawa laundry dengan bobot sekitar 9-10 kilogram dinilai cukup merepotkan dibandingkan motor dengan deck lebih luas.

Kapasitas bagasi juga menjadi catatan. Ruang penyimpanan masih bisa digunakan untuk membawa charger, jas hujan, sandal, dan perlengkapan kecil lainnya. Namun, ruang tersebut tidak cukup luas untuk menyimpan laptop sekaligus sepatu.

Performa Belum Jadi yang Teratas

Alva Entry Next Gen memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Urban, dan Sport. Kecepatan maksimal berdasarkan mode tersebut disebut sekitar 65 km/jam untuk Eco, 82 km/jam untuk Urban, dan 93 km/jam untuk Sport.

Baca Juga: Honda Q1e Punya Teknologi Mirip Mobil Listrik, Ternyata Ada Proteksi Canggih di Baliknya

Dalam penggunaan nyata, kecepatan tertinggi yang dicapai pengendara sekitar 89 km/jam. Angka tersebut dinilai masih cukup, tetapi berada di bawah beberapa kompetitor di kelasnya.

Tarikan motor juga dianggap belum sekuat rival tertentu. Mode Eco bahkan dinilai terlalu lambat jika digunakan di jalan raya dan lebih cocok untuk area sempit atau lingkungan dengan lalu lintas rendah.

Fitur lain yang belum tersedia adalah cruise control. Meski demikian, fitur tersebut dinilai tidak terlalu penting untuk penggunaan harian di kawasan yang sering mengalami kemacetan.

Baca Juga: 5 Laptop Rp5–6 Jutaan Terbaik Juli–Agustus 2026, Ada yang Kencang hingga Ringan

Aplikasi Jadi Keunggulan Utama

Di balik berbagai kekurangan tersebut, aplikasi Alva menjadi salah satu keunggulan yang paling diapresiasi. Aplikasi tersebut dapat memantau proses pengisian baterai, termasuk perkiraan waktu baterai mencapai penuh.

Pengguna juga dapat mengatur daya charger. Charger berkapasitas sekitar 840 watt dapat disesuaikan hingga daya yang lebih rendah. Fitur ini berguna bagi rumah dengan kapasitas listrik terbatas karena pengisian dapat dilakukan dengan daya lebih kecil, meski membutuhkan waktu lebih lama.

Aplikasi juga mampu merekam perjalanan, menghitung jarak tempuh, serta menyediakan fitur pemesanan servis. Informasi penggunaan kendaraan dapat dipantau melalui aplikasi tanpa harus mengandalkan trip meter di speedometer.

Keyless dan Skema Sewa Baterai

Alva Entry Next Gen menggunakan sistem keyless yang dinilai praktis. Selama remote berada di dekat pengguna, berbagai fungsi seperti membuka jok, menyalakan motor, dan mengunci setang dapat dilakukan tanpa harus memegang remote.

Motor ini juga menggunakan baterai LFP dengan kapasitas sekitar 45 Ah. Selain itu, tersedia skema berlangganan baterai yang memungkinkan pengguna membayar berdasarkan pemakaian.

Dalam video tersebut, biaya langganan disebut Rp15.000 per bulan untuk pemakaian hingga 700 kilometer. Pemakaian 701-1.800 kilometer dikenai biaya tambahan sehingga total menjadi sekitar Rp200.000 per bulan. Sementara pemakaian di atas 1.800 kilometer membuat total biaya mencapai sekitar Rp350.000 per bulan.

Secara keseluruhan, Alva Entry Next Gen dinilai menarik bagi pengguna yang mengutamakan fitur digital, aplikasi lengkap, keyless, dan skema baterai fleksibel. Namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan suspensi, kapasitas bagasi, performa, serta kebutuhan pengisian daya untuk perjalanan harian.

source: YouTube/@RandyWaluyaNugraha

Editor : Hikmatul Insaniya
Motor Listrik Alva Alva Entry Next Gen review Alva Entry baterai Alva harga Alva Entry