Yamaha XSR 155 Kurang Laku, Ini Alasan yang Disebut Jadi Penyebabnya

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:55 WIB
Yamaha XSR 155 kurang laku disebut karena harga Rp39 juta, pasar yang tersegmentasi, serta waktu peluncuran yang kurang tepat. (Youtube. com)
Yamaha XSR 155 kurang laku disebut karena harga Rp39 juta, pasar yang tersegmentasi, serta waktu peluncuran yang kurang tepat. (Youtube. com)

JAKARTA - Yamaha XSR 155 menjadi salah satu motor retro modern yang menarik perhatian, tetapi populasinya di jalanan Indonesia masih tergolong sedikit. Padahal, Yamaha XSR 155 sudah dipasarkan sejak 2019 dan menawarkan desain klasik dengan mesin yang cukup bertenaga.

Motor ini dinilai memiliki pasar yang sangat spesifik. Harga yang relatif tinggi, karakter berkendara yang tidak sepenuhnya retro, hingga momentum peluncuran disebut menjadi sejumlah faktor yang membuat penjualannya tidak sebesar motor Yamaha lainnya.

Dalam pembahasan mengenai Yamaha XSR 155, motor tersebut sebenarnya dinilai punya sejumlah keunggulan. Desainnya cocok bagi konsumen yang menyukai gaya retro modern, sementara mesin yang digunakan juga memiliki performa menarik.

Baca Juga: XSR 155 Riders Union X BBQ Ride Digelar kembali, Rayakan Loyalitas Fans Sport Heritage yang “Born To Be Free”

Harga Yamaha XSR 155 Jadi Pertimbangan

Salah satu persoalan utama yang disebut membuat Yamaha XSR 155 kurang diminati adalah harga. Dalam transkrip, harga motor ini disebut mencapai Rp39 juta on the road (OTR) Jakarta.

Angka tersebut membuat Yamaha XSR 155 harus berhadapan dengan banyak pilihan lain di pasar. Salah satunya Kawasaki W175 yang disebut memiliki harga mulai Rp32 jutaan hingga sekitar Rp36 jutaan.

Dari sisi kapasitas mesin, Kawasaki W175 juga memiliki kubikasi lebih besar. Kondisi tersebut membuat calon pembeli harus mempertimbangkan kembali pilihan ketika melihat harga dan spesifikasi yang ditawarkan.

Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Bagus dan Awet 2026, Ini 5 Pilihannya

Selain itu, dengan dana sekitar Rp39 juta, konsumen juga memiliki banyak alternatif. Dalam pembahasan disebutkan pilihan tersebut antara lain Yamaha R15, NMAX Turbo, Aerox Turbo, hingga sejumlah motor bekas dengan kelas dan karakter berbeda.

Kondisi ini membuat Yamaha XSR 155 berada di posisi yang cukup sulit. Konsumen harus benar-benar menyukai konsep retro modern untuk memilih motor tersebut dibandingkan model lain.

Mesin Yamaha XSR 155 Berbasis R15

Dari sektor mesin, Yamaha XSR 155 menggunakan mesin 4-tak SOHC 4-valves. Mesin tersebut memiliki bore 58 mm dan stroke 58,7 mm.

Baca Juga: Motor Listrik Honda Terbaru 2025: Icon e dan CUV e Punya Jarak Tempuh hingga 80,7 Km

Tenaga yang dihasilkan disebut mencapai 14,2 kW dengan torsi 14,7 Nm. Mesin tersebut juga disebut memiliki basis yang sama dengan mesin Yamaha R15.

Namun, XSR 155 memiliki bobot lebih ringan. Bobot motor ini disebut 134 kilogram, sedangkan Yamaha R15 mencapai 137 kilogram.

Perbedaan bobot tersebut menjadi salah satu alasan mengapa performa XSR 155 dinilai cukup menarik di kelasnya. Meski begitu, daya tarik motor ini bukan hanya terletak pada performa mesin.

Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan

Karakter desain menjadi alasan utama konsumen memilih XSR 155. Motor tersebut juga dianggap cocok dijadikan motor bahan untuk berbagai jenis modifikasi.

Pasarnya Sangat Tersegmentasi

Faktor lain yang disebut berpengaruh adalah waktu peluncuran. Yamaha XSR 155 hadir ketika tren motor retro klasik disebut sudah melewati puncaknya sekitar 2018.

Tidak lama setelah motor tersebut diperkenalkan, pandemi Covid-19 melanda dunia. Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat masyarakat disebut lebih menahan diri untuk membeli kendaraan.

Padahal, sebelum pandemi, penjualan XSR 155 sempat disebut mencapai sekitar 2.000 unit per bulan. Setelah pandemi, penjualannya kemudian mengalami penurunan.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Juni 2026 di Cibubur, Mulai Rp5,99 Juta

Selain persoalan harga dan momentum, karakter motor ini juga dianggap tidak sepenuhnya mewakili motor retro. Posisi berkendaranya dinilai masih memiliki nuansa sporty seperti motor naked sport.

Bagi penyuka motor retro dengan posisi berkendara santai, karakter tersebut bisa menjadi pertimbangan. Ditambah lagi, pasar motor retro memang sangat tersegmentasi.

Meski demikian, Yamaha XSR 155 tetap memiliki daya tarik tersendiri. Desain bawaannya dinilai sudah cukup menarik dan masih mudah dikembangkan melalui modifikasi.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta

Motor ini dapat diarahkan menjadi scrambler, jap style, racing retro, hingga cafe racer. Bahkan, penggunaan velg palang yang dianggap kurang klasik tetap dinilai bisa dipadukan dengan konsep retro melalui permainan ban dan detail modifikasi.

Pada akhirnya, Yamaha XSR 155 memang bukan motor yang ditujukan untuk semua konsumen. Harga dan pasarnya yang sempit membuat motor ini tidak mudah menjadi produk massal.

Namun bagi konsumen yang menginginkan motor retro modern dan memiliki rencana modifikasi, XSR 155 tetap menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : FUSE BOX MOTO
Yamaha XSR 155 Motor Retro Motor Sport otomotif yamaha