JAKARTA - Memilih bahan motor custom tidak harus langsung menggunakan motor berkapasitas mesin besar. Bagi pemula, Suzuki Thunder 125, Honda Verza, dan Yamaha Bison disebut bisa menjadi pilihan karena harga bahan dan biaya perawatannya relatif terjangkau.
Memulai hobi motor custom memang tidak selalu berjalan mulus. Motor yang terlihat keren dari luar bisa saja menyimpan persoalan pada mesin, kelistrikan, kaki-kaki, maupun komponen lainnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang akhirnya berhenti setelah baru satu atau dua bulan bermain motor custom. Selain faktor hobi yang berubah, persoalan motor yang sering masuk bengkel juga bisa membuat pemilik kapok.
Baca Juga: Rekomendasi Motor Listrik Bagus dan Awet 2026, Ini 5 Pilihannya
Karena itu, pemilihan bahan menjadi salah satu hal penting, terutama bagi pemula. Dimas Gerald menyarankan agar pemain baru tidak langsung membeli motor berkapasitas besar.
Menurutnya, memulai dari motor dengan mesin kecil membuat risiko pengeluaran lebih mudah dikendalikan. Jika ternyata sudah merasa cocok dengan dunia custom, pemilik bisa naik kelas ke motor berkapasitas 400 cc, 600 cc, bahkan 1.000 cc.
Suzuki Thunder 125
Pilihan pertama adalah Suzuki Thunder 125 keluaran 2006. Dalam video, harga bahan motor tersebut disebut berada di kisaran Rp5 jutaan hingga Rp8 jutaan, tergantung kondisi.
Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan
Thunder 125 dinilai fleksibel untuk berbagai gaya. Motor ini bisa diarahkan menjadi Cafe Racer, Tracker, Flat Tracker, maupun Bobber.
Salah satu kelebihannya terletak pada desain sasis. Dimas menilai rangkanya terlihat kokoh karena menggunakan model yang menjepit mesin.
Kaki-kakinya juga masih memungkinkan dipasangi ban berukuran 400 ring 17 atau ring 18 tanpa harus mengganti segitiga depan maupun swing arm. Bahkan, Dimas mengaku pernah mencoba ban ukuran 500 ring 16.
Baca Juga: Alva Cervo, Motor Listrik Buatan Indonesia yang Kencang, Futuristis, tapi Punya Kekurangan
Namun, mesin 125 cc menjadi salah satu kekurangannya. Performa dinilai cukup untuk penggunaan harian dan perjalanan santai, tetapi tidak terlalu cocok bagi yang mengutamakan kecepatan.
Pelek bawaan juga menggunakan model palang. Jika ingin mengubahnya menjadi pelek jari-jari, pemilik harus menyiapkan biaya tambahan untuk tromol, jari-jari, pelek, dan penyetelan.
Honda Verza dan Yamaha Bison
Pilihan berikutnya adalah Honda Verza keluaran 2013. Harga bahan yang disebut dalam video berada di kisaran Rp6 juta hingga Rp8 jutaan.
Keunggulan Verza adalah mesinnya sudah menggunakan sistem injeksi. Selain itu, suku cadangnya dinilai cukup mudah ditemukan dengan harga yang relatif terjangkau.
Baca Juga: Motor Listrik Honda Terbaru 2025: Icon e dan CUV e Punya Jarak Tempuh hingga 80,7 Km
Motor ini cocok untuk konsep Tracker, Flat Tracker, dan Cafe Racer. Namun, Dimas menilai bentuk sasisnya kurang ideal jika ingin membuat Bobber yang mengekspos rangka.
Kaki-kaki depan juga menjadi perhatian. Jarak shockbreaker yang ramping membuat pemasangan ban berukuran 400 ring 17 membutuhkan perubahan tambahan karena berpotensi bergesekan dengan tabung shockbreaker.
Sementara itu, Yamaha Bison menjadi pilihan lain yang disebut sangat populer sebagai bahan motor custom. Untuk keluaran 2013, harganya disebut berada di kisaran Rp6 juta hingga Rp7 juta.
Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta
Bison bisa digunakan untuk berbagai konsep, termasuk Cafe Racer, Tracker, Flat Tracker, dan Bobber. Kaki-kakinya menjadi salah satu keunggulan karena shockbreaker depan berdiameter 41 mm dan memiliki jarak yang cukup lebar.
Bagian belakang juga memiliki arm yang cukup lebar sehingga memungkinkan penggunaan ban berukuran lebih besar. Suku cadangnya turut dinilai murah dan mudah ditemukan.
Kekurangannya, sasis Bison masih membutuhkan sejumlah trik jika ingin dibuat menjadi Bobber. Peleknya juga masih menggunakan model palang sehingga perlu biaya tambahan jika ingin memakai pelek jari-jari.
Baca Juga: Motor Listrik Terbaik 2026, Ini 5 Pilihan dan Harganya
Pada akhirnya, pemilihan bahan motor custom perlu disesuaikan dengan konsep dan kemampuan pemilik. Bagi pemula, Dimas menyarankan memulai dari motor sederhana dengan biaya yang lebih mudah dikendalikan.
Dengan begitu, pengalaman membangun motor custom bisa menjadi proses untuk mengetahui apakah hobi tersebut benar-benar cocok sebelum beralih ke mesin berkapasitas lebih besar.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Atenx Katros