Kawasaki Ninja 250 Cafe Racer Ini Tampil Pendek, Setup Kaki-kakinya Bikin Pangling

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Kawasaki Ninja 250 Cafe Racer ini tampil rendah dengan pelek jari-jari, ban gambot, bodywork custom, dan buntut tawon berukuran kecil. (Youtube. com)
Kawasaki Ninja 250 Cafe Racer ini tampil rendah dengan pelek jari-jari, ban gambot, bodywork custom, dan buntut tawon berukuran kecil. (Youtube. com)

JAKARTA - Kawasaki Ninja 250 Cafe Racer milik Juli Purwantoro alias Jupur tampil berbeda dari versi standarnya. Motor 250 cc dua silinder tersebut mendapat ubahan pada kaki-kaki, frame belakang, bodywork, hingga posisi berkendara sehingga menghasilkan tampilan rendah dan padat.

Motor yang menjadi bahan custom adalah Kawasaki Ninja 250 karburator tahun 2010. Menurut Jupur, pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ia ingin membangun motor custom secara bertahap sebelum nantinya beralih ke motor dengan kapasitas dan jumlah silinder yang lebih besar.

Sebelum memiliki Ninja 250, Jupur terlebih dahulu membangun Yamaha Bison. Motor tersebut kemudian terjual dan menjadi salah satu pijakan sebelum dirinya melanjutkan proyek Ninja.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Juni 2026 di Cibubur, Mulai Rp5,99 Juta

Proses pembangunan Ninja 250 hingga menjadi seperti sekarang membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima bulan. Awalnya, Jupur berniat membeli motor yang sudah setengah jadi, kemudian melakukan ubahan ringan.

Namun, prosesnya berkembang. Hampir seluruh konsep akhirnya dirombak untuk mendapatkan proporsi dan fitment yang diinginkan.

Kaki-kaki Jadi Salah Satu Daya Tarik

Salah satu bagian yang paling mencolok adalah sektor kaki-kaki. Pelek bawaan palang dikonversi menjadi model jari-jari menggunakan pelek aftermarket aluminium.

Pelek depan berukuran 3 inci dan belakang 3,5 inci. Keduanya menggunakan ring 17.

Baca Juga: Motor Listrik Honda Terbaru 2025: Icon e dan CUV e Punya Jarak Tempuh hingga 80,7 Km

Ban memakai Primax dengan ukuran 400 ring 17 di depan dan 450 ring 17 di belakang. Profil ban yang tebal membuat tampilan motor terlihat lebih berisi.

Suspensi depan masih menggunakan bawaan Ninja 250. Sementara bagian belakang menggunakan shock aftermarket Ride It dengan ukuran yang disebut sekitar 320 mm.

Karena Ninja 250 versi standar menggunakan monoshock, swing arm mendapat ubahan berupa dudukan bracket untuk mengakomodasi sistem dual shock di kiri dan kanan.

Sistem pengereman juga mendapat sentuhan. Rem belakang masih menggunakan disc brake standar, sedangkan selang rem diganti menggunakan produk TDR. Rem depan menggunakan disc brake berukuran lebih besar.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta

Bodywork Custom dan Buntut Tawon

Perubahan bodywork mencakup spakbor depan, tangki, cover mesin bawah, cover samping, serta bagian belakang model buntut tawon.

Sasis depan masih menggunakan bagian bawaan. Namun, rangka belakang telah dirombak untuk menyesuaikan seluruh body custom.

Material bodywork disebut menggunakan plat, termasuk tangki, cover bawah, body samping, dan buntut tawon.

Tangki menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Bentuknya dibuat memanjang dengan punuk yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu cembung.

Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan

Bagian tepi tangki juga memiliki aksen nat yang membuatnya tidak terlihat polos. Tutup tangki masih mempertahankan komponen standar.

Buntut tawon dibuat relatif kecil. Bahkan, dimensinya tidak lebih tinggi dari jok. Menurut penilaian dalam video, ukuran tersebut justru membuat proporsi bagian belakang terlihat pas.

Motor juga dibuat rendah dengan jarak antara ban dan body belakang hanya sekitar tiga jari.

Baca Juga: Dealer Motor Listrik Alfa Resmi Hadir di Jogja, Harga Mulai Rp21 Jutaan

Masih Nyaman untuk Harian

Meski mengusung konsep Cafe Racer, motor ini tetap digunakan untuk kebutuhan harian. Karena itu, perangkat penerangan tetap lengkap.

Lampu depan menggunakan ukuran 7 inci. Lampu sein berada di ujung stang kiri dan kanan.

Lampu belakang dibuat menyatu dengan bagian sasis belakang. Sistem tersebut sekaligus memuat fungsi lampu malam, rem, dan sein sehingga tidak ada lampu sein tambahan yang menonjol di bagian buritan.

Posisi berkendara menggunakan stang clip-on Black Diamond. Posisi stang dibuat lebih menunduk, tetapi masih dinilai cukup nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta

Footstep masih menggunakan komponen standar. Sementara segitiga depan disebut masih bawaan dengan sejumlah penyesuaian.

Untuk knalpot, motor menggunakan model sederhana dengan seliner berbahan stainless. Pipa depan disebut masih menggunakan bagian standar yang kemudian dipotong dan disesuaikan.

Jupur mengatakan inspirasi desain motor tersebut berasal dari berbagai sumber, terutama media sosial. Ia juga menyebut beberapa nama builder luar negeri sebagai referensi.

Baca Juga: Harga Motor Listrik Agustus 2026 di Cibubur, Mulai Rp1,4 Juta

Dalam pembangunannya, Jupur menghabiskan sekitar Rp30 jutaan untuk bahan awal Ninja 250. Setelah itu, proses custom kembali membutuhkan biaya sekitar Rp30 jutaan.

Menurutnya, bagian yang paling menguras biaya adalah proses trial and error serta pencarian fitment yang tepat. Detail seperti ban Primax juga menjadi salah satu komponen dengan biaya tambahan.

Secara keseluruhan, motor ini mendapat apresiasi karena kombinasi kaki-kaki yang relatif terjangkau, bodywork rendah, tangki memanjang, serta buntut tawon yang dibuat kecil. Namun, masih ada beberapa detail yang dinilai dapat diperbaiki, terutama bagian as shock depan yang terlihat menonjol dan penataan kabel.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Atenx Katros
Kawasaki Ninja 250 Cafe Racer Kawasaki Ninja 250 Cafe Racer Juli Purwantoro motor custom