JAKARTA - Polygon Xtrada 2026 mendapat pembaruan besar pada lini sepeda gunungnya. Melalui tajuk All New, Polygon melakukan perubahan pada spesifikasi seluruh seri dengan empat poin utama, yakni groupset terbaru, teknologi Universal Derailleur Hanger atau UDH, dropper seat post pada seri 6 dan 7, serta penggunaan roda 29 inci.
Pembaruan tersebut membuat Xtrada terbaru tidak hanya mengalami perubahan tampilan. Fondasi frame dan sejumlah komponen juga mendapat peningkatan dibanding seri sebelumnya.
Xtrada merupakan salah satu model andalan Polygon di segmen MTB cross country. Sepeda ini dipasarkan di Indonesia hingga sejumlah negara lain, termasuk Eropa dan Australia.
Selain spesifikasi, Polygon juga mempertahankan pendekatan Wheel Fit Size System pada pengembangan lini Xtrada. Sistem sizing ini memperhitungkan ukuran frame, proporsi tubuh rider, serta ukuran roda agar posisi berkendara lebih pas.
Meski seluruh Polygon Xtrada 2026 menggunakan roda 29 inci, ukuran frame tetap disesuaikan untuk menjaga handling, kontrol, dan kenyamanan. Tujuannya bukan sekadar memastikan sepeda dapat digunakan, tetapi memberikan karakter berkendara yang sesuai pada setiap pilihan ukuran.
UDH Jadi Salah Satu Upgrade Penting
Salah satu perubahan utama pada Polygon Xtrada 2026 adalah penggunaan Universal Derailleur Hanger atau UDH. Teknologi ini merupakan standar pengait derailleur belakang yang dirancang agar dapat digunakan secara universal pada berbagai frame sepeda modern.
Baca Juga: E Bike Polygon Terbaru 2026, Ada Pilihan untuk Kota hingga Jalur Ekstrem
Sebelumnya, bentuk hanger derailleur dapat berbeda pada setiap merek maupun model frame. Hal tersebut membuat penggantian komponen menjadi lebih sulit karena hanger dari satu frame belum tentu kompatibel dengan frame lain.
UDH hadir dengan bentuk standar sehingga penggantian hanger disebut lebih mudah. Sistem ini juga memberikan fleksibilitas untuk groupset modern serta membantu mengurangi risiko kesalahan pemasangan.
Posisi derailleur belakang pada desain UDH juga lebih masuk ke area frame dibanding sistem non-UDH. Dengan posisi tersebut, hanger dan derailleur disebut lebih terlindungi ketika sepeda jatuh atau terkena benturan.
Penggunaan UDH juga menjadi bagian dari peningkatan kesiapan Xtrada terhadap standar drivetrain generasi terbaru.
Selain UDH, seluruh seri Xtrada terbaru mendapat perubahan dari sistem quick release atau QR menjadi Boost thru axle pada bagian depan dan belakang. Perubahan ini disebut membuat rangka lebih kaku dan handling lebih presisi.
Frame alloy ALX yang digunakan juga memiliki internal cable routing dan tapered head tube. Sementara geometri baru mengarah pada desain modern dengan triangle yang lebih kecil untuk menghasilkan karakter sepeda yang gesit saat bermanuver.
Perbedaan Xtrada 5 dan Xtrada 6
Dari sisi spesifikasi, Polygon Xtrada 5 dan Xtrada 6 memiliki tingkat penggunaan berbeda. Xtrada 5 ditujukan untuk kebutuhan harian hingga off-road ringan.
Baca Juga: E Bike Polygon Terbaru 2026, Ada Pilihan untuk Kota hingga Jalur Ekstrem
Seri ini menggunakan fork Suntour XCM32 dengan travel 120 mm. Groupset yang digunakan adalah Shimano CUES 1x10 speed dengan chainring 32T dan cassette 10-48T.
Kombinasi tersebut menghasilkan rasio gear yang disiapkan untuk menghadapi tanjakan sekaligus digunakan menjaga kecepatan di jalan datar.
Xtrada 5 juga menggunakan BB Hollowtech, rem hidraulik, ban berukuran 2,25 inci, serta rim alloy double wall. Pada bagian freehub, seri terbaru disebut sudah menggunakan sistem dengan suara khas "jangkrik".
Sementara Polygon Xtrada 6 membawa peningkatan yang lebih besar untuk kebutuhan lintasan teknis. Sepeda ini menggunakan fork X-Fusion MIGO dengan sistem air spring yang menggantikan sistem coil pada seri sebelumnya.
Sistem tersebut disebut memberikan respons redaman yang lebih halus ketika melintasi medan bergelombang. Keunggulan lain Xtrada 6 adalah penggunaan dropper seat post X-Fusion Manic LC.
Melalui tuas di stang, rider dapat mengatur ketinggian sadel secara instan. Fitur ini dapat digunakan ketika menghadapi turunan maupun jalur teknis untuk membantu meningkatkan kontrol dan stabilitas.
Pada sektor transmisi, Xtrada 6 menggunakan Shimano Deore 1x12 speed. Sepeda ini memakai chainring 32T yang dipadukan dengan cassette 10-51T.
Xtrada 6 juga menggunakan BB Hollowtech, rem hidraulik, ban 2,25 inci, rim alloy double wall, serta hub dan freehub Shimano.
Meski membawa sejumlah peningkatan, terdapat dua catatan yang masih sama pada seluruh seri Xtrada terbaru. Hand grip masih menggunakan karet standar dan belum tipe lock ring.
Selain itu, seluruh seri masih menggunakan rem Shimano MT200. Karakter pengereman ini disebut mencukupi untuk penggunaan harian hingga off-road ringan dan dapat disesuaikan melalui upgrade sesuai kebutuhan pengendara.
Sementara itu, Xtrada 7 disebut memiliki spesifikasi lebih tinggi dan akan dibahas secara terpisah. Informasi harga Polygon Xtrada 2026 tidak disebutkan dalam transkrip. Penonton diarahkan untuk memeriksa informasi tersebut melalui kolom deskripsi.
Editor : Maylanni Diana Fitri