JAKARTA - Veda Ega Pratama menutup Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 sebagai vice champion dunia dengan koleksi 181 poin. Prestasi itu sekaligus membuka jalan bagi pembalap Indonesia tersebut menuju Moto3 pada usia 17 tahun.
Veda menjalani musim 2025 dengan perjalanan yang penuh tantangan. Pembalap bernomor 54 itu tidak hanya menghadapi persaingan ketat di lintasan Eropa, tetapi juga harus melewati cedera serius yang membuatnya absen dalam dua balapan.
Perjalanan Veda dimulai di Jerez, Spanyol. Pada race pertama, ia harus start dari posisi ke-15. Namun, Veda langsung melesat dan menembus rombongan depan hingga sempat berada di posisi pertama.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Aragon 2026 Lengkap: Jam Tayang Moto3, Klasemen, dan Posisi Veda Ega Pratama
Ia akhirnya finis ketiga dan mengamankan 16 poin. Hasil tersebut membuat Veda berada di posisi ketiga klasemen sementara.
Pada race kedua di Jerez, Veda kembali mengawali balapan dari posisi ke-15. Ia kembali tampil agresif dan sempat memimpin lomba pada lap kelima.
Namun, insiden pada lap kedelapan membuat motornya terjatuh. Veda gagal finis atau DNF dan harus meninggalkan Jerez tanpa tambahan poin.
Baca Juga: Podium Aragon Jadi Bukti Veda Ega Pratama Makin Berbahaya, Dani Pedrosa Ikut Disorot
Cedera Serius dan Comeback Veda
Ujian lebih berat datang beberapa hari kemudian ketika Veda mengikuti FIM JuniorGP World Championship di Estoril, Portugal. Ia mengalami high side yang menyebabkan patah tulang fibula kaki kanan.
Veda kemudian menjalani operasi di Barcelona, Spanyol, pada 7 Mei 2025. Kondisi tersebut membuatnya dinyatakan tidak fit untuk tampil di Le Mans, Prancis.
Dua race harus dilewatkan. Tanpa tambahan poin, posisi Veda di klasemen turun hingga peringkat ke-12 dengan koleksi 16 poin.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Naik Podium di Aragon, Reaksi Dani Pedrosa hingga David Almansa Jadi Sorotan
Namun, Veda mampu bangkit di Aragon. Sekitar satu bulan setelah operasi, ia kembali balapan dan langsung merebut pole position.
Pada race pertama Aragon, Veda sempat memimpin sebelum akhirnya finis keempat. Hasil serupa kembali diraih pada race kedua. Dua kali finis keempat membuatnya mengumpulkan tambahan 26 poin dan mengembalikan momentum persaingannya.
Titik balik terbesar terjadi di Mugello, Italia. Veda merebut posisi start kedua dan kemudian memenangkan race ketujuh setelah melakukan serangan pada lap terakhir.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Naik Podium di Aragon, Reaksi Dani Pedrosa hingga David Almansa Jadi Sorotan
Sehari berselang, ia kembali menang. Duel dengan Hakim Danish berakhir sangat ketat dengan keunggulan hanya 0,011 detik.
Dua kemenangan tersebut membuat Veda mengoleksi 92 poin dan kembali masuk tiga besar klasemen sementara.
Dari Mugello hingga Vice Champion Dunia
Veda kemudian melanjutkan performa kuat di Sachsenring. Pada race pertama, ia finis keempat dalam kondisi lintasan basah.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Start dari Posisi 12, Pembalap Indonesia Punya Modal Kuat Kejar Podium
Pada race kedua, Veda bangkit dari posisi ke-13 dan secara bertahap kembali ke depan. Ia akhirnya meraih kemenangan ketiganya musim itu.
Tambahan 25 poin membuat koleksinya mencapai 130 poin. Veda semakin dekat dengan persaingan gelar.
Di Red Bull Ring, Austria, Veda kembali menunjukkan kecepatannya dengan merebut pole position. Namun, dua race beruntun berakhir sebagai runner-up setelah kalah dari Brian Uriarte.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Aragon 2026 Lengkap: Jam Tayang Moto3, Klasemen, dan Posisi Veda Ega Pratama
Dua hasil tersebut membuat Veda mengumpulkan 170 poin dan naik ke posisi kedua klasemen. Jaraknya dengan Uriarte masih 21 poin, sementara dua race terakhir menanti di Misano.
Harapan meraih gelar juara akhirnya pupus pada race pertama Misano. Veda terjatuh setelah terlibat kontak dengan pembalap lain lima lap sebelum finis.
Ia gagal mendapatkan poin dan turun ke posisi ketiga. Pada saat yang sama, kemenangan Brian Uriarte memastikan gelar juara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Baca Juga: Podium Aragon Jadi Bukti Veda Ega Pratama Makin Berbahaya, Dani Pedrosa Ikut Disorot
Namun, Veda masih memiliki peluang merebut status vice champion. Jaraknya dengan Hakim Danish hanya satu poin sebelum race terakhir.
Veda mengawali race penutup dari posisi kedua, sedangkan Danish start dari posisi keenam. Duel keduanya berlangsung ketat hingga lap ketujuh ketika Danish terjatuh.
Veda kemudian memilih membalap lebih tenang untuk mengamankan posisi klasemen. Ia finis keempat, tetapi turun ke posisi kelima setelah mendapat penalti tiga detik.
Baca Juga: Bukan dari Barisan Depan, Veda Ega Pratama Siap Buru Podium dari Start ke-12
Hasil tersebut tetap cukup untuk mengamankan tambahan 11 poin. Veda menutup musim dengan 181 poin dan menjadi vice champion dunia Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Yang membuat pencapaian itu semakin kuat, Veda hanya mengikuti 12 dari total 14 race karena cedera. Meski kehilangan dua balapan, ia tetap mampu mengakhiri musim sebagai runner-up.
Prestasi tersebut menjadi tiket emas menuju Moto3. Veda membuktikan perjuangannya melalui musim yang diwarnai podium, tiga kemenangan, cedera, operasi, hingga comeback di lintasan Eropa.
Baca Juga: Bukan dari Barisan Depan, Veda Ega Pratama Siap Buru Podium dari Start ke-12
Dari keterpurukan setelah cedera hingga berdiri sebagai vice champion dunia, Veda Ega Pratama menutup 2025 dengan peluang besar menuju panggung balap Grand Prix.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : SPORT3 Indonesia