Polygon Xtrada 7 2026, Upgrade Besar di SRAM Eagle 12 Speed hingga UDH

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Polygon Xtrada 7 2026 mendapat SRAM Eagle 1x12 speed, fork air 120 mm, dropper 150 mm, roda 29 inci, dan UDH.(pinterest)
Polygon Xtrada 7 2026 mendapat SRAM Eagle 1x12 speed, fork air 120 mm, dropper 150 mm, roda 29 inci, dan UDH.(pinterest)

JAKARTA - Polygon Xtrada 7 2026 membawa sejumlah peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Perubahan paling menonjol terdapat pada sistem penggerak SRAM Eagle 1x12 speed, fork air, dropper seat post, serta frame yang sudah menggunakan standar Universal Derailleur Hanger atau UDH.

Dalam review terbaru, Xtrada 7 generasi terbaru disebut memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dibanding Xtrada 7 sebelumnya. Sepeda ini juga dinilai mampu digunakan untuk berbagai karakter medan, mulai dari tanjakan, turunan, jalan tanah hingga aspal.

Polygon Xtrada 7 2026 hanya tersedia dalam satu pilihan warna, yakni biru gradasi hitam. Sementara pilihan ukuran frame terdiri dari S, M, L, dan XL.

Size S diperuntukkan bagi pengendara dengan tinggi badan 152-165 cm. Size M untuk 162-175 cm, size L untuk 172-185 cm, dan size XL untuk 182-192 cm.

Dari bagian kokpit, Xtrada 7 2026 memakai handlebar aluminium Polygon Sport dengan panjang 760 mm. Stang tersebut memiliki diameter 31,8 mm dan menggunakan model rise.

Stem yang digunakan juga berasal dari Polygon Sport berbahan aluminium. Panjangnya sekitar 40 mm atau 6 cm dengan sudut rise sekitar 7 derajat.

Kokpit juga dilengkapi empat spacer serta headset sealed bearing Zero Stack. Berdasarkan pengalaman penggunaan, kombinasi tersebut membuat posisi berkendara terasa stabil dan tidak terlalu berat.

Fork Air Travel 120 mm

Masuk ke sektor suspensi, Polygon Xtrada 7 2026 menggunakan fork X-Fusion MIGO RC dengan travel 120 mm. Berbeda dari sistem coil, fork ini sudah menggunakan sistem air.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Dibuntuti Mark Marquest di Aragon, Ujian Mental Jadi Sorotan

Tekanan udara dapat disesuaikan melalui bagian pengaturan suspensi. Rebound juga dapat diatur sesuai kebutuhan pengendara.

Fork tersebut menggunakan stanchion 32 mm dan tapered steerer. Sistem Boost thru axle pada bagian depan berukuran 15 x 110 mm.

Frame yang digunakan adalah ALX Z Trail yang dirancang untuk roda 29 inci. Bagian depan dan belakang juga telah menggunakan sistem Boost thru axle.

Untuk bagian belakang, ukurannya mencapai 12 x 148 mm. Frame sudah menerapkan internal cable routing. Kabel masuk dari sisi frame dan tidak terlihat keluar dari bagian bawah.

Dari segi tampilan, frame menggunakan warna biru gradasi hitam. Dekorasinya dibuat sederhana dengan tulisan Polygon yang terlihat pada bagian head tube dan frame bawah.

SRAM Eagle 1x12 Speed Jadi Andalan

Peningkatan terbesar Xtrada 7 2026 terdapat pada drivetrain. Sepeda ini menggunakan groupset SRAM Eagle 1x12 speed.

Baca Juga: Harga Sepeda E-Bike 2026 di Rodalink Serpong, Diskon hingga Rp11 Juta

Crankset menggunakan SRAM Eagle 70 dengan chainring 32T. Panjang crank arm mencapai 170 mm, sedangkan bottom bracket menggunakan SRAM DUB BSA 73 mm.

Bagian cassette menggunakan SRAM CS-XC 1270 dengan rentang gear 10T hingga 52T. Kombinasi chainring 32T dengan sprocket 52T membuat rasio gear pada tanjakan terasa ringan.

Rear derailleur menggunakan SRAM RD70 A1 12 speed dan sudah dilengkapi fitur lock. Shifter juga menggunakan SRAM SL70 A1 12 speed.

Dalam pengujian, perpindahan gear dinilai terasa presisi. Pengoperasian SRAM juga disebut memberikan rasa stabil ketika sepeda digunakan di tanjakan.

Sektor pengereman menggunakan Shimano MT200 dengan brake lever Shimano BL-MT2 dan kaliper hydraulic disc brake. Rotor depan menggunakan ukuran 180 mm, sedangkan rotor belakang 160 mm.

Untuk wheelset, sepeda ini memakai ban Maxxis Recon berukuran 29 x 2,25 inci yang sudah tubeless. Pelek menggunakan alloy double wall dengan tinggi 23 mm dan lebar 30 mm.

Wheelset tersebut memiliki 32 jari-jari. Hub depan menggunakan Novatek D041SB, sedangkan hub belakang memakai Novatek D442SB. Keduanya sudah menggunakan thru axle dan center lock.

Fitur lain yang menjadi perhatian adalah dropper seat post X-Fusion Manic. Komponen tersebut memiliki travel 150 mm dengan diameter 30,9 mm dan panjang keseluruhan sekitar 429 mm.

Posisi seat post dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengendara. Xtrada 7 2026 juga telah menggunakan UDH sebagai standar dudukan rear derailleur.

Setelah digunakan, pengulas menilai Xtrada 7 2026 lebih nyaman dibanding generasi sebelumnya. Sepeda ini disebut tetap mampu digunakan untuk jalanan menurun, medan tanah, maupun aspal.

Harga Xtrada 7 2026 disebut berada di kisaran Rp11 juta dalam transkrip. Namun, nominal lengkapnya tidak terdengar jelas sehingga calon pembeli diarahkan mengecek informasi terbaru melalui kolom deskripsi.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sepeda MTB Polygon Xtrada UDH Polygon Xtrada 7 2026 SRAM Eagle 12 Speed