JAKARTA - Polygon Razor Elite Pro XL menjadi salah satu sepeda BMX yang disebut banyak diburu penghobi hingga stok di dealer Polygon cepat habis. Dalam video review Ahmad Sinan, sepeda ini disebut bisa memiliki antrean inden 40 hingga 50 orang, sementara stok yang datang ke Rodalink terkadang hanya sekitar dua unit.
Popularitas Polygon Razor Elite Pro XL juga disebut semakin terlihat di media sosial. Ahmad Sinan mengatakan sepeda tersebut kerap muncul di TikTok dan Instagram. Kondisi itu membuat minat terhadap BMX ini tetap tinggi meski harganya berada di kisaran Rp3,5 juta.
Polygon Razor Elite Pro XL merupakan salah satu varian dari keluarga Polygon Razor. Sepeda tersebut tersedia dalam dua pilihan warna. Salah satunya perpaduan biru dengan gradasi oranye dan kuning. Pilihan lainnya menggunakan warna merah dengan gradasi kuning dan oranye.
Menurut Ahmad Sinan, kelangkaan unit menjadi salah satu hal yang membuat Polygon Razor Elite Pro XL banyak dicari. Bahkan, beberapa dealer Polygon disebut tidak memiliki stok sepeda tersebut sehingga konsumen harus melakukan inden.
Dibuat untuk Penghobi BMX
Polygon Razor Elite Pro XL diposisikan sebagai sepeda yang menawarkan akselerasi, kelincahan, dan kenyamanan bagi penghobi BMX. Dalam review tersebut, sepeda ini juga disebut cocok bagi pengguna yang ingin mulai menekuni olahraga BMX.
Baca Juga: Polygon Sisq T7E, E-Bike Rp55 Jutaan yang Bikin Pengendaranya Rela Tersesat
Ahmad Sinan menilai Razor Elite Pro XL bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang belum membutuhkan sepeda BMX dengan spesifikasi lebih tinggi. Ia menyebut Polygon juga memiliki lini BMX lain seperti Rapture dengan harga yang lebih tinggi.
Namun, menurutnya, produk dengan harga lebih tinggi bisa terasa berlebihan bagi pengguna yang baru belajar BMX. Karena itu, Polygon Razor Elite Pro XL dinilai lebih masuk akal bagi penghobi yang ingin memiliki BMX dengan karakter lebih serius.
Selain Razor Elite Pro XL, Polygon juga memiliki Razor Mini dan Razor Junior. Kedua varian tersebut mempunyai ukuran frame yang lebih pendek. Keduanya juga menggunakan ban slick yang membuat bobotnya disebut lebih ringan.
Razor Elite Pro XL sendiri memiliki wheel berukuran 20 inci dengan 36 jari-jari. Bagian drivetrain menggunakan crank set Samox dengan chainring 44T. Sementara sprocket belakang menggunakan sistem single speed dengan ukuran 16T.
Bobot 10,8 Kilogram
Salah satu pengujian yang dilakukan Ahmad Sinan adalah mengukur bobot Polygon Razor Elite Pro XL. Sepeda tersebut ditimbang menggunakan timbangan yang biasa dibawa saat melakukan review.
Hasilnya menunjukkan bobot sepeda berada di angka 10,8 kilogram. Ahmad Sinan menyebut fork rigid berbahan steel menjadi salah satu bagian yang berkontribusi terhadap bobot tersebut.
Baca Juga: Brian Uriarte Menang Dramatis, Veda Ega Pratama Finis Keenam di Rookies Cup
Fork rigid itu juga masih dapat di-upgrade jika pengguna menginginkan perubahan pada bagian tersebut.
Dari sisi ukuran, Ahmad Sinan yang memiliki tinggi badan 173 sentimeter juga mencoba langsung Polygon Razor Elite Pro XL. Ia menilai posisi dan panjang ris yang digunakan terasa pas ketika sepeda dikendarai.
Dalam pengujian tersebut, ia menyebut sepeda terasa nyaman digunakan. Pengujian itu sekaligus memberikan gambaran bagi calon pengguna dengan tinggi badan sekitar 173 sentimeter mengenai posisi berkendara pada Razor Elite Pro XL.
Saat review dilakukan, satu unit Polygon Razor Elite Pro XL disebut masih tersedia di Rodalink Serpong. Konsumen yang tertarik disarankan mengecek ketersediaan unit karena stok sepeda tersebut disebut terbatas.
Dengan harga sekitar Rp3,5 juta, Polygon Razor Elite Pro XL menawarkan konfigurasi BMX single speed 44T-16T dengan wheel 20 inci dan bobot 10,8 kilogram. Popularitasnya di kalangan penghobi BMX membuat unit sepeda ini menjadi salah satu produk yang cukup sulit ditemukan di sejumlah dealer.
Editor : Maylanni Diana Fitri