Polygon Rapture Diuji Atlet BMX, Disebut Mudah Dikendalikan dan Siap untuk Balapan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:20 WIB
Polygon Rapture diuji atlet BMX Alam dan dinilai mudah dikendalikan. Simak karakter, spesifikasi race, teknik dasar, dan keselamatan BMX Cross.(pinterest)
Polygon Rapture diuji atlet BMX Alam dan dinilai mudah dikendalikan. Simak karakter, spesifikasi race, teknik dasar, dan keselamatan BMX Cross.(pinterest)

JAKARTA - Polygon Rapture mendapat penilaian positif dari atlet sekaligus coach BMX, Alam, setelah digunakan untuk mencoba sejumlah teknik BMX. Sepeda tersebut dinilai memiliki karakter yang mudah dikendalikan, responsif, dan sudah mendukung kebutuhan balap BMX Cross.

Dalam sesi pengujian, Alam mencoba Polygon Rapture untuk melakukan beberapa teknik, seperti manual, wheelie, dan bunny hop. Dari pengujian tersebut, ia menilai sepeda terasa rigid dan mampu menyalurkan tenaga pedal secara efisien.

“Sepedanya cukup rigid. Terus untuk pedaling stiff. Jadi transfer power kita ke sepeda itu efisien,” kata Alam dalam video tersebut.

Menurutnya, karakter frame Polygon Rapture juga mudah diikuti ketika pengendara melakukan gerakan tertentu. Sepeda tidak terasa liar sehingga pengendara dapat lebih mudah menerapkan teknik.

Alam bahkan menilai karakter tersebut cocok bagi pembalap pemula. Pengendara yang baru mengenal BMX Cross disebut tidak akan terlalu kesulitan mengendalikan sepeda.

Geometri Jadi Faktor Penting

Alam menjelaskan, atlet BMX biasanya sudah dapat melihat karakter sebuah sepeda dari bentuk dan geometrinya. Hal yang diperhatikan antara lain bagian depan frame, diameter frame, panjang top tube, hingga wheelbase.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Raih Tiket Moto3 Usai Jadi Vice Champion Rookies Cup 2025

Keseimbangan antara geometri frame dan komponen juga menjadi faktor penting. Menurut Alam, Polygon Rapture memiliki keseimbangan yang membuatnya mudah di-handle.

Saat melakukan manual, bagian depan dan belakang sepeda dinilai cukup seimbang. Sepeda juga terasa ringan ketika digunakan untuk mengangkat bagian depan.

“Untuk manual sendiri ringan, terus keseimbangannya juga enak depan belakang,” ujar Alam.

Polygon Rapture dalam pembahasan tersebut disebut sebagai sepeda yang sudah ready to race. Beberapa komponen memang telah disesuaikan dalam pengujian, tetapi tidak banyak bagian yang perlu diganti.

Komponen yang disebut telah diganti antara lain chainring depan, pedal, dan rantai. Rantai menggunakan konfigurasi sembilan kecepatan agar kayuhan terasa lebih ringan.

Selebihnya, komponen bawaan dinilai masih layak digunakan untuk kebutuhan balap.

BMX Cross Punya Karakter Berbeda

Pembahasan Polygon Rapture juga membuka gambaran mengenai olahraga BMX Cross. Alam menjelaskan, BMX Cross berbeda dari anggapan umum yang sering mengaitkan BMX dengan freestyle atau aksi trik.

Baca Juga: E Bike MTB Murah 2026, Ada Manrola Rp8 Jutaan dengan Motor 250 Watt

BMX Cross merupakan olahraga yang dilakukan di lintasan dengan berbagai rintangan. Trek memiliki karakter bergelombang dan sejumlah obstacle yang harus dilewati dengan kecepatan tinggi.

Dalam perlombaan, delapan pembalap dapat melakukan start secara bersamaan. Lintasan yang dibahas memiliki panjang sekitar 350 hingga 400 meter dan dapat diselesaikan dalam kisaran 32 sampai 35 detik untuk satu putaran.

Ukuran roda BMX Cross juga memiliki karakter tersendiri. Sepeda menggunakan roda ring 20, sementara ukuran frame dapat disesuaikan dengan postur pengendara.

Pilihan ukuran frame disebut tersedia mulai Pro, Pro XL hingga ukuran yang lebih besar. Karena itu, tinggi badan pengendara menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih BMX.

Meski dirancang untuk lintasan, BMX juga dapat digunakan untuk aktivitas harian. Alam menyebut anak-anak sekolah dasar masih banyak menggunakan BMX untuk bersepeda ke sekolah maupun beraktivitas.

Namun, posisi sadel BMX Cross memang dibuat pendek karena pembalap lebih banyak berdiri saat berada di lintasan. Untuk penggunaan harian, posisi tersebut dapat disesuaikan dengan menggunakan seatpost atau adaptor yang lebih panjang.

Alam sendiri mulai mengenal BMX pada 2005 ketika diperkenalkan oleh ayahnya. Pada tahun yang sama, ia mengikuti balapan pertamanya di Magelang dan meraih penghargaan sebagai the best crosser terkecil.

Pengalamannya kemudian berlanjut ke dunia pembinaan. Sejak 2017, ia mulai melatih atlet usia dini. Setahun kemudian, ia mendirikan YCBMX sebagai wadah pembinaan BMX di Circuit E Center Keronggahan, Sleman.

Bagi masyarakat yang ingin mulai mengenal BMX Cross, Alam menyarankan mempelajari teknik dasar terlebih dahulu. Teknik seperti pumping, standing, manual, dan bunny hop menjadi kemampuan penting sebelum masuk ke lintasan.

Selain teknik, keselamatan wajib diperhatikan. Pengendara BMX Cross perlu menggunakan helm full face, sarung tangan, jersey lengan panjang, celana panjang, sepatu, serta perlengkapan pelindung lainnya.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sepeda BMX Polygon BMX Polygon Rapture BMX Cross Atlet BMX