JAKARTA - Polytron Fox 350 dibanderol sekitar Rp16 juta dan dinilai masih layak dipilih meski memiliki sejumlah kekurangan. Dari hasil pemakaian yang dibagikan dalam video, beberapa catatan muncul pada sektor lampu, speedometer, suspensi, pijakan kaki, hingga kelengkapan surat kendaraan.
Ulasan tersebut disampaikan setelah pemilik menggunakan motor listrik itu dan menjawab sejumlah pertanyaan yang muncul dari penonton video sebelumnya. Ia menyebut video sebelumnya telah ditonton sekitar 9.000 kali.
Kekurangan pertama yang disorot adalah pencahayaan. Lampu Polytron Fox 350 dinilai kurang terang ketika digunakan pada malam hari, terutama saat kondisi jalan minim penerangan.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Bawa Banyak Upgrade dan Harga Mulai Rp15,5 Juta
Menurutnya, lampu LED strip yang terdapat pada motor lebih berfungsi sebagai aksen. Sementara bohlam utama dianggap belum memberikan pencahayaan yang cukup. Salah satu solusi yang disebut adalah mengganti LED atau menambahkan lampu tambahan.
Speedometer hingga Pijakan Kaki Jadi Sorotan
Catatan berikutnya berada pada speedometer. Pemilik mengeluhkan tidak adanya jam digital, meski masih terdapat ruang kosong pada panel tersebut.
Cara melakukan reset speedometer juga dianggap terlalu rumit. Ia membandingkannya dengan motor yang menurutnya memungkinkan proses reset dilakukan lebih sederhana.
Baca Juga: 5 Bulan Pakai Polytron Fox R, Pengguna Ungkap Biaya Listrik dan Pengalaman After Sales
Mode berkendara juga menjadi perhatian. Polytron Fox 350 memiliki mode D dan S. Mode D disebut dibatasi sekitar 60 km/jam, sedangkan mode S dianggap lebih cocok ketika digunakan di jalan raya karena respons dan tenaganya jauh lebih besar.
“Kalau lu di jalan raya better lu pakai S deh,” ujarnya dalam video.
Bagian lain yang dikritik adalah pijakan kaki. Ukurannya dinilai terlalu kecil sehingga posisi kaki terasa kurang proporsional. Pemilik bahkan menyebut terdapat pengguna di forum yang menambahkan besi atau pelindung untuk memperluas area pijakan.
Pijakan kaki pembonceng juga dinilai kurang praktis. Untuk membukanya, pemilik harus menggunakan tangan karena sulit dikeluarkan menggunakan kaki. Kondisi itu dianggap merepotkan ketika membawa penumpang, terutama anak atau pasangan.
Sektor kenyamanan juga belum sepenuhnya memuaskan. Jok memang terasa empuk, tetapi setelah digunakan dalam perjalanan lama terasa kurang nyaman. Suspensi juga disebut keras.
Pemilik mengaku mendapat informasi dari forum bahwa penggantian suspensi dengan komponen XMAX dapat menjadi salah satu solusi. Namun, hal tersebut merupakan informasi dari forum yang disebut dalam video, bukan hasil pengujian langsung.
Baca Juga: Polytron Fox-R Diklaim Lebih Murah dan Lebih Kencang, Simak Kelebihan hingga Kekurangannya
Harga Murah Jadi Nilai Plus
Di balik berbagai catatan tersebut, Polytron Fox 350 memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya adalah harga sekitar Rp16 juta yang dinilai membuat kekurangan tersebut masih dapat dimaklumi.
“Dengan motor listrik hidup lu jadi lebih simpel,” kata pemilik dalam ulasannya.
Menurut dia, motor listrik membuat pengguna tidak perlu membeli bensin dan melakukan sejumlah perawatan yang biasa ditemukan pada motor bermesin bensin. Ia juga menyoroti biaya pengisian daya yang rendah.
Dalam video disebutkan, pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk jarak tempuh hingga 130 kilometer. Biayanya disebut hanya sekitar Rp7.000.
Selain pengisian standar, pemilik juga menyebut informasi dari forum mengenai penggunaan fast charging yang diklaim mampu memangkas waktu pengisian hingga sekitar satu jam. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci spesifikasi perangkat tersebut.
Kelebihan lainnya adalah karakter motor yang senyap. Tidak adanya suara mesin menjadi salah satu pengalaman berbeda yang dirasakan saat menggunakan motor listrik ini.
Pemilik juga menyinggung perawatan BLDC saat mencuci motor. Berdasarkan informasi forum yang ia baca, pencucian sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak menyemprotkan air bertekanan tinggi secara langsung.
Satu masalah lain yang cukup disorot adalah proses penerbitan nomor polisi dan STNK. Pemilik mengatakan memesan motor pada 5 Mei dan unit tiba 23 Mei, tetapi hingga awal Juli nomor polisi dan STNK disebut belum diterima.
Kondisi tersebut membuat penggunaan motor menjadi lebih terbatas. Ia mengaku masih merasa khawatir menggunakan motor untuk perjalanan sekitar 20 kilometer menuju kantor sebelum kelengkapan tersebut diterima.
Baca Juga: Polytron Fox R Punya Mode Sport 96 Km/Jam dan Jarak Tempuh 130 Km, Komuter Harian yang Menarik
Pada akhirnya, pemilik menilai Polytron Fox 350 masih worth it dengan harga sekitar Rp16 juta. Berbagai kekurangan dinilai masih bisa diterima karena motor menawarkan biaya operasional rendah, karakter berkendara senyap, serta tidak membutuhkan perawatan seperti penggantian oli.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Sinyo Dicky