JAKARTA - BYD M6 menjadi salah satu mobil listrik 7 penumpang yang menarik perhatian karena menawarkan kombinasi jarak tempuh, performa, dan fitur. Dalam pengujian, BYD M6 mampu mencatat konsumsi 27 km/l dalam rute dalam kota, 22,7 km/l di rute kombinasi, dan 19,5 km/l di jalan tol ketika baterai tidak lagi menjadi sumber tenaga utama.
Pengujian tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas teknologi DM atau Dual Mode pada BYD M6. Sebelumnya, teknologi tersebut dikaitkan dengan klaim jarak tempuh hingga 1.800 kilometer dan konsumsi bahan bakar 65 km/l dalam kondisi tertentu.
Teknologi DM memiliki tiga varian, yakni DMI yang berorientasi pada penggunaan harian dan efisiensi, DM-P untuk performa, serta DMO yang ditujukan untuk kebutuhan off-road.
Baca Juga: 5 Mobil Hybrid Paling Worth It Dibeli Tahun 2026, BYD M6 DM Jadi Pilihan Utama
Pada sistem tersebut, motor listrik menjadi penggerak utama. Mesin bensin berperan sebagai pendukung, termasuk ketika membantu mengisi baterai.
BYD M6 Punya Tenaga Besar
BYD M6 DM dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga sekitar 169 dk dengan torsi lebih dari 200 Nm. Sementara mesin bensin 1.500 cc menghasilkan tenaga sekitar 99 dk dengan torsi sekitar 120 Nm.
Kombinasi tenaga tersebut membuat performanya cukup agresif untuk ukuran MPV. Dalam pengujian akselerasi 0-100 km/jam, mobil ini mampu mencatat waktu 8,6 detik.
Tenaga motor listrik juga membuat respons akselerasi terasa cepat. Penguji menyebut karakter tersebut menjadi salah satu kelebihan kendaraan elektrifikasi yang memiliki torsi besar.
Untuk mengukur konsumsi bahan bakar, pengujian dilakukan ketika kapasitas baterai atau State of Charge (SOC) berada di angka 25 persen. Tujuannya agar mobil tidak terus berjalan dalam mode EV dan pengukuran lebih fokus pada efisiensi mesin hybrid.
Hasilnya cukup menarik. Dalam rute dalam kota, konsumsi tercatat 27 km/l. Pada rute kombinasi angkanya menjadi 22,7 km/l, sedangkan perjalanan di jalan tol menghasilkan 19,5 km/l.
Angka tersebut memang tidak mendekati klaim 65 km/l jika mobil hanya diposisikan sebagai hybrid dengan baterai pada kondisi minimal. Namun, pola penggunaan menjadi faktor penting dalam menentukan efisiensi.
Bisa Jadi Mobil Listrik untuk Harian
BYD M6 DM merupakan plug-in hybrid yang menawarkan fleksibilitas penggunaan. Ketika baterai masih tersedia, mobil dapat mengandalkan motor listrik.
Penguji bahkan mencoba mobil tersebut pada kecepatan hingga 140 km/jam dan menyebut tenaga baterai masih mampu menggerakkan kendaraan tanpa bantuan mesin bensin.
Karena itu, perjalanan harian dengan jarak kurang dari 100 kilometer berpotensi dilakukan tanpa menggunakan bensin apabila baterai rutin diisi kembali. Pengguna dapat memperlakukan mobil tersebut seperti kendaraan listrik, lalu menggunakan mesin bensin ketika membutuhkan perjalanan lebih jauh.
Konsep tersebut membuat klaim efisiensi 65 km/l sangat bergantung pada cara penggunaan. Jika baterai terus diisi dan perjalanan harian lebih banyak menggunakan tenaga listrik, konsumsi bensin dapat menjadi sangat rendah.
Selain efisiensi, kehalusan juga menjadi salah satu keunggulan yang dirasakan. Ketika mesin bensin menyala dalam mode hybrid, suara dan getarannya disebut hampir tidak terasa. Suara mesin baru lebih terdengar ketika mobil digunakan dengan beban tinggi.
Dari sisi desain, BYD M6 DM masih mempertahankan bentuk M6 yang sudah dikenal. Perbedaan paling jelas terdapat pada grille depan yang memiliki kisi-kisi untuk kebutuhan sistem pendinginan.
Varian tersebut juga menggunakan overfender pada keempat roda sehingga tampilannya memberikan kesan crossover. Sementara bentuk bodi, garis bahu, dan atap tetap mempertahankan karakter M6.
Fitur Lengkap dan Kabin 7 Penumpang
Fitur bantuan berkendara juga menjadi salah satu nilai jual. BYD M6 DM disebut memiliki emergency braking, lane keeping assist atau lane departure assist, adaptive cruise control, wireless charging, serta layar head unit dan panel instrumen berukuran besar.
Baca Juga: BYD Dolphin Pakai Pelek Ring 18 dan Ban Premium, Tampilan Mobil Listrik Makin Sporty
Kabin menawarkan konfigurasi hingga tujuh penumpang. Baris kedua memiliki ruang kaki yang cukup lega, sedangkan baris ketiga masih dapat digunakan meski ruangnya lebih terbatas.
Atap kaca panoramik turut membuat kabin terasa lebih terang pada siang hari. AC double blower juga tersedia untuk membantu menjaga suhu hingga bagian belakang.
Bagasi belakang dapat dimanfaatkan untuk membawa barang, sementara jok baris kedua dan ketiga dapat dilipat untuk mendapatkan ruang tambahan.
Namun, penguji juga menemukan beberapa catatan. Posisi pedal dinilai kurang ergonomis dan pedal rem terasa sangat sensitif. Instrumen di depan pengemudi juga dianggap terlalu padat dengan berbagai ikon sehingga membutuhkan penyesuaian.
Suspensi justru mendapat penilaian positif. Meski terasa agak keras, karakter suspensinya disebut memiliki rasa seperti mobil Eropa.
Secara keseluruhan, BYD M6 dinilai memiliki paket yang kuat dari sisi performa, fitur, akomodasi, dan fleksibilitas penggunaan. Namun, pemilik tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pengisian daya karena wall charger tidak termasuk dalam harga mobil yang dibahas dalam video.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ridwan Hanif