Sejarah Harley-Davidson, dari Mesin 113 cc hingga Jadi Ikon Dunia

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Sejarah Harley-Davidson bermula dari mesin 113 cc dan berkembang menjadi ikon otomotif dunia dengan ciri khas V-Twin. (Youtube. com)
Sejarah Harley-Davidson bermula dari mesin 113 cc dan berkembang menjadi ikon otomotif dunia dengan ciri khas V-Twin. (Youtube. com)

JAKARTA - Sejarah Harley-Davidson bermula lebih dari 100 tahun lalu dari sebuah mesin kecil berkapasitas 113 cc. Dari sepeda motor sederhana yang masih membutuhkan pedal kayuh, Harley-Davidson kemudian berkembang menjadi salah satu nama paling ikonik di dunia otomotif.

Harley-Davidson dikenal sebagai pabrikan asal Amerika Serikat yang identik dengan motor cruiser, mesin V-Twin berkapasitas besar, torsi melimpah, serta suara mesin yang khas. Namun, karakter tersebut tidak langsung muncul sejak awal kelahirannya.

Pada 1901, William S Harley yang saat itu berusia 20 tahun merancang mesin motor berkapasitas 113 cc satu silinder. Mesin tersebut dibuat agar bisa dipasang pada rangka sepeda kayu biasa.

Baca Juga: Motor Listrik Davigo Dragon SLI Tembus 200 Km, Harganya Rp18,5 Juta

Dua tahun kemudian, William S Harley bersama teman masa kecilnya menyelesaikan sepeda motor pertama mereka. Motor tersebut belum cukup kuat untuk menanjak sehingga masih membutuhkan pedal kayuh untuk membantu perjalanan.

Dari Produksi Lima Motor hingga Berkembang Pesat

Perkembangan Harley-Davidson berlanjut hingga perusahaan mulai memproduksi sepeda motor secara resmi. Pada tahun pertama produksi, hanya lima unit yang berhasil dibuat. Tiga di antaranya kemudian dijual melalui dealer Harley-Davidson pertama di Chicago.

Produksi meningkat pesat pada tahun-tahun berikutnya. Perusahaan kemudian mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan unit sepeda motor dan memperluas fasilitas produksinya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Baca Juga: VinFast Viper, Motor Listrik Sporty Rp26 Jutaan dengan Jarak 82 Km

Pada 1910, logo Harley-Davidson untuk pertama kalinya diperkenalkan. Logo tersebut kemudian mengalami perubahan pada beberapa periode sebelum kembali memiliki tampilan yang menyerupai logo awal dengan warna tulisan oranye dan putih serta latar hitam.

Sementara itu, mesin V-Twin mulai menjadi bagian penting dari perkembangan produk. Pada 1911, Harley-Davidson memperkenalkan mesin V-Twin terbaru dengan sejumlah penyempurnaan. Meskipun kapasitas mesinnya disebut turun menjadi 811 cc, teknologi baru membuat performanya lebih baik.

Setelah 1913, sebagian besar sepeda motor Harley-Davidson mulai menggunakan mesin V-Twin.

Baca Juga: E Bike MTB Murah 2026, Ada Manrola Rp8 Jutaan dengan Motor 250 Watt

Pertumbuhan perusahaan semakin kuat. Pada 1920, Harley-Davidson disebut menjadi pabrikan motor terbesar di dunia dengan produksi 28.185 unit dan jaringan dealer di 67 negara.

Perusahaan juga tidak hanya berkembang di pasar sipil. Saat Perang Dunia Pertama, Harley-Davidson memproduksi lebih dari 20.000 sepeda motor untuk kebutuhan militer.

Bertahan dari Great Depression hingga Perang Dunia II

Salah satu bagian penting dalam sejarah Harley-Davidson terjadi ketika Amerika Serikat mengalami Great Depression. Krisis ekonomi tersebut berlangsung pada periode 1929 hingga 1939 dan berdampak besar terhadap industri.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik 2026, Ada yang Tembus 130 Km Sekali Cas

Pada periode itu, Harley-Davidson memperkenalkan model dengan mesin flathead. Salah satunya Harley-Davidson Model D yang menggunakan mesin 250 cc dan ditawarkan dengan harga 250 dolar pada masanya.

Model tersebut disebut menjadi salah satu motor yang membantu Harley-Davidson melewati masa sulit. Mesin flathead kemudian terus dikembangkan, termasuk peningkatan kapasitas hingga 1.200 cc.

Harley-Davidson kembali memainkan peran penting ketika Perang Dunia II berlangsung. Perusahaan memproduksi lebih dari 90.000 sepeda motor untuk kebutuhan perang.

Baca Juga: Scorpio X1, Motor Listrik BYD yang Diklaim Mampu Tempuh 200 Km

Salah satu model yang digunakan militer adalah Harley-Davidson WLA. Ada pula WLC yang merupakan versi Kanada. Atas kontribusinya dalam produksi dan upaya selama perang, perusahaan menerima penghargaan Army-Navy pada 1943 dan 1945.

Menariknya, Harley-Davidson juga pernah membuat motor eksperimental dengan mesin boxer dan penggerak gardan. Motor tersebut dibuat atas permintaan tentara Amerika untuk menghasilkan sepeda motor dengan karakter mesin yang mirip BMW, tetapi tidak pernah diproduksi massal.

Memasuki 1950-an, Harley-Davidson bahkan sempat menghadirkan motor berkapasitas kecil 125 cc satu silinder. Motor tersebut menggunakan mesin dua tak dan dibuat dengan konsep sederhana untuk menghadapi persaingan motor Jepang yang lebih murah.

Baca Juga: Kurang Konsentrasi Jadi Pemicu, Pengendara Motor Masuk Jalur Lawan

Perjalanan berikutnya melahirkan Sportster pada 1957. Seri tersebut menjadi salah satu lini Harley-Davidson yang terkenal di kalangan biker dan terus berkembang melalui berbagai varian.

Pada dekade berikutnya, Harley-Davidson memperkenalkan berbagai teknologi dan model baru. Sportster XR 750, misalnya, dikenal sebagai motor yang digunakan untuk kompetisi dan disebut memiliki banyak prestasi balap.

Memasuki era modern, Harley-Davidson terus memperluas lini produknya. Perusahaan juga mengembangkan teknologi mesin serta menghadirkan berbagai model dengan karakter berbeda.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaru, Ada yang Jarak Tempuh 130 Km

Panjang sejarah tersebut membuat Harley-Davidson tidak sekadar dikenal melalui kapasitas mesin atau desain cruiser. Nama tersebut berkembang bersama perjalanan panjang industri sepeda motor Amerika hingga menjadi identitas yang kuat di kalangan penggemarnya.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : otto ped
Harley-Davidson Sejarah Harley-Davidson Motor Harley-Davidson V-Twin Sportster