HDCI Bali Berdiri 29 November 1992, Bermula dari Himpunan Motor Tua

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:11 WIB
HDCI Bali berdiri pada 29 November 1992, berawal dari Himpunan Motor Tua Denpasar dan berkembang menjadi organisasi dengan hampir 100 anggota. (Youtube. com)
HDCI Bali berdiri pada 29 November 1992, berawal dari Himpunan Motor Tua Denpasar dan berkembang menjadi organisasi dengan hampir 100 anggota. (Youtube. com)

BALI - HDCI Bali resmi berdiri pada 29 November 1992 setelah melalui proses panjang yang diawali dari komunitas motor tua di Denpasar. Agung Wiralaga atau yang akrab disapa Bro Gowir menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam perjalanan awal terbentuknya organisasi Harley-Davidson tersebut di Bali.

Kisah HDCI Bali berawal dari kecintaan Agung terhadap sepeda motor. Sejak duduk di bangku SMP sekitar 1977-1978, ia sudah mulai mengenal motor kecil. Memasuki 1980, kecintaannya berlanjut pada motor tua, termasuk Harley-Davidson WL yang dipinjam dari seorang teman.

Saat masih SMA, Agung mengaku senang merawat dan menggunakan Harley tersebut karena belum mampu membelinya. Pengalaman itu kemudian menumbuhkan keinginan untuk membentuk sebuah wadah bagi para penggemar motor di Bali.

Baca Juga: Motor Listrik IN9 Caren Dibekali Dinamo 1.200 Watt, Angkut 200 Kg

Setelah lulus SMA, Agung sempat kuliah di Malang, Jawa Timur, pada periode 1983 hingga 1988. Ia kembali ke Bali dengan membawa Harley-Davidson tahun 1941 dan kembali bertemu dengan para pemotor di Denpasar serta wilayah Bali.

Awal Organisasi dari Himpunan Motor Tua

Menurut Agung, komunitas pemotor di Bali ketika itu belum banyak dan belum memiliki klub resmi. Generasi sebelumnya sudah memiliki kelompok yang disebut dengan nama seperti Armada Racun.

Ia kemudian meminta pendapat dan petunjuk dari para senior. Upaya tersebut berlanjut dengan pembentukan Himpunan Motor Tua Denpasar pada 29 Oktober 1989.

Baca Juga: Indomobil Cutie Resmi Diperkenalkan, Motor Listrik Imut Punya Jarak Tempuh 135 Km

Organisasi tersebut tidak hanya menaungi Harley-Davidson. Sesuai namanya, Himpunan Motor Tua menjadi tempat berkumpul pemilik berbagai merek motor tua.

Kegiatan utamanya antara lain bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan. Agung bersama rekan-rekannya juga aktif mengumpulkan para pemilik motor tua yang sebelumnya berjalan secara sendiri-sendiri.

Perjalanan komunitas itu kemudian mempertemukan Agung dengan perkembangan organisasi Harley-Davidson di tingkat nasional. Pada 1990, ia ikut menghadiri Munas pertama Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) di Bandung.

Baca Juga: Motor Listrik Termurah di Indonesia, Ada yang Hanya Rp2,9 Juta

Saat itu, perwakilan dari Bali masih berstatus sebagai peninjau. Setelah Munas selesai, Agung kembali ke Bali dan berdiskusi dengan sejumlah senior, antara lain Pak Murah, Vagos Aryo, Pak Lolot dan Pak Gobleg.

Komunikasi dengan pengurus pusat juga terus dilakukan. Dalam proses tersebut, Agung menyebut nama Ibnu Subroto dan Indro Warkop sebagai pihak yang intens berkomunikasi dengan mereka.

HDCI Bali Resmi Berdiri dengan 40 Anggota

Setelah melalui proses tersebut, HDCI Bali akhirnya berdiri pada 29 November 1992. Peresmian berlangsung di Bali Finance Club, Kuta, dan dilakukan oleh Ibnu Subroto bersama sekretaris jenderal pada masa itu.

Baca Juga: Motor Listrik 2026: 5 Model Terbaru, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Pada masa awal berdiri, jumlah anggota HDCI Bali sekitar 40 orang. Mayoritas masih menggunakan Harley-Davidson tua, sementara beberapa anggota sudah memiliki motor yang lebih baru.

Dalam penjelasannya, Harley tua saat itu dikategorikan sebagai motor dengan tahun produksi di bawah 1976. Kepengurusan kemudian mulai berjalan dengan struktur organisasi yang melibatkan para senior.

Agung menjalankan peran sebagai ketua harian dan menjadi pelaksana berbagai kegiatan organisasi dengan berkoordinasi kepada ketua.

Baca Juga: Motor Listrik Terbaik 2026, 5 Pilihan Harga Rp15 Jutaan hingga Rp31 Juta

Seiring waktu, HDCI Bali berkembang dan mengikuti berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar negeri. Aktivitasnya mencakup Munas, Mukernas, kegiatan antarorganisasi, touring, hingga bakti sosial.

Perkembangan tersebut membuat organisasi tidak hanya berfokus pada komunitas Harley-Davidson di Bali. HDCI Bali juga membangun hubungan dengan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Kini, HDCI Bali disebut telah berkembang dengan adanya HDCI Kota Denpasar. Jumlah anggota keseluruhan disebut hampir 100 orang, dengan sekitar 70 hingga 80 anggota yang aktif.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaru, Ada yang Jarak Tempuh 130 Km

Agung yang kini menjadi pembina juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar terus menjaga organisasi dan kekompakan. Ia berharap generasi berikutnya dapat meneruskan kepemimpinan HDCI di Bali.

Menurutnya, perkembangan organisasi saat ini semakin luas. Karena itu, anggota di daerah diharapkan terus mengikuti kegiatan dan bersama-sama memajukan HDCI.

Selain menjadi bagian dari sejarah HDCI Bali, Agung juga dikenal memiliki koleksi Harley-Davidson. Salah satunya WL 1946 berkapasitas 750 cc yang telah digunakan lebih dari 15 tahun.

Baca Juga: M110G Dites Top Speed, Motor Listrik Ini Tembus 89 Km/jam

Motor tersebut pernah mengikuti kontes dalam Wing Day 2015 dan mendapat nominasi peringkat kedua tingkat Indonesia. Koleksi lainnya adalah Harley-Davidson Ultra Classic Electra Glide tahun 1993 yang masih digunakan hingga sekarang.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : SANG BIKER
HDCI Harley-Davidson HDCI Bali Agung Wiralaga bali