Berkendara Motor Malam Hari, Ini Tips Mengenali Kendaraan Berhenti atau Terparkir di Jalan

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:47 WIB
Berkendara motor malam hari perlu ekstra waspada. Simak tips mengenali kendaraan berhenti dan menghindari kecelakaan di jalan.(ILUSTRASI AI)
Berkendara motor malam hari perlu ekstra waspada. Simak tips mengenali kendaraan berhenti dan menghindari kecelakaan di jalan.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Berkendara motor malam hari membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, terutama ketika melewati ruas jalan yang memungkinkan terdapat kendaraan berhenti atau terparkir. Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara perlu lebih cermat membaca kondisi di depan dan menyesuaikan kecepatan.

Berkendara motor malam hari juga menuntut konsentrasi penuh karena objek di jalan tidak selalu terlihat jelas dari kejauhan. Pengendara perlu memperhatikan lampu kendaraan, posisi kendaraan di bahu jalan, serta perubahan situasi lalu lintas sebelum menentukan langkah.

Berkendara motor malam hari menjadi perhatian setelah kecelakaan terjadi di Jalan Pahlawan, tepatnya depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 23.40 WIB. Sebuah Honda Vario menabrak bagian belakang truk Isuzu yang sedang berhenti dan terparkir di sisi barat jalan.

Baca Juga: Kecelakaan Jalan Pahlawan Kedungwaru Tulungagung, Motor Vario Tabrak Belakang Truk

Kurangi Kecepatan Saat Pandangan Mulai Terbatas

Salah satu cara menghadapi risiko kendaraan berhenti pada malam hari adalah mengatur kecepatan. Jangan mempertahankan laju kendaraan terlalu tinggi ketika jarak pandang tidak memungkinkan pengendara membaca kondisi jalan secara jelas.

Korlantas Polri juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus dan jarak aman selama berkendara. Dalam kondisi malam hari, jarak aman perlu diperhatikan lebih serius karena keterbatasan visibilitas dapat memengaruhi kemampuan pengendara mengantisipasi situasi di depan.

Pengendara motor juga sebaiknya tidak hanya terpaku pada kendaraan yang bergerak. Perhatikan objek yang tampak diam, termasuk kendaraan yang berhenti di sisi jalan, karena keberadaannya dapat menjadi risiko apabila tidak terlihat sejak awal.

Ketika menemukan kendaraan berhenti di depan, segera kurangi kecepatan secara bertahap. Hindari melakukan manuver mendadak yang justru dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan dari arah berlawanan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Ngantru Tewaskan Dua Orang, Polisi Ingatkan Pengendara Tak Gegabah Saat Mendahului

Perhatikan Lampu dan Siluet Kendaraan di Depan

Pada malam hari, lampu utama menjadi salah satu alat penting untuk membantu pengendara melihat kondisi jalan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mewajibkan pengemudi kendaraan bermotor menyalakan lampu utama saat digunakan di jalan pada malam hari dan kondisi tertentu.

Namun, penggunaan lampu tidak berarti pengendara bisa melaju tanpa memperhitungkan keterbatasan pandangan. Sorotan lampu tetap harus digunakan untuk membaca kondisi jalan, bukan menjadi alasan untuk mempertahankan kecepatan ketika objek di depan belum dapat dikenali dengan baik.

Kecelakaan di Jalan Pahlawan menunjukkan bagaimana kendaraan yang sedang berhenti dapat menjadi bahaya ketika tidak terantisipasi. Honda Vario yang melaju dari arah selatan menuju utara menabrak bagian belakang truk Isuzu yang berhenti di sisi barat jalan. Benturan mengenai bemper kanan truk dan menyebabkan pengendara motor mengalami luka pada bagian kepala.

Karena itu, pengendara perlu membiasakan diri melihat lebih jauh ke depan. Jika terlihat cahaya lampu yang tidak biasa, bayangan besar, atau bentuk kendaraan di sisi jalan, segera kurangi kecepatan dan bersiap melakukan pengereman.

Baca Juga: Kendaraan yang Ditabrak Menghilang, Polisi Telusuri Jejak Pengemudi Misterius Usai Kecelakaan Maut di Ngantru

Jangan Terburu-buru Menyalip atau Menghindar

Situasi kendaraan berhenti di jalan sering membuat pengendara tergoda segera berpindah jalur. Padahal, keputusan tersebut perlu mempertimbangkan kendaraan lain dari arah belakang maupun berlawanan.

Sebelum berpindah posisi, pastikan kondisi sekitar benar-benar aman. Pengendara juga harus menggunakan lampu sein ketika akan berbelok atau melakukan perubahan arah. Korlantas Polri menekankan pentingnya mengamati situasi lalu lintas sebelum membelok atau berbalik arah serta memberikan isyarat kepada pengguna jalan lain.

Selain faktor teknis, kondisi fisik pengendara juga perlu diperhatikan. Berkendara dalam keadaan mengantuk atau terlalu lelah dapat menurunkan kemampuan berkonsentrasi, sehingga lebih sulit membaca objek di depan.

Jika tubuh mulai tidak prima, sebaiknya perjalanan dihentikan sementara di lokasi yang aman. Memaksakan perjalanan pada malam hari hanya untuk segera sampai tujuan dapat meningkatkan risiko kesalahan dalam mengambil keputusan.

Dalam kecelakaan di Jalan Pahlawan tersebut, petugas kepolisian bersama tim Public Safety Center memberikan pertolongan kepada korban sebelum dibawa untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika berkendara pada malam hari.

Pada akhirnya, berkendara motor malam hari membutuhkan kombinasi antara kecepatan yang terkontrol, pandangan yang fokus, penggunaan lampu, dan kemampuan membaca situasi jalan. Kendaraan yang berhenti atau terparkir tidak selalu mudah terlihat sehingga pengendara harus memberi ruang waktu untuk bereaksi.

Keselamatan semakin penting ketika perjalanan berlangsung di jalan umum. Dengan mengurangi kecepatan saat pandangan terbatas, menjaga konsentrasi, dan tidak melakukan manuver mendadak, pengendara memiliki kesempatan lebih baik untuk mengantisipasi kendaraan berhenti maupun berbagai kondisi lain di depan.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
berkendara motor malam hari kendaraan berhenti di jalan keselamatan berkendara motor kecelakaan lalu lintas malam hari tips berkendara malam hari