RADAR TULUNGAGUNG – Mengenali kondisi jalan berisiko saat berkendara malam menjadi salah satu kunci untuk mencegah kecelakaan. Pengendara perlu memahami bahwa bahaya tidak selalu berupa kendaraan yang bergerak, tetapi juga objek yang berhenti, ruas jalan minim penerangan, hingga kondisi yang membuat jarak pandang berkurang.
Kondisi jalan berisiko saat berkendara malam perlu dikenali sejak pengendara masih memiliki cukup waktu untuk bereaksi. Ketika pandangan ke depan terbatas, kecepatan kendaraan seharusnya disesuaikan agar pengereman atau perubahan arah dapat dilakukan dengan aman.
Kondisi jalan berisiko saat berkendara malam tergambar dalam kecelakaan di Jalan Pahlawan, depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 23.40 WIB. Sepeda motor Honda Vario yang melaju dari selatan ke utara menabrak bagian belakang truk Isuzu yang sedang berhenti dan terparkir di sisi barat jalan.
Baca Juga: Menguji Langsung Indomobil Emotor Sprinto, Impresi Berkendara dan Fitur Lengkap Skutik Listrik Moder
Kenali Tanda Visibilitas Mulai Menurun
Visibilitas menjadi persoalan utama ketika berkendara setelah malam tiba. Pengendara perlu memperhatikan sejauh mana lampu kendaraan mampu membantu melihat objek di depan, sekaligus membaca kondisi jalan di luar area yang terang.
Jika kendaraan, marka, bahu jalan, atau objek lain baru terlihat ketika sudah terlalu dekat, kondisi tersebut menunjukkan pengendara perlu mengurangi kecepatan. Jangan menunggu sampai objek berada tepat di depan kendaraan untuk mulai melakukan tindakan.
Jalan yang minim penerangan juga perlu mendapat perhatian. Perubahan kondisi cahaya dapat membuat kendaraan yang berhenti di sisi jalan lebih sulit dikenali, terlebih apabila objek tersebut tidak memberikan tanda yang cukup jelas.
Pengendara sebaiknya memandang jauh ke depan, bukan hanya area beberapa meter di depan roda. Dengan begitu, perubahan situasi dapat diketahui lebih awal dan pengendara memiliki waktu untuk menyesuaikan laju kendaraan.
Waspadai Kendaraan yang Berhenti atau Terparkir
Kendaraan berhenti merupakan salah satu objek yang perlu diperhitungkan ketika melewati jalan umum pada malam hari. Berbeda dengan kendaraan yang bergerak dan cenderung memberikan tanda melalui lampu, kendaraan terparkir dapat terlihat seperti bagian dari lingkungan jalan apabila pencahayaan kurang.
Kecelakaan di Jalan Pahlawan menjadi contoh pentingnya kewaspadaan tersebut. Truk Isuzu berada dalam posisi berhenti dan terparkir di sisi barat jalan ketika Honda Vario melintas dari arah selatan menuju utara.
Sepeda motor itu kemudian diduga menabrak bagian belakang truk. Benturan mengenai bemper kanan kendaraan barang tersebut dan menyebabkan pengendara motor mengalami luka pada bagian kepala.
Situasi semacam itu menunjukkan pentingnya memberikan ruang antisipasi terhadap kendaraan yang berada di sisi jalan. Ketika melihat siluet, pantulan cahaya, atau bentuk objek yang belum dapat dikenali secara pasti, pengendara sebaiknya segera mengurangi kecepatan.
Jangan langsung melakukan manuver menghindar secara mendadak. Pastikan terlebih dahulu kondisi di samping dan belakang kendaraan agar upaya menghindari objek tidak menimbulkan risiko baru.
Baca Juga: Honda CUV e Tawarkan Rasa Berkendara Premium, Tapi Harga dan Jarak Tempuh Jadi Pertimbangan
Sesuaikan Kecepatan dengan Kondisi Jalan
Kecepatan aman pada malam hari tidak selalu sama dengan kecepatan ketika jalan memiliki pencahayaan yang baik. Semakin terbatas jarak pandang, semakin penting memberikan waktu yang cukup untuk mengenali dan merespons kondisi di depan.
Pengendara juga perlu memastikan kondisi fisiknya tetap prima. Rasa kantuk dan kelelahan dapat mengurangi konsentrasi sehingga kemampuan membaca situasi jalan menjadi tidak optimal.
Jika mulai mengantuk atau kehilangan fokus, perjalanan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman untuk memulihkan kondisi. Memaksakan diri terus berkendara hanya untuk mengejar waktu dapat meningkatkan risiko kesalahan.
Penggunaan lampu utama juga harus diperhatikan sesuai ketentuan lalu lintas. Namun, lampu bukan pengganti kewaspadaan. Pengendara tetap harus mengendalikan kecepatan dan memperhatikan kondisi sekitar.
Dalam kecelakaan di Kedungwaru tersebut, petugas kepolisian bersama tim Public Safety Center memberikan pertolongan kepada korban sebelum dibawa mendapatkan penanganan medis. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa kondisi jalan pada malam hari membutuhkan perhatian lebih.
Pada akhirnya, mengenali kondisi jalan berisiko saat berkendara malam berarti mampu membaca perubahan visibilitas, mendeteksi kendaraan yang sulit terlihat, serta menyesuaikan kecepatan dengan keadaan. Pengendara tidak cukup hanya mengandalkan lampu kendaraan, tetapi juga harus menjaga konsentrasi dan menyediakan ruang untuk bereaksi.
Kewaspadaan semakin penting ketika melintasi jalan yang digunakan bersama oleh berbagai jenis kendaraan. Dengan mengenali risiko sejak dini dan tidak terburu-buru mengambil manuver, peluang untuk menghindari kecelakaan dapat lebih besar.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber