Berkendara Malam Hari Jangan Dipaksakan, Ini Cara Jaga Fisik agar Konsentrasi Tetap Optimal

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 12:09 WIB
Kondisi fisik saat berkendara malam harus prima. Kenali tanda lelah dan kapan harus berhenti agar konsentrasi tetap optimal.(ILUSTRASI AI)
Kondisi fisik saat berkendara malam harus prima. Kenali tanda lelah dan kapan harus berhenti agar konsentrasi tetap optimal.(ILUSTRASI AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Menjaga kondisi fisik saat berkendara malam menjadi bagian penting dari keselamatan di jalan. Tubuh yang lelah atau mengantuk dapat membuat konsentrasi menurun sehingga pengendara lebih lambat mengenali dan merespons situasi berbahaya.

Risiko tersebut perlu mendapat perhatian karena kondisi fisik saat berkendara malam tidak hanya berkaitan dengan rasa nyaman. Ketika kemampuan tubuh menurun, pengendara juga bisa kesulitan mempertahankan fokus terhadap kendaraan, jalan, maupun objek yang berada di sekitarnya.

Karena itu, kondisi fisik saat berkendara malam sebaiknya dipastikan tetap prima sebelum perjalanan dimulai. Apabila tubuh sudah menunjukkan tanda kelelahan, memaksakan perjalanan bukan pilihan yang aman.

Kecelakaan di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan SPBU Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 23.40 WIB menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara malam. Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario AG 2309 RBX dan truk Isuzu B 9921 SYV.

Baca Juga: Kecelakaan Jalan Pahlawan Kedungwaru Tulungagung, Motor Vario Tabrak Belakang Truk

Pastikan Tubuh Siap Sebelum Motor Dijalankan

Sebelum berangkat pada malam hari, pengendara perlu memastikan tubuh dalam kondisi cukup bugar. Istirahat dan tidur yang memadai menjadi dasar agar kemampuan berkonsentrasi tetap terjaga selama perjalanan.

Korlantas Polri juga mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri ketika merasa lelah atau mengantuk. Berhenti di lokasi yang aman untuk beristirahat dapat membantu memulihkan kondisi sebelum perjalanan dilanjutkan.

Tanda-tanda seperti mata terasa berat, sering menguap, sulit mempertahankan perhatian, atau tidak mengingat beberapa detik perjalanan perlu menjadi peringatan. Kondisi tersebut dapat menunjukkan konsentrasi mulai menurun dan pengendara membutuhkan jeda.

Jangan mengandalkan keinginan untuk segera sampai tujuan sebagai alasan terus melaju. Keselamatan lebih bergantung pada kemampuan pengendara mempertahankan kendali dan mengambil keputusan dengan tepat.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Ngantru Tewaskan Dua Orang, Polisi Ingatkan Pengendara Tak Gegabah Saat Mendahului

Kelelahan Bisa Membuat Respons Lebih Lambat

Pada malam hari, perhatian pengendara dituntut lebih besar karena jarak pandang cenderung terbatas. Situasi jalan juga dapat berubah cepat, termasuk keberadaan kendaraan yang berhenti atau terparkir.

Dalam kecelakaan di Jalan Pahlawan tersebut, truk berada dalam posisi berhenti dan terparkir di sisi barat jalan. Pada saat bersamaan, Honda Vario melaju dari arah selatan menuju utara sebelum diduga menabrak bagian belakang truk ketika melintas di depan SPBU Rejoagung.

Benturan mengenai bagian kanan belakang truk dan menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami luka pada kepala. Korban kemudian mendapat pertolongan petugas dan dibawa untuk memperoleh penanganan medis.

Kondisi fisik yang prima penting untuk membantu pengendara mempertahankan fokus ketika menghadapi situasi semacam itu. Korlantas Polri menyebut kelelahan dan kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi serta memperlambat waktu reaksi pengemudi.

Selain kesiapan tubuh, jarak dengan kendaraan di depan juga perlu diperhatikan. Korlantas Polri menyarankan jarak aman diperbesar ketika berkendara malam karena visibilitas yang terbatas dapat mengurangi waktu untuk bereaksi.

Baca Juga: Kendaraan yang Ditabrak Menghilang, Polisi Telusuri Jejak Pengemudi Misterius Usai Kecelakaan Maut di Ngantru

Kenali Batas Tubuh dan Segera Berhenti

Pengendara sebaiknya tidak menunggu sampai benar-benar kehilangan fokus untuk beristirahat. Begitu muncul rasa kantuk atau tubuh terasa terlalu lelah, segera cari tempat yang aman untuk berhenti.

Istirahat juga perlu dilakukan dengan benar. Berhenti di lokasi aman, mengambil waktu untuk memulihkan tubuh, kemudian memastikan kembali kondisi sudah cukup siap sebelum melanjutkan perjalanan jauh lebih baik daripada mempertahankan perjalanan dalam keadaan mengantuk.

Gangguan konsentrasi tidak hanya berasal dari kelelahan. Penggunaan ponsel ketika berkendara juga dapat mengalihkan perhatian secara visual, manual, dan kognitif. Korlantas Polri mengingatkan pengendara agar mengoperasikan ponsel hanya setelah kendaraan berhenti di tempat yang aman.

Pada akhirnya, perjalanan malam membutuhkan kesiapan fisik sekaligus kewaspadaan terhadap kondisi jalan. Memastikan tubuh tetap prima, mengenali tanda kelelahan, menjaga jarak, dan berhenti ketika konsentrasi menurun merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
berkendara malam hari kondisi fisik saat berkendara malam tips berkendara malam pengendara mengantuk keselamatan berkendara