JAKARTA - Suzuki Ertiga Hybrid kembali menjadi perhatian setelah diuji untuk mengetahui konsumsi bahan bakarnya dalam penggunaan sehari-hari. Hasil pengujian menunjukkan angka sekitar 20 km per liter, meski mobil digunakan melewati tol, jalan dalam kota, kemacetan, hingga perjalanan keluar kota.
Mobil yang dipinjamkan dalam pengujian tersebut merupakan Suzuki Ertiga Hybrid tipe tertinggi, yakni Suzuki Sport. Varian ini dibekali bodi kit yang membuat tampilannya terlihat lebih sporty dibandingkan varian biasa.
Perbedaan lainnya terlihat pada bagian belakang. Ada emblem Hybrid yang menjadi penanda bahwa mobil tersebut menggunakan sistem Smart Hybrid Suzuki.
Pengujian kali ini memang tidak diarahkan sebagai review secara keseluruhan. Fokusnya adalah mengetahui seberapa hemat Suzuki Ertiga Hybrid ketika digunakan dalam kondisi berkendara yang mendekati penggunaan nyata.
Mengandalkan Mesin 1.500 cc dan Smart Hybrid
Suzuki Ertiga Hybrid masih menggunakan mesin K15B berkapasitas 1.500 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 107 PS dan torsi maksimal 138 Nm pada 4.400 rpm.
Yang membedakan adalah keberadaan Integrated Starter Generator atau ISG. Komponen ini disebut berbentuk seperti alternator berukuran besar dan berfungsi membantu putaran mesin serta menghasilkan listrik ketika mobil mengalami deselerasi.
Sistem tersebut bekerja bersama baterai lithium-ion berkapasitas 6 Ah dengan sistem 12 volt. Baterai ditempatkan di bawah jok penumpang depan dan disebut mendapatkan garansi lima tahun atau 100.000 kilometer.
Salah satu fungsi Smart Hybrid yang diuji adalah fitur engine auto start-stop. Ketika mobil berhenti, mesin dapat mati sehingga tidak menggunakan bahan bakar selama kondisi tersebut. Saat kendaraan kembali berjalan, sistem akan menghidupkan mesin lagi.
Energi juga dapat diperoleh ketika mobil mengurangi kecepatan. Pada mobil konvensional, energi dari putaran roda saat pengereman berubah menjadi panas melalui sistem rem. Pada sistem hybrid, energi tersebut dapat diubah menjadi listrik dan disimpan ke baterai.
Saat pengujian berlangsung, indikator menunjukkan aliran energi antara baterai, motor listrik, dan mesin. Ketika pedal gas diinjak lebih dalam, motor listrik ikut memberikan bantuan kepada mesin.
Konsumsi BBM Sekitar 20 Km per Liter
Pengujian dilakukan di jalan tol dalam kota dengan kecepatan yang dijaga sekitar 80 km per jam. Kondisi jalan tidak sepenuhnya lancar karena terdapat kendaraan lain, termasuk truk, serta beberapa bagian yang mengharuskan kecepatan diturunkan.
Dalam kondisi tersebut, indikator konsumsi bahan bakar sempat menunjukkan angka 19,9 km per liter. Setelah perjalanan berlanjut, angkanya berada di kisaran 20 km per liter.
Jarak yang ditempuh dalam pengujian tercatat sekitar 116 kilometer. Setelah melewati kondisi jalan yang lebih padat, termasuk kemacetan, konsumsi tercatat turun menjadi 19,4 km per liter.
Namun, angka tersebut kembali berada di sekitar 20 km per liter ketika perjalanan dilanjutkan. Penguji kemudian menyebut hasilnya berada di kisaran 20 km per liter, dengan kondisi berkendara yang tidak sepenuhnya dilakukan di jalan bebas hambatan.
Pengujian juga memanfaatkan regenerative braking. Ketika pedal gas dilepas, energi dari putaran roda dapat digunakan untuk mengisi baterai. Indikator pengisian menunjukkan proses tersebut berlangsung selama kendaraan melambat.
Fitur dan Kenyamanan Jadi Pendukung
Selain efisiensi, Suzuki Ertiga Hybrid yang diuji memiliki sejumlah fitur pendukung. Salah satunya Electronic Stability Program yang membantu menjaga kendaraan ketika mengalami kondisi seperti selip atau menikung terlalu cepat.
Ada pula Hill Hold Assist yang diuji ketika kendaraan berhenti di tanjakan. Saat pedal rem dilepas, mobil tidak langsung bergerak mundur sehingga pengemudi memiliki waktu untuk kembali menginjak pedal gas.
Bagian kabin juga mendapat perhatian. Varian Suzuki Sport menggunakan jok dengan aksen jahitan merah dan sejumlah detail bernuansa sporty. Setir juga mendapatkan jahitan merah.
Untuk kebutuhan praktis, bagasi dapat dibuat lebih lega dengan melipat jok belakang. Area baris belakang disebut masih memberikan ruang yang cukup, sementara posisi duduk juga dinilai nyaman.
Dari sisi perjalanan, penguji menilai tingkat kenyamanan dan peredaman kabin cukup untuk kelas LMPV. Di jalan tol, suara dari luar dinilai tidak terlalu mengganggu ketika kendaraan melaju pada kecepatan sekitar 80 km per jam.
Hasil pengujian tersebut menunjukkan Suzuki Ertiga Hybrid mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 20 km per liter dalam perjalanan yang melibatkan berbagai kondisi jalan. Angka itu menjadi fokus utama pengujian untuk melihat kinerja sistem Smart Hybrid dalam penggunaan nyata.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Om Mobi