Motor Listrik Charge Indonesia Siap Meluncur, Punya Jarak Tempuh hingga 300 Km

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 18:55 WIB
Motor listrik Charge Indonesia meluncur November dengan tiga model. Salah satunya punya potensi jarak tempuh hingga 300 km. (Gemini AI)
Motor listrik Charge Indonesia meluncur November dengan tiga model. Salah satunya punya potensi jarak tempuh hingga 300 km. (Gemini AI)

JAKARTA - Motor listrik Charge Indonesia akan meluncur di Indonesia pada November dengan tiga model sekaligus. Salah satu model yang diperkenalkan dalam bentuk project bike memiliki kemampuan jarak tempuh hingga 300 kilometer (km) berkat penggunaan tiga baterai.

Motor listrik tersebut dikembangkan khusus untuk kebutuhan operasional di kawasan hutan. Unit bernama Rimba itu dibangun dari basis motor yang nantinya dipasarkan di Indonesia, tetapi mendapat sejumlah modifikasi agar lebih sesuai digunakan di medan offroad.

Charge Indonesia bekerja sama dengan VMoto, perusahaan kendaraan listrik yang disebut telah memiliki jaringan di 60 negara. Di Indonesia, sejumlah produk VMoto akan dipasarkan kembali menggunakan merek Charge.

Baca Juga: ALVA Cervo Q Dibanderol Rp49,5 Juta, Motor Listrik Premium dengan ABS Dual Channel dan Boost Charge Super Cepat

Model yang menjadi basis Rimba belum diketahui nama resminya untuk pasar Indonesia. Kepastian mengenai bentuk dan namanya masih menunggu peluncuran tiga motor listrik Charge pada November.

Dibuat Lebih Siap untuk Medan Hutan

Project bike Rimba mendapatkan sejumlah perubahan pada bagian kaki-kaki. Diameter roda depan lebih besar dengan ring 16, sedangkan roda belakang menggunakan ring 14.

Konfigurasi tersebut membuat tampilannya menyerupai motor trail. Bagian bodi juga dilengkapi crash bar untuk melindungi plastik ketika motor terjatuh.

Baca Juga: Motor Listrik Smooth Tempur Viral karena Tak Dapat Charger, Ternyata Pakai Sistem Swap Baterai Cuma 9 Detik

Area belakang mendapat tambahan backlight dan top box berbahan kain. Komponen tersebut dibuat fleksibel sehingga ruang penyimpanan dapat diperbesar ketika diperlukan.

Ground clearance motor juga ditingkatkan sekitar 10 cm dibanding versi standar. Pada project bike ini, jarak bebas ke tanah disebut mencapai lebih dari 20 cm sehingga lebih sesuai untuk digunakan di medan yang tidak rata.

Perubahan paling signifikan berada pada sistem baterai. Project bike ini memiliki tiga baterai, terdiri dari dua baterai yang terpasang di bawah jok dan satu baterai tambahan.

Baca Juga: Heboh Smooth Zuzu Motor Listrik Tanpa Charge Ternyata Bisa Swap Baterai Gratis, Tanjakan Ekstrem Pun Dilibas Tanpa Nge-drop!

Setiap baterai memiliki klaim jarak tempuh hingga 100 km ketika menggunakan mode pertama. Dengan tiga baterai, total jarak tempuh yang disebutkan mencapai 300 km.

Konfigurasi tersebut dibuat untuk mendukung penggunaan di kawasan hutan yang minim akses listrik. Sementara versi produksi yang dipasarkan di Indonesia nantinya disebut maksimal menggunakan dua baterai dengan potensi jarak tempuh hingga 200 km.

Baterai 60 Volt dan Motor 4 kW

Setiap baterai memiliki bobot sekitar 18 kilogram dengan spesifikasi 60 volt 45 Ah. Baterai lithium tersebut berasal dari ATL dan memiliki konstruksi casing yang disebut kokoh serta terlindungi dari cipratan air dan debu.

Baca Juga: Alpha Servo X 2025 Dibanderol di Bawah Rp50 Juta, Motor Listrik Futuristis dengan Boost Charge 50 Menit Jadi Sorotan

Baterai diklaim memiliki siklus penggunaan hingga 1.500 kali. Pengisian tersedia dalam dua pilihan, yakni charger reguler dan fast charging.

Dengan charger reguler, pengisian dari 5 hingga 100 persen membutuhkan sekitar enam jam. Sementara fast charger memangkas waktu tersebut menjadi sekitar 3,5 jam.

Sektor penggerak menggunakan motor listrik dengan tenaga 4 kW. Pengendaliannya menyediakan tiga riding mode dengan perbedaan pada batas kecepatan.

Baca Juga: Motor Listrik Alpha Servo X 2025 Resmi Mejeng di IMOS 2025, Harga di Bawah Rp50 Juta tapi Sudah Pakai Boost Charge dan Ban Pirelli

Mode pertama memiliki kecepatan maksimum 50 km/jam. Mode kedua mencapai sekitar 70 km/jam, sedangkan mode ketiga atau Sport mampu mencapai 90 km/jam.

Jarak tempuh juga berubah sesuai mode berkendara. Dengan dua baterai, mode Eco disebut dapat memberikan estimasi jarak hingga 203 km. Sementara penggunaan mode Sport membuat jarak tempuh lebih pendek.

Dari sisi fitur, motor dilengkapi remote keyless, alarm, serta aplikasi smartphone. Alarm dapat mengunci sistem motor ketika kendaraan didorong dan memberikan notifikasi ke ponsel melalui aplikasi.

Baca Juga: Heboh Smooth Zuzu Motor Listrik Tanpa Charge Ternyata Bisa Swap Baterai Gratis, Tanjakan Ekstrem Pun Dilibas Tanpa Nge-drop!

Aplikasi juga menyediakan informasi lokasi parkir, statistik berkendara, riwayat perjalanan, kondisi baterai, nomor seri baterai, hingga fitur diagnosis kendaraan.

Fitur lain mencakup tiga pilihan berkendara Eco, Normal, dan Sport. Motor juga memiliki tombol mundur atau reverse serta sistem pengaman yang membuat perpindahan dari posisi mundur ke maju berlangsung lebih bertahap.

Untuk pengereman, roda depan dan belakang sama-sama menggunakan rem cakram.

Baca Juga: Heboh Smooth Zuzu Motor Listrik Tanpa Charge Ternyata Bisa Swap Baterai Gratis, Tanjakan Ekstrem Pun Dilibas Tanpa Nge-drop!

Selain skema pembelian, Charge Indonesia juga menyiapkan konsep berlangganan. Pengguna disebut dapat memilih masa berlangganan tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun.

Konsep tersebut ditujukan bagi konsumen yang ingin mencoba pengalaman menggunakan motor listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.

Peluncuran tiga model motor listrik Charge Indonesia dijadwalkan berlangsung pada November. Namun, nama model, bentuk versi produksi, serta detail harga untuk pasar Indonesia belum diungkap dalam transkrip.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : OTOMOTIF TV\
motor listrik 300 km motor listrik Charge Indonesia Charge Indonesia VMoto motor listrik indonesia