Maka Cavalry Punya Top Speed 108 Km/jam, Harga Rp35 Jutaan dan Range 121 Km

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 19:05 WIB
 Maka Cavalry mampu melaju 108 km/jam dengan range 121 km. Simak performa, fitur, baterai 4 kWh dan harga Rp35,85 juta. (Gemini AI)
Maka Cavalry mampu melaju 108 km/jam dengan range 121 km. Simak performa, fitur, baterai 4 kWh dan harga Rp35,85 juta. (Gemini AI)

JAKARTA - Maka Cavalry menjadi motor listrik yang menawarkan perpaduan performa, jarak tempuh dan kenyamanan berkendara. Berdasarkan pengujian dalam video, motor listrik ini mampu mencapai top speed 108 km/jam dengan jarak tempuh hingga 121 km.

Maka Cavalry dibekali baterai lithium ferrophosphate berkapasitas 4 kWh. Sementara penggeraknya menggunakan motor listrik hub dengan daya 4 kW dan tenaga maksimum 9 kW atau sekitar 12 HP.

Torsi yang dihasilkan juga disebut sangat besar, mencapai 251 Nm. Karakter berkendaranya dapat disesuaikan melalui dua riding mode, yakni HT atau High Torque dan HR atau High Regen.

Baca Juga: Motor Listrik Terbaru September 2026, Fitur dan Baterai Jadi Perhatian

Performa Maka Cavalry

Mode High Torque menjadi pilihan yang paling disukai dalam pengujian. Respons motor terasa sangat cepat ketika motor sudah berjalan, sehingga membuka gas sedikit saja bisa membuat kecepatan bertambah dengan ringan.

Namun, respons awal dari posisi berhenti justru terasa cukup kalem. Penguji menilai karakter tersebut masih bisa ditingkatkan agar tarikan awal tidak terlalu lambat.

Setelah melaju, Maka Cavalry terasa responsif ketika digunakan untuk menyalip maupun melewati tanjakan. Dalam mode High Torque, motor ini diklaim memiliki kecepatan maksimum 105 km/jam, tetapi hasil pengujian menunjukkan angka hingga 108 km/jam.

Baca Juga: Peluncuran Motor Listrik Nasional 13 Agustus 2026 di Cikarang, Ini Tantangan Ekosistemnya

Akselerasinya juga disebut tidak berbeda jauh dengan Honda PCX 160 Road. Perbedaannya hanya sekitar satu detik sehingga performanya dinilai cukup mumpuni untuk motor perkotaan.

Berbeda dengan High Torque, mode High Regen lebih mengutamakan efisiensi. Regenerative braking terasa sangat besar ketika gas ditutup, sehingga deselerasinya seperti engine brake yang kuat.

Kecepatan maksimum pada mode ini hanya 70 km/jam. Ketika baterai tersisa sekitar 11 persen, kecepatan turun menjadi 40 km/jam. Saat baterai berada di bawah 10 persen dan indikator kura-kura muncul, kecepatan maksimal hanya sekitar 32 km/jam.

Baca Juga: Motor Listrik Terbaru September 2026 Makin Beragam, Apa yang Berubah?

Jarak Tempuh dan Pengisian Baterai

Dalam pengujian dengan gaya berkendara cukup agresif, Maka Cavalry mampu menempuh sekitar 91 km menggunakan mode High Torque.

Sementara mode High Regen menghasilkan jarak tempuh sekitar 121 km. Adapun klaim jarak hingga 160 km masih bisa dicapai dengan catatan kecepatan rata-rata hanya sekitar 25 km/jam.

Untuk penggunaan normal, angka 91 km dinilai sudah cukup. Penguji bahkan menyebut perjalanan ke kantor sekitar 20 km sekali jalan masih memungkinkan digunakan pulang-pergi dengan sisa baterai sekitar 50 persen.

Baca Juga: Perbandingan Polytron, Yadea, dan Indomobil 2026: Mana Motor Listrik Terbaik?

Baterai 4 kWh tersebut membutuhkan waktu pengisian sekitar delapan jam menggunakan charger standar 500 watt. Charger dengan daya tersebut dipilih agar lebih mudah digunakan di rumah tanpa risiko beban listrik terlalu besar.

Bagi pengguna yang ingin mengisi lebih cepat, tersedia fast charging di dealer Maka. Dalam video disebutkan, pengisian selama 12 menit dapat memberikan tambahan jarak sekitar 20 km. Dengan charger standar, tambahan 20 km membutuhkan sekitar satu jam.

Nyaman Dikendarai, Fitur Cukup Basic

Dari sisi ergonomi, posisi berkendara Maka Cavalry disebut mengingatkan pada Honda PCX 160. Tinggi joknya 770 mm dan posisi setang relatif dekat serta rendah.

Baca Juga: Peluncuran Motor Listrik Nasional 13 Agustus 2026 di Cikarang, Ini Tantangan Ekosistemnya

Handling menjadi salah satu keunggulan yang dirasakan penguji. Motor terasa mudah diarahkan saat menikung, sementara ban Maxxis dengan karakter soft compound memberikan cengkeraman yang baik.

Suspensi depan tergolong empuk, meski bisa terasa bottoming ketika menghantam lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi. Suspensi belakang dinilai lebih nyaman dan memiliki lima tingkat penyetelan preload.

Bobot Maka Cavalry mencapai 132,6 kg dengan wheelbase cukup panjang. Karena itu, motor tidak selincah skuter matik berukuran kecil ketika digunakan untuk selap-selip di kemacetan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Premium Terbaik 2026, Ada yang Berdaya Jelajah 150 Km

Motor listrik ini dibanderol Rp35.850.000 on the road Jakarta. Dengan harga tersebut, fitur yang diberikan tergolong cukup basic, seperti kunci mekanis, belum ada alarm, keyless, konektivitas dan ABS.

Meski begitu, lampu sudah LED dengan sorotan yang dinilai terang. Panel instrumen juga sudah full digital dan menampilkan kecepatan, persentase baterai, range, jam, odometer serta trip meter.

Maka Cavalry turut memiliki bagasi berkapasitas 20 liter. Ruang tersebut masih dapat digunakan membawa charger, sepatu, jas hujan, jaket hingga tas.

Baca Juga: Uji Motor Listrik Honda di Australia hingga Lamborghini Rilis Temerario Tricolore 2026

Secara keseluruhan, penguji menilai Maka Cavalry punya sejumlah keunggulan pada performa, jarak tempuh, kenyamanan, handling dan suspensi. Catatan utamanya berada pada detail finishing plastik bodi yang dinilai masih memiliki celah kurang konsisten.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : OTOMOTIF TV
motor listrik Jakarta MAKA Cavalry Motor Listrik 4 kWh harga motor listrik motor listrik