JAKARTA - Motor listrik VinFast menjadi pilihan Zico Maloi, karyawan swasta yang setiap hari berkendara dari BSD menuju Jakarta. Beralih dari motor bensin, Zico mengaku biaya perjalanan hariannya kini lebih hemat hingga sekitar Rp700.000 per bulan.
Sebelumnya, Zico sudah lama menggunakan motor bensin untuk menunjang mobilitas dari rumah menuju kantor di kawasan Jakarta. Tingginya kebutuhan perjalanan membuat biaya bahan bakar menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar.
Menurut Zico, biaya bensin untuk perjalanan pulang-pergi sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp1 juta per bulan. Kondisi tersebut membuatnya mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi harian.
Baca Juga: VinFast Viper, Motor Listrik Sporty Rp26 Jutaan dengan Jarak 82 Km
“Ya, seperti yang ditahu ya, harga bensin juga lumayan mahal. Terus kalaupun ganti ke yang murah ngantrinya lama, sedangkan saya kan perlu mobilitasnya tinggi sih untuk bolak-baliknya itu,” ujar Zico dalam video.
Motor listrik VinFast Viper dibanderol Rp20 juta
Motor listrik yang digunakan Zico adalah VinFast Viper. Model tersebut memiliki banderol sekitar Rp20 juta dan menjadi salah satu dari tiga tipe motor listrik VinFast yang tersedia di Indonesia.
Selain Viper, terdapat VinFast Evo yang mengusung gaya klasik retro dengan harga Rp17.500.000. Kemudian ada VinFast Velis 2 dengan tampilan modern yang dinamis dan fleksibel, dibanderol Rp18.500.000.
Sementara VinFast Viper hadir dengan karakter visual yang lebih gagah dan sporty. Model tersebut menjadi varian dengan harga tertinggi dari tiga motor yang disebutkan dalam transkrip, yakni Rp20 juta.
Seluruh motor listrik VinFast dirancang menggunakan dua baterai LFP berkapasitas 1,5 kWh. Dua baterai tersebut ditempatkan di bawah jok.
Penempatan baterai di area tersebut diklaim tetap menjaga ruang penyimpanan sekaligus memudahkan proses pemasangan dan penukaran baterai.
Pengguna juga memiliki sejumlah pilihan terkait kepemilikan baterai. Konsumen dapat menyewa, menukar, atau membeli motor lengkap dengan baterainya.
Bisa dicas di rumah atau tukar baterai
Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah pilihan pengisian daya. Motor listrik VinFast dapat diisi menggunakan charger di rumah atau melalui sistem penukaran baterai.
Ekosistem penukaran baterai VinFast menggunakan PSS atau battery swap station. Lokasi penukaran dapat diketahui melalui aplikasi VinFast Scooter.
Dalam transkrip disebutkan, jaringan tersebut telah tersedia di sejumlah lokasi. Di antaranya Planet Ban, Circle K, Lawson, Dandan, dan Dewa Motor.
Untuk wilayah Semarang, Jawa Tengah, fasilitas PSS disebut tersedia di Planet Ban dan Lawson. Pengguna dapat melihat lokasi stasiun penukaran melalui aplikasi VinFast Scooter.
Skema baterai juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Untuk sistem sewa, biaya satu baterai disebut sekitar Rp84.000 per bulan.
Sementara itu, harga pembelian baterai berada di kisaran Rp4.500.000 per unit. Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam menentukan pola penggunaan motor listrik.
Motor listrik dinilai lebih hemat dan minim perawatan
Penggunaan motor listrik juga mulai dilirik di luar Jakarta. Di Semarang, kendaraan listrik disebut mulai digunakan sebagai sarana transportasi harian.
Salah satu alasannya adalah efisiensi biaya. Selain pengeluaran untuk perjalanan yang lebih hemat, motor listrik juga dinilai membutuhkan perawatan lebih minim.
Pengguna juga menyebut kenyamanan sebagai salah satu kelebihan ketika berkendara. Tidak adanya mesin membuat getaran selama perjalanan lebih minim.
“Untuk pengendaraannya lebih nyaman tentunya yang pertama karena dia tidak ada mesin. Jadi untuk ketika kita duduk dan berkendara itu tidak ada getaran dari mesin,” ujar narasumber dalam video.
Motor listrik juga disebut memiliki tingkat kebisingan yang lebih rendah karena tidak menggunakan mesin seperti motor bensin.
Selain perawatan dan kenyamanan, biaya pajak tahunan disebut lebih murah. Faktor-faktor tersebut menjadi alasan kendaraan listrik mulai dipertimbangkan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Perkembangan minat terhadap motor listrik pun tidak hanya terjadi di kota besar. Efisiensi biaya, minim perawatan, serta pilihan pengisian dan penukaran baterai menjadi sejumlah pertimbangan yang membuat kendaraan listrik mulai dilirik masyarakat.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : CNN Indonesia