JAKARTA - Indomobil E-Motor QT hadir dengan skema pembelian putus yang membuat baterai langsung menjadi milik konsumen. Dalam transkrip video, motor listrik ini disebut dibanderol sekitar Rp15 juta setelah subsidi, lengkap dengan baterai lithium, STNK, dan BPKB.
Skema tersebut menjadi salah satu daya tarik utama QT dan QT Pro. Konsumen tidak dibebani biaya langganan baterai bulanan seperti model kepemilikan yang menerapkan sistem sewa.
Dalam video, langkah Indomobil E-Motor tersebut disebut menyasar konsumen yang masih ragu menggunakan kendaraan listrik karena tidak ingin terikat kontrak baterai. Bagi pengguna, baterai menjadi bagian dari kendaraan yang dibeli.
Baca Juga: Indomobil E Motor QT Pro Dipakai Sepekan, Ini Keluhan yang Mulai Terasa
Indomobil E-Motor QT standar menggunakan satu baterai lithium berkapasitas sekitar 1,44 kWh. Jarak tempuh yang diklaim mencapai 70 kilometer dalam sekali pengisian.
Sementara QT Pro membawa dua baterai dengan total kapasitas 2,88 kWh. Jarak tempuhnya disebut dapat mencapai 135 kilometer dalam sekali pengisian.
Motor 2 kW dengan desain retro
Dari sisi performa, QT standar dibekali motor listrik berdaya 2 kW atau 2.000 watt. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 60 km/jam.
Untuk QT Pro, kecepatan maksimal disebut mencapai 70 km/jam. Motor ini dirancang dengan karakter penggunaan perkotaan, terutama untuk mobilitas harian.
Desain menjadi bagian lain yang ditonjolkan. Indomobil E-Motor QT mengusung konsep retro futuristik dengan lampu depan berbentuk bulat dan cincin DRL.
Bodi dibuat membulat dengan pilihan warna yang disebut menyasar pengguna muda dan masyarakat urban. Motor tersebut juga menggunakan velg 12 inci dengan ban yang lebih tebal.
Bagian dek kaki dibuat rata atau flat deck. Konsep ini memberikan ruang bagi pengguna untuk membawa barang di area depan.
Untuk penyimpanan, tersedia bagasi di bawah jok. Ruang tersebut dapat digunakan untuk membawa perlengkapan seperti helm half face, jas hujan, dan charger.
Ada pula glove box di bagian depan yang dilengkapi port USB charging. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya smartphone selama perjalanan.
Harga Rp15 juta sudah termasuk baterai
Fitur pada Indomobil E-Motor QT juga cukup beragam. Model ini sudah menggunakan NFC keyless system sehingga pengguna tidak perlu mengandalkan kunci kontak konvensional.
Panel instrumennya menggunakan layar full digital yang menampilkan informasi seperti kecepatan, kapasitas baterai, dan odometer.
QT Pro mendapat fitur hill start assist untuk membantu menahan motor ketika berhenti di tanjakan. Selain itu, tersedia mode mundur atau reverse mode yang dapat membantu saat parkir.
Di bagian kaki-kaki, motor ini menggunakan suspensi teleskopik depan dan dual shock breaker belakang. Ukuran ban belakang yang disebut dalam video adalah 100/80 ring 12.
Untuk harga, QT standar disebut berada di kisaran Rp15 juta on the road setelah subsidi pemerintah Rp7 juta. Harga tersebut disebut sudah mencakup motor, baterai lithium, STNK, dan BPKB.
Transkrip juga membandingkannya dengan model motor listrik yang menggunakan skema sewa baterai. Dalam ilustrasi video, baterai disewa Rp200.000 per bulan. Jika dihitung selama tiga tahun, biaya sewanya mencapai Rp7,2 juta.
Sementara pada skema pembelian putus, konsumen membayar harga kendaraan di awal dan baterai menjadi milik sendiri. Biaya listrik untuk pengisian juga disebut sekitar Rp2.000-Rp3.000 untuk jarak hingga 70 kilometer.
Namun, harga subsidi tersebut memiliki ketentuan. Dalam video disebutkan, konsumen mendapat kuota satu KTP untuk satu motor listrik. Proses verifikasi NIK juga dapat dibantu dealer.
Dukungan jaringan purnajual menjadi salah satu nilai jual lain. Indomobil E-Motor memanfaatkan jaringan dealer dan bengkel Indomobil Group yang disebut telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ketersediaan suku cadang juga menjadi perhatian karena jaringan tersebut diproyeksikan mendukung kebutuhan servis motor listrik. Dengan kombinasi harga, baterai milik sendiri, fitur digital, dan jaringan purnajual, QT diposisikan sebagai pilihan motor listrik untuk pengguna yang menginginkan biaya operasional lebih sederhana.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ototuned