SEMARANG - Chery Omoda E5 berhasil menempuh sekitar 472 kilometer dalam pengujian baterai dari penuh hingga benar-benar habis. Jarak tersebut melampaui klaim WLTP sejauh 430 kilometer, meski pengujian dilakukan dalam kondisi berkendara nyata dari perjalanan tol hingga berkeliling Kota Semarang.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh Chery Omoda E5 dapat melaju dengan baterai 100 persen hingga mencapai 0 persen. Perjalanan dimulai dengan kondisi baterai penuh dan diarahkan menuju Semarang.
Sebelum berangkat, baterai mobil diisi dari sekitar 49 persen hingga 100 persen. Proses pengisian menggunakan fast charging disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Dalam pengujian tersebut, Chery Omoda E5 diketahui menggunakan baterai berkapasitas 61 kWh. Mobil ini memiliki tenaga 201 HP dengan torsi 340 Nm.
Jarak Tempuh Chery Omoda E5 Tembus 470 Km
Saat baterai penuh, indikator menunjukkan jarak tempuh sekitar 429 kilometer. Angka tersebut kemudian berubah mengikuti gaya berkendara karena mobil memiliki fitur Dynamic Cruise Range.
Penguji juga mengaktifkan regenerative braking pada posisi high. Selain itu, tersedia Extreme Energy Saving Mode yang membatasi kecepatan maksimum, tenaga, AC, dan sejumlah fungsi kenyamanan untuk menghemat baterai.
Saat mode tersebut diaktifkan, estimasi jarak tempuh sempat berubah dari sekitar 398 kilometer menjadi 455 kilometer.
Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kecepatan rata-rata sekitar 69-70 km/jam. Sistem adaptive cruise dan lane keeping assist juga digunakan selama perjalanan.
Setelah menempuh 208 kilometer, indikator menunjukkan sisa jarak sekitar 298 kilometer. Konsumsi listrik saat itu berada di kisaran 12,7 kWh per 100 kilometer.
Pengujian terus berlanjut hingga mendekati Semarang. Pada jarak sekitar 420 kilometer, baterai tersisa sekitar 9 persen dengan estimasi jarak 37 kilometer.
Menariknya, penguji memilih tidak langsung menghabiskan baterai di jalan tol. Mobil dibawa masuk ke Kota Semarang agar proses evakuasi lebih mudah apabila kendaraan benar-benar berhenti.
Baca Juga: Geser Dominasi Pasar, Ini Daftar 15 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Periode Agustus 2025
Baterai 0 Persen, Mobil Masih Bisa Bergerak
Setelah berkeliling Kota Semarang, Chery Omoda E5 akhirnya mencapai jarak sekitar 456 kilometer dengan baterai tersisa 1 persen. Indikator masih menunjukkan estimasi sekitar 5 kilometer.
Mobil kemudian terus digunakan untuk berputar hingga indikator baterai menunjukkan 0 persen. Pada posisi sekitar 461,5 kilometer, kendaraan masih bisa bergerak meski tenaga sudah sangat terbatas.
Penguji bahkan masih mencoba menjalankan mobil beberapa kilometer setelah indikator menunjukkan 0 persen. Sistem membatasi tenaga secara bertahap hingga akhirnya mobil benar-benar tidak bisa digas.
Mobil akhirnya berhenti pada jarak sekitar 472,2 kilometer. Setelah itu, AC dan sejumlah sistem kendaraan ikut mati. Pada layar instrumen muncul peringatan terkait baterai dan kekurangan daya.
Kendaraan kemudian dimasukkan ke towing mode untuk dievakuasi. Mode tersebut membatasi kecepatan hingga 5 km/jam sehingga mobil tidak dapat ditarik menggunakan tali biasa dan harus diangkut menggunakan towing.
Pengisian Ulang Masuk 67,14 kWh
Setelah berhenti, mobil dibawa ke SPKLU di wilayah Balai Kota Semarang untuk kembali mengisi baterai. Pengisian dari kondisi hampir habis hingga penuh membutuhkan waktu 1 jam 34 menit 14 detik.
Total energi yang masuk ke sistem pengisian tercatat 67,14 kWh. Angka tersebut lebih besar dibanding kapasitas baterai usable 61 kWh yang disebut dalam pengujian.
Hasil akhirnya menunjukkan Chery Omoda E5 mampu melewati klaim jarak tempuh WLTP 430 kilometer. Dalam pengujian tersebut, mobil mencapai sekitar 472 kilometer dengan kondisi berkendara yang disebut masih tergolong normal.
Penguji juga mencatat konsumsi listrik akhir sekitar 13,2 kWh per 100 kilometer atau setara sekitar 7,6 kilometer per kWh.
Meski hasilnya melewati klaim, penguji mengingatkan agar pengguna tidak sengaja menghabiskan baterai hingga 0 persen. Untuk perjalanan jauh, pengisian kembali di SPKLU disarankan agar perjalanan tetap lebih aman dan nyaman.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Moladin