JAKARTA - Honda CUV tampil sebagai motor listrik dengan desain dan fitur yang terasa seperti motor konsep. Namun, setelah digunakan selama lima hari, motor ini dinilai punya keterbatasan untuk kebutuhan harian, terutama pada jarak tempuh dan kapasitas penyimpanan.
Honda CUV pertama kali diperkenalkan dalam bentuk konsep pada Japan Mobility Show 2023. Setahun kemudian, versi produksi massalnya diluncurkan secara global, termasuk di Indonesia. Harga resminya baru dirilis secara lokal pada 2025, mulai Rp54 jutaan hingga Rp59 jutaan untuk tipe tertinggi, on the road Jakarta.
Dari sisi desain, Honda CUV disebut masih sangat mirip dengan Honda SE atau SC Concept. Bahkan, kemiripannya diperkirakan mencapai sekitar 80 persen. Honda juga membekali motor listrik tersebut dengan berbagai fitur yang menjadi nilai jual utamanya.
Baca Juga: Motor Listrik Honda Terbaru 2025: Icon e dan CUV e Punya Jarak Tempuh hingga 80,7 Km
Namun, pengalaman penggunaan selama lima hari menunjukkan adanya kompromi. Performa dan kapabilitas baterainya dinilai belum ideal jika Honda CUV digunakan sebagai motor harian dengan kebutuhan mobilitas yang tinggi.
Jarak Tempuh Honda CUV Jadi Sorotan
Honda CUV menggunakan dua baterai dengan kapasitas masing-masing 1,4 kWh. Total kapasitasnya sekitar 2,8 kWh atau jika dibulatkan menjadi 3 kWh.
Pengisian dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar enam jam. Sementara pengisian dari 25 hingga 75 persen membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk satu baterai.
Pengguna dapat mengisi baterai di rumah menggunakan charger yang tersedia sebagai pilihan paket pembelian. Alternatif lainnya adalah menukar baterai melalui Honda Power Pack Swap Station di dealer Honda tertentu.
Masalahnya, jumlah lokasi penukaran baterai tersebut dinilai masih terbatas. Ketersediaannya dapat dicek melalui aplikasi Honda RoadSync Duo atau melalui konektivitas pada motor.
Dalam pengujian perjalanan dari kawasan Ciputat menuju Ciganjur, TB Simatupang, Pondok Indah hingga Bintaro, baterai yang semula 100 persen tersisa 39 persen. Indikator menunjukkan sisa jarak sekitar 29 kilometer.
Pengujian hingga baterai benar-benar habis kemudian menghasilkan jarak tempuh aktual 73 kilometer. Ketika baterai mencapai 0 persen, motor tidak lagi bisa digerakkan dan harus didorong.
Fitur Canggih dan Performa Cukup untuk Harian
Di balik keterbatasan tersebut, Honda CUV memiliki sejumlah fitur yang menjadi keunggulan. Salah satunya Honda RoadSync Duo yang memungkinkan smartphone terhubung dengan panel instrumen.
Motor ini memiliki panel TFT berukuran 7 inci. Pengguna dapat mengakses Spotify, nomor telepon, hingga peta yang ditampilkan secara penuh pada layar.
Dari sisi ergonomi, posisi berkendara disebut mirip Honda Vario. Tinggi joknya 761 mm dengan jok yang lebar dan empuk. Bobot Honda CUV mencapai 118 kg untuk tipe RoadSync dan 117 kg untuk tipe non-RoadSync.
Motor listrik ini menghasilkan tenaga 8 PS atau sekitar 6 kW dengan torsi 22 Nm. Kecepatan maksimum yang disebutkan mencapai 85 km/jam, meski indikator speedometer dapat menunjukkan sekitar 95 km/jam ketika dipacu penuh.
Tersedia tiga mode berkendara, yakni Econ, Standard, dan Sport atau Performance. Perbedaan ketiganya lebih terasa pada respons akselerasi, bukan kecepatan puncak.
Honda CUV juga diuji melewati tanjakan dengan kemiringan 23 derajat. Saat digunakan sendiri, motor masih mampu melewatinya. Ketika berboncengan, tanjakan dapat dilalui dengan ancang-ancang.
Namun, jika berhenti di tengah tanjakan 23 derajat dan digunakan berdua, motor tidak lagi mampu melewatinya. Indikator peringatan juga dapat muncul ketika dinamo mengalami panas akibat menahan beban.
Bagasi Minim, Suspensi Keras
Keterbatasan lain terdapat pada ruang penyimpanan. Area di balik jok hampir seluruhnya digunakan untuk menempatkan dua baterai.
Ruang yang tersisa hanya cukup untuk barang kecil seperti lap, jas hujan tipis, atau dokumen kendaraan. Struktur penahan baterai juga membuat area tersebut tidak bisa dimanfaatkan untuk membawa barang tambahan.
Sementara itu, karakter suspensi Honda CUV cenderung keras. Suspensi belakang menggunakan single shock tanpa pengaturan preload. Travel suspensinya juga disebut tidak terlalu panjang dengan rebound yang cukup cepat.
Meski begitu, karakter tersebut memberikan stabilitas ketika motor dipacu pada kecepatan tinggi. Handling saat menikung juga dinilai akurat.
Pada akhirnya, Honda CUV menawarkan perpaduan desain futuristis, fitur lengkap, pengendalian natural, serta performa yang cukup untuk penggunaan harian. Namun, jarak tempuh aktual 73 kilometer dan kapasitas bagasi yang minim menjadi catatan penting.
Dalam konteks kebutuhan mobilitas di Indonesia yang menuntut motor serbaguna, keterbatasan tersebut membuat Honda CUV dinilai lebih cocok untuk penggunaan dengan jarak relatif dekat.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : AutonetMagz