Review Polytron Fox 350: Jarak Tempuh 136 Km, Nyaman tapi Ada Catatan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:40 WIB
Review Polytron Fox 350 mengungkap jarak tempuh 136 km, performa stabil, posisi duduk lebih nyaman, dan catatan pada suspensi serta bodi.(pinterest)
Review Polytron Fox 350 mengungkap jarak tempuh 136 km, performa stabil, posisi duduk lebih nyaman, dan catatan pada suspensi serta bodi.(pinterest)

JAKARTA - Polytron Fox 350 menjadi suksesor Fox R yang membawa sejumlah perubahan pada motor listrik Polytron. Dalam review Otomotif TV, motor ini diuji selama lebih dari seminggu. Hasilnya, Fox 350 mampu menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen saat dikendarai santai. Namun, kenyamanan suspensi dan kualitas beberapa bagian bodi masih menjadi catatan.

Fox 350 juga menawarkan skema pembelian yang berbeda. Motor ini dibanderol sekitar Rp15,5 juta dengan skema sewa baterai. Harga tersebut belum termasuk baterai. Pengguna membayar biaya sewa Rp200.000 per bulan, ditambah biaya pengisian daya di rumah.

Performa Fox 350 Masih Mirip Fox R

Secara spesifikasi, Polytron Fox 350 masih menggunakan motor listrik 3 kW dengan daya puncak 6,4 kW. Torsi puncaknya mencapai 187 Nm. Kecepatan maksimum yang disebutkan dalam review mencapai 95 km/jam, sedangkan jarak tempuh klaimnya 135 kilometer.

Baca Juga: Acer Aspire 7 Pro 2026 Dibanderol Rp13 Jutaan, Bawa RTX 3050 dan RAM 16 GB

Perubahan utama terdapat pada motor penggerak dan sistem pengendaliannya. Fox 350 kini menggunakan regenerative braking. Fitur ini memberikan efek pengereman saat gas ditutup dan membantu mengembalikan energi ke baterai.

Regenerative braking pada Fox 350 memiliki dua level. Namun, indikator khusus untuk menunjukkan fitur tersebut sedang bekerja tidak tersedia pada panel instrumen.

Respons gas juga dinilai lebih baik dibandingkan Fox R. Pada versi sebelumnya, terdapat jeda saat membuka gas kembali setelah berhenti. Fox 350 disebut lebih halus dan mengalir hingga kecepatan tinggi.

Performa motor juga relatif stabil ketika baterai mulai berkurang. Dalam mode D, kecepatan masih bisa mencapai sekitar 60 km/jam. Sementara itu, mode S dapat digunakan hingga baterai tersisa 20 persen.

Jarak Tempuh dan Pengisian Baterai

Dalam pengujian pertama, Fox 350 dikendarai menggunakan mode D dengan kecepatan maksimal sekitar 50 km/jam. Perjalanan dilakukan di rute Jakarta–Bogor dan kembali ke Jakarta.

Baca Juga: Hasil Liga 1 Indonesia 2026: Arema FC Menang 4-0, Persib Tekuk PSM 3-1

Hasilnya, motor menempuh 136 kilometer dengan sisa baterai 4 persen. Pengujian dilakukan dengan gaya berkendara santai, jalan relatif datar, dan menggunakan cruise control.

Dalam pengujian kedua, motor dikendarai menggunakan mode S secara terus-menerus. Hasilnya, jarak tempuh mencapai 92,7 kilometer.

Baterai Fox 350 menggunakan lithium iron phosphate atau LFP. Posisi baterai berada di bagian tengah motor dan tidak dapat dilepas. Pengisian daya dilakukan melalui charger bawaan dengan daya sekitar 850–900 watt.

Waktu pengisian baterai sekitar 4–5 jam. Dalam review, pengisian hingga indikator hijau disebut memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan mencabut charger sebelum penuh.

Polytron juga menawarkan fast charging dengan harga sekitar Rp2,7 juta. Charger ini dapat diatur pada 7 ampere, 13,5 ampere, atau 25 ampere. Menurut review, pengisian selama 10 menit dapat menambah jarak tempuh sekitar 10 kilometer.

Posisi Duduk Lebih Nyaman, Suspensi Masih Jadi Catatan

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah posisi duduk. Fox 350 memiliki deck yang lebih rendah dan lebih luas dibandingkan Fox R. Posisi kaki juga dinilai lebih rileks.

Namun, posisi kaki yang terlalu lebar membuat paha bagian dalam terasa pegal setelah berkendara cukup lama. Jok depan juga dinilai empuk, tetapi busanya tidak terlalu tebal sehingga terasa kurang nyaman setelah sekitar 30–45 menit.

Dari sisi handling, Fox 350 dinilai lincah untuk penggunaan di perkotaan. Perubahan ukuran pelek depan dari 3,5 inci menjadi 3 inci juga membuat motor terasa lebih ringan saat menikung.

Suspensi menjadi salah satu kekurangan yang paling disorot. Suspensi depan dan belakang dinilai terlalu empuk sehingga mudah mengayun. Saat melewati polisi tidur, lubang, atau melakukan pengereman, suspensi depan disebut mudah mentok.

Review tersebut juga menyoroti suara standar tengah yang cukup berisik ketika melewati jalan bergelombang.

Fitur Modern dan Kualitas Bodi

Fox 350 menggunakan sistem keyless dengan remote. Fitur yang tersedia meliputi alarm, penguncian roda belakang, pengaktifan kelistrikan, serta pembukaan jok.

Motor ini juga dapat dihidupkan melalui aplikasi di smartphone. Aplikasi tersebut digunakan untuk memantau kondisi baterai, status motor, dan informasi lainnya.

Panel instrumen menampilkan persentase baterai, estimasi jarak tempuh, odometer, trip, serta indikator mode berkendara. Cruise control juga tersedia untuk membantu pengendara saat perjalanan panjang.

Dari sisi pencahayaan, lampu depan Fox 350 dinilai lebih baik dibandingkan versi sebelumnya. Sorotan lampu lebih tegas dan memiliki garis cut off yang lebih jelas.

Bagasi di bawah jok cukup luas untuk menampung helm open face. Namun, setelah helm dimasukkan, ruang untuk barang lain menjadi terbatas.

Kualitas bodi menjadi catatan terakhir. Finishing cat dan warna dinilai bagus, tetapi beberapa bagian plastik masih memiliki sisa cetakan yang terasa tajam. Celah antarbodi juga disebut masih cukup renggang.

Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 dinilai sebagai motor listrik yang cukup menarik untuk penggunaan harian. Jarak tempuhnya mampu mendekati klaim, performanya stabil, dan posisi duduknya lebih nyaman dibandingkan Fox R. Namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan suspensi, kualitas bodi, serta biaya sewa baterai sebelum menentukan pilihan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
review motor listrik Fox 350 motor listrik Polytron Motor listrik 2026 polytron fox 350