JAKARTA - Perbandingan motor listrik vs motor bensin kembali menjadi perhatian ketika biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan ikut membebani pengeluaran harian. Dalam sebuah uji perbandingan menggunakan Finfast Viper, biaya operasional motor listrik disebut jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin 110–125 cc.
Perbandingan tersebut menggunakan acuan harga BBM dan tarif listrik rumah tangga pada Agustus 2026. Motor bensin yang digunakan memiliki konsumsi rata-rata dalam kota sekitar 50–60 kilometer per liter.
Dalam pengujian, motor bensin diisi BBM RON 92. Pengisian dari kondisi dua bar hingga penuh membutuhkan biaya sekitar Rp65 ribu. Harga BBM yang digunakan disebut Rp16 ribu per liter.
Berdasarkan perhitungan dalam video, konsumsi tersebut menghasilkan biaya sekitar Rp300 per kilometer. Jika kendaraan digunakan sejauh 1.000 kilometer dalam sebulan, pengeluaran untuk BBM diperkirakan mencapai sekitar Rp300 ribu.
Biaya tersebut belum memasukkan kebutuhan perawatan. Jika ditambah biaya oli dan servis rutin, pengeluaran bulanan motor bensin diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp500 ribu.
Finfast Viper Klaim Lebih Irit
Dalam perbandingan tersebut, motor listrik yang digunakan adalah Finfast Viper dengan pilihan satu dan dua baterai.
Baca Juga: Hasil Liga 1 Super League 2026 Pekan Pertama: Persib Menang, Java United Minus 2 Poin
Varian dua baterai menggunakan kapasitas masing-masing 1,5 kWh dan disebut mampu menempuh jarak hingga 145 kilometer. Sementara versi satu baterai memiliki jarak tempuh hingga 82 kilometer.
Perhitungan biaya pengisian daya menggunakan tarif dasar listrik rumah tangga dengan daya 13.300 VA sebesar Rp1.444 per kWh.
Dengan tarif tersebut, pengisian baterai hingga penuh disebut membutuhkan biaya mulai Rp2.167. Jika digunakan untuk menempuh 1.000 kilometer dalam sebulan, biaya listriknya diperkirakan hanya sekitar Rp26 ribu.
Artinya, berdasarkan perhitungan dalam video, biaya energi motor listrik berada jauh di bawah kebutuhan BBM motor bensin.
Biaya operasional Finfast Viper dihitung sekitar Rp26 per kilometer. Angka tersebut dibandingkan dengan sekitar Rp300 per kilometer untuk motor bensin dalam skenario yang digunakan.
Selisih biaya juga muncul dari sisi perawatan. Motor bensin membutuhkan penggantian oli mesin, filter, busi, hingga perawatan CVT secara berkala.
Sementara motor listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit. Karena tidak menggunakan proses pembakaran, motor listrik tidak membutuhkan penggantian oli mesin.
Perawatan rutin pada motor listrik dalam perbandingan tersebut disebut lebih sederhana, terutama berupa pengecekan kampas rem dan sistem kelistrikan.
Ekosistem Jadi Pertimbangan
Selain biaya penggunaan, video tersebut menyoroti ekosistem sebagai faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli motor listrik.
Baca Juga: Dongfeng Nami 01 EV Dibanderol Rp134 Jutaan, Bisa Tempuh 430 Km
Finfast disebut membangun ekosistem yang mencakup jaringan pengisian daya dan gerai swap baterai. Produsen juga menyediakan skema sewa atau berlangganan baterai.
Melalui skema tersebut, risiko kerusakan atau penurunan kesehatan baterai di masa mendatang disebut diambil alih oleh pabrikan. Finfast juga disebut terus memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual di berbagai kota.
Perbandingan itu menunjukkan bahwa efisiensi motor listrik tidak hanya berasal dari biaya energi. Pengurangan kebutuhan perawatan juga menjadi salah satu faktor yang membuat biaya penggunaannya lebih rendah.
Namun, angka penghematan dalam perbandingan tersebut tetap bergantung pada asumsi penggunaan yang dipakai, seperti jarak tempuh bulanan, konsumsi BBM, harga energi, dan tarif listrik.
Dalam skenario 1.000 kilometer per bulan, biaya energi motor listrik dihitung sekitar Rp26 ribu. Sementara motor bensin membutuhkan sekitar Rp300 ribu hanya untuk BBM, sebelum ditambah biaya perawatan.
Dengan perhitungan tersebut, motor listrik dinilai lebih hemat untuk kebutuhan perjalanan harian dibandingkan motor bensin dalam skenario yang diuji.
Editor : Maylanni Diana Fitri