Xpander Hybrid Punya Torsi 255 Nm, Lebih Bertenaga dan Irit dari Versi Bensin

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:25 WIB
Xpander Hybrid mengusung mesin 1.600 cc dan motor listrik bertorsi 255 Nm. Konsumsi BBM-nya diklaim mendekati 20 km per liter.(pinterest)
Xpander Hybrid mengusung mesin 1.600 cc dan motor listrik bertorsi 255 Nm. Konsumsi BBM-nya diklaim mendekati 20 km per liter.(pinterest)

JAKARTA - Mitsubishi Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid resmi menjadi salah satu daya tarik Bangkok Motor Show 2024. Kedua model tersebut membawa sistem hybrid penuh dengan mesin baru, motor listrik bertenaga besar, serta konsumsi bahan bakar yang diklaim mampu mendekati 20 km per liter.

Thailand menjadi pasar pertama yang mendapatkan varian hybrid untuk Xpander dan Xpander Cross. Sementara kehadiran kedua mobil tersebut di Indonesia masih belum diketahui.

Dari sisi harga, Xpander versi bensin di Thailand dibanderol mulai 799.000 baht. Sedangkan Xpander Hybrid varian tertinggi memiliki harga 919.000 baht. Sementara Xpander Cross Hybrid dipasarkan seharga 947.000 baht.

Secara tampilan, perbedaan Xpander Hybrid dengan versi bensin tidak terlalu mencolok. Pembeda utama berada pada emblem Hybrid Electric Vehicle, emblem EV, serta aksen berwarna biru di beberapa bagian eksterior.

Pada Xpander Cross Hybrid, aksen biru juga terlihat pada sejumlah detail bodi. Selebihnya, tampilan kendaraan masih mempertahankan karakter Xpander dan Xpander Cross yang sudah dikenal.

Perubahan besar justru berada di balik kap mesin. Xpander Hybrid tidak sekadar menggunakan mesin bensin lama yang ditambahkan sistem mild hybrid.

Mobil ini menggunakan mesin baru yang dipadukan dengan motor listrik. Sistem tersebut membuat Xpander masuk kategori Hybrid Electric Vehicle atau HEV.

Mesin Baru dan Torsi Lebih Besar

Mitsubishi Xpander Hybrid menggunakan mesin 1.600 cc yang dipadukan dengan motor listrik. Motor listrik menjadi salah satu sumber tenaga utama dalam sistem penggerak kendaraan.

Baca Juga: SMAN 1 Trenggalek memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan SMKN 1 Nglegok dengan skor 3-0 pada

Dalam penjelasan pada unit yang dipamerkan, motor listrik menghasilkan tenaga 116 PS dengan torsi 255 Nm. Sementara mesin bensinnya menghasilkan tenaga 95 PS dan torsi 134 Nm.

Besarnya torsi motor listrik membuat karakter Xpander Hybrid berbeda dibandingkan Xpander bensin. Sistem hybrid tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga memberikan dorongan tenaga lebih besar.

Motor listrik dan mesin bensin terintegrasi dalam sistem penggerak. Transmisi yang digunakan adalah e-CVT.

Dari sisi efisiensi, konsumsi bahan bakar rata-rata Xpander Hybrid disebut mencapai 5,2 liter per 100 kilometer. Angka tersebut setara dengan konsumsi mendekati 20 kilometer per liter.

Untuk penggunaan dalam kota, konsumsi bahan bakarnya disebut mencapai 4,6 liter per 100 kilometer. Sementara penggunaan luar kota tercatat 5,6 liter per 100 kilometer.

Baterai lithium-ion ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Posisi baterai berada di area tengah bawah bodi.

Xpander Hybrid juga memiliki sejumlah mode berkendara. Tersedia Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud. Selain itu terdapat Charge Mode dan EV Mode.

Charge Mode digunakan untuk mengutamakan pengisian daya baterai. Sementara EV Mode memprioritaskan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu.

Interior Mirip Xpander Bensin

Masuk ke kabin, perubahan terlihat pada penggunaan tuas transmisi elektronik yang berbeda dari Xpander bensin. Desainnya disebut menyerupai Mitsubishi Outlander PHEV.

Baca Juga: Suzuki Baleno 2026 Disebut Makin Modern, Mesin 1.5L dan Fitur Baru Jadi Andalan

Xpander Hybrid juga menggunakan electronic parking brake, auto hold, dan drive mode selector. Namun, secara umum desain kabin masih mempertahankan karakter Xpander yang sudah dikenal.

Setir menggunakan desain yang sama dengan Mitsubishi Xforce. Instrumen cluster juga mendapat pembaruan dengan tampilan yang serupa Xforce, meski memiliki tampilan grafis berbeda.

Posisi duduk dan desain jok secara umum masih sama dengan Xpander Cross. Perubahan interior tidak sebesar perubahan pada sistem penggerak.

Dari sisi keselamatan, video tersebut menyebut belum ada penambahan sistem ADAS. Xpander Hybrid masih memiliki cruise control, tetapi belum dilengkapi adaptive cruise control, lane departure warning, lane keeping assist, maupun blind spot monitoring.

Jumlah airbag juga disebut masih dua buah.

Salah satu perubahan pada sektor mekanis terdapat di bagian belakang. Xpander Hybrid sudah menggunakan rem cakram belakang, berbeda dengan sistem tromol pada model tertentu sebelumnya.

Selain itu, sistem pendinginan juga dibuat untuk menangani komponen mesin bensin dan sistem elektrifikasi. Terdapat dua reservoir pendingin yang memiliki fungsi berbeda.

Dengan kombinasi mesin 1.600 cc, motor listrik, baterai lithium-ion, serta torsi motor listrik mencapai 255 Nm, Xpander Hybrid menawarkan karakter baru dibandingkan model bensin.

Model ini berpotensi menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan kabin dan kenyamanan khas Xpander, tetapi dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien serta performa yang lebih kuat.

Namun, hingga pembahasan dalam video tersebut, belum ada kepastian mengenai waktu peluncuran Mitsubishi Xpander Hybrid di Indonesia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Xpander Hybrid Xpander Cross Hybrid Bangkok Motor Show 2024 mobil hybrid mitsubishi xpander