JAKARTA - Mitsubishi Xpander Hybrid membawa perubahan besar pada sektor dapur pacu. Tidak lagi hanya mengandalkan mesin bensin 1.500 cc seperti versi reguler, model hybrid ini menggunakan mesin baru 1.600 cc yang dipadukan dengan motor listrik bertorsi hingga 255 Nm.
Mitsubishi memperkenalkan Xpander Hybrid bersama Xpander Cross Hybrid di Thailand pada 2024. Kedua model tersebut menjadi versi elektrifikasi dari MPV yang selama ini dikenal di sejumlah pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Berbeda dengan sistem mild hybrid, Xpander Hybrid menggunakan teknologi Hybrid Electric Vehicle atau HEV. Sistem tersebut menggabungkan mesin bensin, motor listrik, generator, baterai lithium-ion, dan transmisi e-CVT.
Dari luar, perubahan Xpander Hybrid sebenarnya tidak terlalu mencolok. Pembeda utamanya terdapat pada emblem Hybrid Electric Vehicle dan EV serta aksen biru pada beberapa bagian bodi.
Namun, perubahan terbesar justru tersembunyi di balik kap mesin.
Mitsubishi menggunakan mesin bensin 1.600 cc yang menghasilkan tenaga 95 PS dan torsi 134 Nm. Mesin tersebut bekerja bersama motor listrik yang memiliki tenaga 116 PS dan torsi mencapai 255 Nm.
Kehadiran motor listrik membuat karakter performa Xpander Hybrid berbeda dibandingkan Xpander bensin. Sistem elektrifikasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghemat bahan bakar, tetapi juga memberikan torsi lebih besar saat mobil berakselerasi.
Konsumsi BBM Mendekati 20 Km per Liter
Selain menawarkan tenaga tambahan, Mitsubishi Xpander Hybrid juga membawa klaim efisiensi bahan bakar yang cukup tinggi.
Baca Juga: Suzuki Baleno Sudah Discontinue, Intip Spek Stok Terakhir yang Digantikan Fronx
Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada unit di Bangkok Motor Show 2024, konsumsi bahan bakar rata-rata mobil ini mencapai 5,2 liter per 100 kilometer.
Angka tersebut setara dengan konsumsi mendekati 20 kilometer per liter.
Dalam penggunaan perkotaan, konsumsi bahan bakarnya disebut mencapai 4,6 liter per 100 kilometer. Sedangkan untuk perjalanan luar kota tercatat sekitar 5,6 liter per 100 kilometer.
Sistem hybrid Xpander memiliki beberapa pilihan mode berkendara. Pengemudi dapat memilih Normal, Wet, Gravel, Tarmac, dan Mud.
Selain mode tersebut, tersedia pula Charge Mode dan EV Mode.
Charge Mode memungkinkan sistem memprioritaskan pengisian baterai. Mesin dapat bekerja untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan oleh sistem kendaraan.
Sementara EV Mode memprioritaskan penggunaan tenaga listrik. Namun, penggunaan mode tersebut memiliki keterbatasan dan lebih ditujukan untuk kondisi tertentu, seperti pergerakan dalam jarak pendek atau saat parkir.
Baterai lithium-ion pada Xpander Hybrid ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Sistem elektrifikasi juga menggunakan kabel berwarna oranye sebagai penanda komponen bertegangan tinggi.
Menariknya, motor listrik dan komponen penggerak dirancang terintegrasi dengan sistem mesin. Di bagian tengah terdapat transmisi e-CVT, sementara generator dan motor listrik menjadi bagian dari rangkaian sistem hybrid tersebut.
Rem Belakang Sudah Cakram
Selain perubahan pada mesin dan sistem elektrifikasi, Xpander Hybrid juga mendapat pembaruan pada sistem pengereman.
Baca Juga: ION UT Dibanderol Rp360 Jutaan, Andalkan Kenyamanan dan Fitur Canggih
Model hybrid sudah menggunakan rem cakram di bagian belakang. Perubahan ini menjadi salah satu perbedaan teknis dibandingkan Xpander yang menggunakan rem tromol belakang.
Di dalam kabin, desain dasar masih mempertahankan karakter Xpander yang sudah dikenal. Namun, terdapat tuas transmisi elektronik dengan desain berbeda.
Pengoperasiannya menyerupai sistem yang digunakan Mitsubishi Outlander PHEV. Mobil juga telah menggunakan electronic parking brake dan auto hold.
Setir mengadopsi desain yang sama dengan Mitsubishi Xforce. Sementara instrumen cluster juga menggunakan desain baru yang memiliki kemiripan dengan SUV tersebut.
Untuk fitur keselamatan, video tersebut menyebut belum terdapat penambahan teknologi ADAS. Xpander Hybrid masih memiliki cruise control biasa dan belum dilengkapi adaptive cruise control, lane keeping assist, lane departure warning, maupun blind spot monitoring.
Jumlah airbag juga disebut masih dua.
Dari sisi harga, Xpander Hybrid varian tertinggi di Thailand dibanderol 919.000 baht. Sementara Xpander Cross Hybrid memiliki harga 947.000 baht.
Mitsubishi Xpander Hybrid menawarkan perubahan signifikan dibandingkan versi bensin, terutama melalui mesin 1.600 cc, motor listrik bertorsi 255 Nm, serta konsumsi bahan bakar yang diklaim mendekati 20 kilometer per liter.
Namun, hingga video tersebut dibuat, belum ada kepastian mengenai waktu kehadiran Mitsubishi Xpander Hybrid di pasar Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri