JAKARTA - Mitsubishi XForce HEV akhirnya hadir di Indonesia dengan membawa sistem hybrid yang berbeda dari varian bensinnya. SUV ini tidak sekadar menggunakan mesin lama 1.500 cc yang dipasangi motor listrik, melainkan mengusung mesin baru 1.600 cc Atkinson Cycle yang memang dirancang untuk sistem hybrid.
Kehadiran Mitsubishi XForce HEV menjadi bagian dari pembaruan lini XForce tahun ini. Selain menambah varian hybrid, Mitsubishi juga melakukan penyesuaian harga pada varian bermesin internal combustion engine (ICE) sekaligus meningkatkan kelengkapan fitur.
Harga XForce kini berada di kisaran Rp300 jutaan, lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp400 jutaan. Sementara Mitsubishi XForce HEV ditawarkan mulai Rp445 juta. Konsumen yang menginginkan fitur lebih lengkap dapat menambah Rp25 juta untuk varian dengan sejumlah kelengkapan premium.
Varian Ultimate Premium kini mendapat panoramic roof, jok elektrik, electric power tailgate, serta multi around monitor. Sejumlah fitur tersebut juga menjadi pembeda pada varian tertinggi XForce.
Mesin Baru dan Motor Listrik Lebih Bertenaga
Mitsubishi XForce HEV menggunakan mesin 1.600 cc berkode 4A92 dengan teknologi Atkinson Cycle. Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 107 PS dan torsi 134 Nm.
Baca Juga: Suzuki Baleno Facelift Ternyata Irit, Uji Pakai 383 Km Catat Konsumsi 11,87 Km per Liter
Tenaga tambahan datang dari motor listrik yang mampu menghasilkan 116 PS dan torsi 255 Nm. Kombinasi tersebut membuat XForce HEV memiliki karakter tenaga yang berbeda dibandingkan XForce bensin 1.500 cc.
Sistem hybridnya dapat bekerja dalam beberapa kondisi secara otomatis. Mobil dapat berjalan menggunakan tenaga listrik penuh ketika kapasitas baterai mencukupi. Selain itu, tersedia mode series hybrid ketika mesin bertugas mengisi baterai serta parallel hybrid saat mesin dan motor listrik bekerja bersama menggerakkan kendaraan.
Sistem tersebut juga memiliki parallel low dan parallel high untuk menyesuaikan kondisi kecepatan. Pada kecepatan tertentu, sistem memanfaatkan konfigurasi transaxle dua percepatan agar tenaga dan konsumsi bahan bakar tetap optimal.
Menariknya, Mitsubishi juga membekali sistem motor disconnect. Ketika kendaraan melaju stabil di jalan tol tanpa akselerasi atau deselerasi, hubungan motor listrik dapat dilepaskan agar tidak menjadi hambatan tambahan.
Dari sisi efisiensi, pengujian internal Mitsubishi mengklaim XForce HEV mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar. Dengan tangki berkapasitas 42 liter, konsumsi bahan bakarnya disebut dapat berada di kisaran 25 kilometer per liter untuk perjalanan tol.
Suspensi Lebih Empuk dan Fitur Bertambah
Selain sistem hybrid, Mitsubishi melakukan revisi pada karakter suspensi XForce. Perubahan tersebut tidak hanya diterapkan pada XForce HEV, tetapi juga varian ICE.
Baca Juga: Suzuki Baleno 2026 Disebut Tampil Lebih Modern, Mesin 1.5L Jadi Sorotan
Suspensi baru diklaim lebih nyaman dibandingkan model sebelumnya yang kerap dinilai memiliki karakter cukup keras. Dalam pengujian awal, perubahan tersebut terasa saat mobil melintasi permukaan jalan yang tidak rata.
Meski suspensi dibuat lebih lunak, karakter pengendalian tetap dipertahankan. XForce HEV memiliki sejumlah drive mode, mulai Normal, Wet, Gravel, Mud hingga Tarmac. Setiap mode mengubah karakter penyaluran tenaga, bobot setir, dan kerja Active Yaw Control.
XForce HEV juga memiliki mode EV yang memaksimalkan penggunaan tenaga listrik. Sementara Charge Mode memungkinkan mesin bekerja untuk mengisi baterai hingga mendekati kapasitas maksimal.
Baterai berkapasitas 1,1 kWh ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Konfigurasi tersebut membuat ground clearance XForce HEV menjadi 212 mm, atau 10 mm lebih rendah dibandingkan varian ICE. Namun, posisi baterai turut menurunkan pusat gravitasi kendaraan.
Dari sisi desain, XForce HEV mendapat sejumlah pembeda berupa emblem hybrid dan velg dengan desain lebih aerodinamis. Perubahan paling mudah dikenali terdapat pada lampu belakang yang kini menggunakan nuansa smoke abu-abu dan hitam.
Interiornya mendapat tuas transmisi elektronik, tampilan energy flow pada instrumen, panoramic roof pada varian tertentu, serta jok elektrik. Sistem keselamatan ADAS tetap tersedia dan kini dilengkapi multi around monitor.
Dalam pengujian awal, karakter berkendara XForce HEV terasa lebih halus berkat dominasi motor listrik pada kecepatan rendah. Perpindahan antara mesin bensin dan motor listrik juga disebut berlangsung mulus tanpa getaran yang berarti.
Dengan mesin lebih besar, tenaga motor listrik yang kuat, konsumsi bahan bakar lebih hemat, serta revisi suspensi, Mitsubishi XForce HEV menjadi varian baru yang menawarkan karakter berbeda dari XForce bermesin bensin.
Editor : Maylanni Diana Fitri