JAKARTA - Mitsubishi Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid resmi diperkenalkan di Thailand pada 2024. Kehadiran varian elektrifikasi ini membawa perubahan cukup besar pada sektor penggerak, meski tampilan eksterior dan desain kabinnya masih mempertahankan karakter Xpander yang selama ini dikenal.
Dalam ulasan kanal Farid Anif dari Bangkok Motor Show, Xpander Hybrid disebut menggunakan sistem hybrid penuh atau Hybrid Electric Vehicle (HEV), bukan mild hybrid. Mobil ini juga mendapat mesin baru yang berbeda dari mesin bensin Xpander konvensional.
Secara tampilan, perbedaan Xpander Hybrid dengan versi bensin tidak terlalu mencolok. Pada bagian eksterior terdapat emblem Hybrid Electric Vehicle serta sejumlah aksen biru sebagai penanda teknologi elektrifikasi.
Perbedaan serupa juga terlihat pada Xpander Cross Hybrid. Secara umum, desain bodi masih mempertahankan bentuk Xpander Cross, dengan tambahan emblem hybrid dan aksen berwarna biru di beberapa bagian.
Mesin Baru dan Motor Listrik Bertenaga
Salah satu perubahan utama Xpander Hybrid terdapat pada sistem penggeraknya. Mobil ini menggunakan mesin baru berkapasitas 1,6 liter yang dipadukan dengan motor listrik.
Baca Juga: Toyota Innova Zenix Hybrid Tipe V Lebih Murah Rp77 Juta, Fitur Ini Tetap Dibawa dari Tipe Q
Dalam video tersebut disebutkan motor listriknya menghasilkan tenaga hingga 95 PS. Sementara kombinasi mesin bensin dan sistem elektrifikasi menghasilkan tenaga puncak sekitar 116 PS.
Torsi menjadi salah satu hal yang cukup menonjol dari sistem hybrid tersebut. Motor listrik menghasilkan torsi besar sehingga karakter akselerasi Xpander Hybrid diprediksi lebih responsif dibandingkan Xpander bensin standar.
Sistem hybrid ini juga menggunakan baterai lithium-ion. Komponen baterai ditempatkan di bagian bawah kendaraan, sementara sistem kelistrikan tegangan tinggi menggunakan kabel berwarna oranye.
Kombinasi mesin bensin, motor listrik, generator, dan transmisi e-CVT membuat sistem penggerak Xpander Hybrid berbeda dari teknologi mild hybrid. Mobil dapat mengandalkan motor listrik dalam kondisi tertentu serta memiliki pengaturan khusus untuk mengelola penggunaan energi.
Terdapat pula EV mode dan charge mode. Charge mode memungkinkan sistem lebih memprioritaskan pengisian daya baterai, sedangkan EV mode mengutamakan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu.
Konsumsi BBM Diklaim Bisa Mendekati 20 Km per Liter
Selain peningkatan performa, Xpander Hybrid menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Berdasarkan informasi yang ditampilkan dalam video, konsumsi rata-rata mobil ini berada di angka 5,2 liter per 100 kilometer.
Baca Juga: Innova Zenix Hybrid Tipe V Lebih Murah Rp77 Juta dari Tipe Q, Fitur Apa Saja yang Dipangkas?
Dalam penggunaan perkotaan, konsumsi bahan bakarnya disebut mencapai 4,6 liter per 100 kilometer. Sementara penggunaan luar kota tercatat sekitar 5,6 liter per 100 kilometer.
Angka tersebut membuat Xpander Hybrid memiliki efisiensi bahan bakar yang mendekati 20 kilometer per liter berdasarkan data yang disampaikan dalam video.
Sistem hybrid juga diharapkan menjadi solusi terhadap karakter Xpander konvensional yang dinilai memiliki akselerasi lebih santai dibandingkan sejumlah kompetitornya.
Pada sektor transmisi, Xpander Hybrid menggunakan tuas persneling baru yang bentuknya berbeda dari Xpander biasa. Desainnya disebut mirip dengan Mitsubishi Outlander PHEV.
Mobil ini juga memiliki beberapa pilihan mode berkendara, mulai normal, wet, gravel, tarmac, hingga mud. Mode berkendara tersebut memiliki kemiripan dengan sistem yang digunakan Mitsubishi Xforce.
Interior Masih Familiar, Fitur Keselamatan Belum Banyak Berubah
Masuk ke kabin, perubahan Xpander Hybrid tidak terlalu ekstrem. Posisi duduk, konfigurasi kabin, dan ruang penumpang masih mempertahankan karakter Xpander dan Xpander Cross.
Namun, terdapat sejumlah komponen baru seperti setir yang desainnya serupa Mitsubishi Xforce serta instrument cluster baru dengan tampilan berbeda.
Dari sisi keselamatan, tidak banyak penambahan fitur dibandingkan Xpander yang sudah dikenal sebelumnya. Dalam video disebutkan mobil ini belum dibekali sistem ADAS seperti lane departure warning, lane keeping assist, maupun blind spot monitoring.
Fitur yang tersedia antara lain cruise control dan sejumlah fitur keselamatan dasar. Jumlah airbag juga disebut masih dua.
Di Thailand, Xpander Hybrid dibanderol mulai 919.000 baht. Sementara Xpander Cross Hybrid dibanderol sekitar 947.000 baht.
Kehadiran Xpander Hybrid di Thailand memunculkan harapan mobil tersebut juga segera masuk Indonesia. Namun, hingga pembahasan dalam video tersebut, belum ada kepastian mengenai waktu peluncuran Xpander Hybrid di pasar Indonesia.
Editor : Maylanni Diana Fitri