Xpander Hybrid Sudah Mengaspal di Thailand, Lebih Irit dan Bertenaga, Kapan Masuk Indonesia?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:45 WIB
Xpander Hybrid resmi hadir di Thailand dengan motor listrik, mesin baru, konsumsi BBM hemat, dan tenaga lebih besar. Kapan masuk Indonesia?(pinterest)
Xpander Hybrid resmi hadir di Thailand dengan motor listrik, mesin baru, konsumsi BBM hemat, dan tenaga lebih besar. Kapan masuk Indonesia?(pinterest)

JAKARTA - Mitsubishi Xpander Hybrid resmi hadir di Thailand dengan membawa perubahan besar pada sektor mesin dan sistem penggeraknya. Tidak hanya menawarkan konsumsi bahan bakar lebih hemat, MPV ini juga dibekali motor listrik yang membuat performanya lebih bertenaga dibandingkan Xpander bensin.

Mitsubishi memperkenalkan dua model sekaligus, yakni Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid. Keduanya tampil di Bangkok Motor Show 2024 dengan basis desain yang masih mempertahankan bentuk Xpander yang selama ini dikenal.

Secara kasat mata, perbedaan versi hybrid dengan model bensin memang tidak terlalu banyak. Mitsubishi hanya menambahkan emblem Hybrid Electric Vehicle atau HEV serta aksen biru di sejumlah bagian eksterior.

Namun, perubahan terbesar justru tersembunyi di balik kap mesin.

Xpander Hybrid menggunakan mesin baru yang dipadukan dengan motor listrik. Sistem ini disebut sebagai full hybrid, bukan sekadar mild hybrid. Artinya, motor listrik memiliki peran lebih besar dalam menggerakkan kendaraan.

Motor listrik pada Xpander Hybrid menghasilkan tenaga 95 PS. Sementara tenaga gabungan sistem penggeraknya mencapai sekitar 116 PS. Kehadiran motor listrik juga membuat torsinya jauh lebih besar dibandingkan mesin bensin biasa.

Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Xpander Hybrid. Selama ini, Xpander dikenal sebagai MPV yang mengutamakan kenyamanan, tetapi performa akselerasinya dinilai tidak seagresif beberapa pesaing.

Dengan tambahan motor listrik, karakter tersebut berpotensi berubah. Sistem elektrifikasi tidak hanya ditujukan untuk menghemat bahan bakar, tetapi juga memberikan dorongan tenaga tambahan saat mobil berakselerasi.

Konsumsi BBM Diklaim Lebih Hemat

Selain performa, efisiensi bahan bakar menjadi keunggulan lain yang ditawarkan Xpander Hybrid.

Baca Juga: Sempat Diragukan karena FWD, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Tetap Masuk Mobil Terlaris

Berdasarkan informasi yang ditampilkan pada mobil di Bangkok Motor Show, konsumsi bahan bakar rata-rata Xpander Hybrid mencapai 5,2 liter per 100 kilometer.

Dalam penggunaan perkotaan, angka konsumsi bahan bakarnya disebut mencapai 4,6 liter per 100 kilometer. Sementara untuk perjalanan luar kota berada di angka 5,6 liter per 100 kilometer.

Jika dikonversikan secara sederhana, angka tersebut mendekati konsumsi 20 kilometer per liter.

Sistem hybrid pada mobil ini menggunakan baterai lithium-ion. Baterai ditempatkan di bagian bawah kendaraan, sementara sejumlah komponen kelistrikan bertegangan tinggi menggunakan kabel berwarna oranye.

Xpander Hybrid juga memiliki beberapa mode berkendara. Selain mode normal, tersedia pilihan wet, gravel, tarmac, dan mud.

Menariknya, Mitsubishi turut menyediakan EV mode dan charge mode. EV mode digunakan untuk memprioritaskan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Sedangkan charge mode berfungsi mengutamakan pengisian daya baterai.

Transmisi yang digunakan juga berbeda dari Xpander konvensional. Tuas persnelingnya memiliki desain baru dan sistem penggerak hybrid tersebut menggunakan transmisi e-CVT.

Harga Lebih Mahal dari Xpander Bensin

Di Thailand, harga Xpander Hybrid berada di kisaran 919.000 baht. Sedangkan Xpander Cross Hybrid dijual sekitar 947.000 baht.

Baca Juga: Toyota Innova Zenix Hybrid Tipe V Lebih Murah Rp77 Juta, Fitur Ini Tetap Dibawa dari Tipe Q

Selisih harga tersebut lebih tinggi dibandingkan Xpander versi bensin yang dipasarkan di negara tersebut.

Meski demikian, harga Indonesia belum dapat dipastikan. Perbedaan struktur pajak, biaya produksi, dan strategi pemasaran membuat harga Xpander Hybrid jika masuk Indonesia belum tentu sama dengan perkiraan berdasarkan harga Thailand.

Dari sisi interior, Xpander Hybrid masih mempertahankan karakter kabin Xpander. Posisi duduk dan konfigurasi ruang penumpang tidak banyak berubah.

Beberapa komponen mendapat pembaruan, termasuk setir dan instrument cluster yang memiliki desain serupa dengan Mitsubishi Xforce.

Namun, fitur keselamatannya disebut belum mengalami peningkatan besar. Mobil ini belum menggunakan sejumlah teknologi ADAS seperti lane keeping assist dan blind spot monitoring.

Hadirnya Xpander Hybrid di Thailand pun memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan mobil tersebut dipasarkan di Indonesia.

Pasalnya, Xpander merupakan salah satu model penting Mitsubishi di pasar Tanah Air. Sistem hybrid dinilai dapat menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan MPV nyaman dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat sekaligus performa lebih responsif.

Namun hingga pembahasan dalam video tersebut, belum ada kepastian kapan Mitsubishi Xpander Hybrid akan resmi dibawa ke Indonesia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Mobil Hybrid Mitsubishi Xpander Hybrid Xpander Cross Hybrid Bangkok Motor Show mitsubishi xpander