Toyota Kijang Innova Zenix Tinggalkan Mesin Diesel, Ini Perubahan Besarnya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:10 WIB
Toyota Kijang Innova Zenix membawa perubahan besar dengan meninggalkan mesin diesel, ladder frame, dan penggerak roda belakang.(pinterest)
Toyota Kijang Innova Zenix membawa perubahan besar dengan meninggalkan mesin diesel, ladder frame, dan penggerak roda belakang.(pinterest)

JAKARTA - Toyota Kijang Innova Zenix membawa perubahan besar dalam sejarah panjang keluarga Kijang. Generasi ketujuh ini tidak hanya hadir dengan desain baru, tetapi juga meninggalkan sejumlah karakter utama yang selama puluhan tahun melekat pada mobil keluarga tersebut.

Toyota Kijang Innova Zenix tidak lagi menggunakan sasis ladder frame dan sistem penggerak roda belakang. Sebagai gantinya, Toyota menggunakan konstruksi bodi monokok dengan sistem penggerak roda depan. Pilihan mesin diesel yang sebelumnya menjadi salah satu andalan Innova juga tidak lagi tersedia.

Sebagai penggantinya, Toyota menawarkan mesin bensin 2.000 cc dan teknologi hybrid generasi kelima. Perubahan tersebut membuat Innova Zenix menjadi salah satu transformasi terbesar dalam perjalanan Toyota Kijang.

Innova Zenix tersedia dalam tiga pilihan varian, yaitu G, V, dan Q. Seluruh trim tersebut memiliki pilihan mesin bensin dan hybrid. Rentang harga yang disebutkan dalam tayangan Otodriver berada dari kisaran Rp400 jutaan hingga Rp611 juta.

Perubahan juga langsung terlihat dari desain eksterior. Kijang generasi terbaru tampil lebih modern dengan bentuk bodi membulat dan sejumlah elemen desain yang memberikan kesan SUV.

Bagian samping memiliki garis bodi yang lebih tegas, sementara bagian belakang tampil berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Toyota juga memberikan karakter baru pada desain lampu belakang.

Tak Lagi Andalkan Diesel

Sektor mesin menjadi salah satu bagian paling menarik dari Toyota Kijang Innova Zenix. Varian bensin menggunakan mesin 2.000 cc empat silinder Dual VVT-i yang menghasilkan tenaga 174 PS dan torsi 205 Nm.

Baca Juga: Perbedaan Kijang Innova Zenix Tipe G, V dan Q Hybrid, Mana yang Paling Layak?

Sementara versi hybrid menggunakan mesin bensin 2.000 cc dengan tenaga 152 PS dan torsi 187 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 113 PS serta torsi 206 Nm.

Tenaga kombinasi sistem hybrid mencapai 186 PS. Angka tersebut membuat Innova Zenix Hybrid menjadi Kijang dengan tenaga terbesar yang pernah dibahas dalam tayangan tersebut.

Seluruh pilihan mesin kini menggunakan transmisi CVT dan menyalurkan tenaga ke roda depan. Transmisi tersebut juga dapat dioperasikan secara manual dengan simulasi enam percepatan.

Tidak tersedia lagi pilihan transmisi manual. Kehadiran teknologi hybrid juga secara langsung menggantikan posisi mesin diesel yang tidak lagi ditawarkan pada Innova Zenix di Indonesia.

Teknologi hybrid memungkinkan mobil bergerak menggunakan tenaga listrik dalam kondisi tertentu. Saat pengujian dilakukan, Innova Zenix Hybrid dapat mulai berjalan ketika mesin bensinnya belum menyala.

Sistem regenerative braking juga bekerja saat mobil melintasi jalan menurun. Energi kinetik yang dihasilkan ketika kendaraan melambat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan listrik dan mengisi baterai.

Toyota mengklaim konsumsi bahan bakar Innova Zenix Hybrid dapat berada di kisaran 20 km per liter. Namun, angka tersebut belum diuji secara khusus dalam perjalanan jarak jauh pada tayangan tersebut.

Kabin Lebih Lega dan Fitur Semakin Lengkap

Toyota menggunakan platform TNGA-C pada Innova Zenix. Platform tersebut membuat mobil mengalami perubahan pada konstruksi sekaligus tata letak kabin.

Baca Juga: Suzuki Baleno Sudah Discontinue, Simak Fitur Lengkap Hatchback yang Masih Tersisa di Dealer

Meski dimensinya membesar, bobot Innova Zenix disebut lebih ringan sekitar 170 kilogram dibandingkan generasi sebelumnya. Panjang dan lebarnya bertambah masing-masing 20 mm, sementara wheelbase meningkat 100 mm.

Penggunaan penggerak roda depan juga memberikan keuntungan pada ruang kabin. Tidak ada lagi terowongan untuk sistem penggerak roda belakang yang sebelumnya berada di bagian tengah lantai.

Hasilnya, ruang penumpang terasa lebih lapang. Baris ketiga juga dirancang untuk menampung tiga penumpang dengan ruang kaki dan ruang bahu yang lebih baik.

Bagasi tetap menjadi salah satu kekuatan utama Kijang. Saat seluruh kursi digunakan, ruang bagasi masih disebut dapat menampung dua koper berukuran sedang. Jok baris ketiga juga dapat dilipat rata untuk memberikan ruang tambahan.

Dari sisi fitur, Toyota memberikan sejumlah teknologi modern. Di antaranya panoramic roof, Toyota Safety Sense 3.0, Dynamic Radar Cruise Control, Lane Departure Alert, electric parking brake, hingga rear seat entertainment.

Konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto juga tersedia. Toyota turut menghadirkan fitur T Intouch yang dapat menghubungkan kendaraan dengan ponsel.

Varian tertinggi bahkan mendapatkan jok individual dengan ottoman elektrik, panoramic view monitor, serta enam airbag.

Dalam pengujian awal, Innova Zenix Hybrid memberikan kesan berkendara yang lebih halus. Getaran mesin berkurang, suspensi terasa nyaman, dan kabin dinilai lebih lapang dibandingkan generasi sebelumnya.

Perubahan konstruksi, sistem penggerak, pilihan mesin, hingga teknologi hybrid menunjukkan bahwa Toyota Kijang Innova Zenix bukan sekadar pembaruan generasi. Mobil ini menandai babak baru Kijang yang selama puluhan tahun dikenal sebagai kendaraan keluarga di Indonesia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Innova Zenix Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Toyota Kijang Innova Zenix mobil hybrid