JAKARTA - Alva Cervo telah digunakan lebih dari setahun dengan jarak tempuh sekitar 7.000 kilometer. Dalam pengalaman pemiliknya, motor listrik ini punya tenaga kuat, nyaman untuk perjalanan jauh, dan baterai yang masih prima, tetapi tetap menyimpan sejumlah kekurangan.
Pengalaman tersebut dibagikan melalui sebuah video review mendalam. Pemilik sengaja mengulas sisi plus dan minus setelah penggunaan dalam waktu panjang, bukan sekadar berdasarkan test ride singkat.
Salah satu alasan memilih Alva Cervo adalah penggunaan sistem mid drive. Menurut pemilik, sistem tersebut membuat akselerasi terasa lebih instan sekaligus menempatkan titik berat motor di bagian tengah dan bawah.
Baca Juga: 10 Kekurangan Alva Cervo Setelah 3 Bulan Dipakai, Baterai Bisa Susut 3 Persen Sehari
Karakter tersebut membuat motor dinilai lebih stabil saat dikendarai. Desain Cervo juga menjadi alasan lain karena dianggap modern, stylish, dan berbeda dari motor lain yang beredar.
Pemilik bahkan mengaku kerap mendapat pertanyaan dari pengguna jalan ketika berhenti di lampu merah. Ia menilai desain Cervo membuat motor tersebut mudah menarik perhatian.
Tenaga Kuat dan Baterai Masih Prima
Dari sisi performa, tenaga menjadi salah satu keunggulan utama Alva Cervo. Pemilik menyebut torsi motor terasa kuat dan kecepatannya mampu menembus 100 kilometer per jam.
Kemampuan tersebut juga dirasakan ketika menghadapi tanjakan ekstrem. Dalam pengujian di video, Cervo mampu menanjak dari tengah tanjakan tanpa ancang-ancang.
Mode berkendara yang tersedia terdiri dari Eco, Urban, dan Sport. Mode Eco disebut paling hemat dengan batas kecepatan sekitar 70 kilometer per jam, tetapi tarikannya tetap dianggap cukup kuat.
Sementara Urban menawarkan respons lebih agresif untuk kondisi perkotaan. Mode Sport memberikan akselerasi lebih cepat dan disebut mampu mencapai kecepatan 80 kilometer per jam dengan cepat.
Untuk konsumsi energi, pemilik menyebut pengisian baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan biaya sekitar Rp5.000. Dengan pengisian tersebut, motor diklaim bisa digunakan hingga 125 kilometer dalam mode Eco dengan gaya berkendara santai.
Setelah dipakai lebih dari setahun, kondisi baterai juga dinilai masih baik. Pemilik mengatakan tidak merasakan penurunan performa yang berarti dan tidak menemukan baterai menggembung maupun bocor.
Cervo yang digunakan memakai dua baterai. Dengan kondisi tersebut, jarak tempuh di atas 100 kilometer masih bisa dicapai selama gaya berkendara tidak agresif dan tetap menggunakan mode Eco.
Charger Lambat hingga Komstir Sempat Bermasalah
Di balik sejumlah keunggulan tersebut, ada beberapa catatan. Charger bawaan membutuhkan waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam untuk mengisi baterai dari kosong sampai 100 persen.
Pemilik berharap waktu pengisian bisa lebih singkat. Ia juga menyebut varian Cervo Q sudah mendukung fast charging, sehingga mempertimbangkan peningkatan ke varian tersebut.
Suspensi juga menjadi bagian yang mendapat perhatian. Setting suspensi Cervo disebut lebih stiff agar kendaraan tetap stabil saat melaju dan menikung pada kecepatan tinggi.
Karakter tersebut terasa berbeda ketika motor digunakan di jalan yang tidak mulus. Kaki-kaki dianggap cukup terasa keras. Namun, pemilik menyebut suspensi dapat dimodifikasi sesuai karakter jalan dan gaya berkendara.
Masalah lain sempat terjadi pada komstir. Saat digunakan berbelok, komstir pernah terasa membanting dan melawan sehingga mengurangi kenyamanan berkendara.
Pemilik kemudian menghubungi customer service melalui aplikasi My Alva. Ia mendapat program Alva Service Day untuk penggantian komponen yang bermasalah dan masih dalam masa garansi.
Komstir miliknya akhirnya diperbaiki dan diganti secara gratis. Dalam program tersebut, pemilik juga menyebut tersedia layanan mekanik yang dapat datang ke rumah.
Dari sisi fitur, aplikasi My Alva menjadi salah satu favorit karena bisa digunakan untuk melihat riwayat perjalanan, melacak posisi motor, melakukan emergency call, mencari bengkel terdekat, hingga mematikan motor dari jarak jauh.
Dynamic TFT display juga mendapat apresiasi karena tampilannya menyesuaikan kondisi cahaya. Saat terang, layar berwarna putih, sedangkan ketika kondisi gelap tampilannya berubah menjadi hitam agar tidak menyilaukan.
Untuk pengereman, pemilik berharap Cervo memiliki ABS. Ia menyebut varian Cervo Q sudah dibekali fitur tersebut.
Dengan pengalaman lebih dari setahun dan jarak tempuh sekitar 7.000 kilometer, pemilik menilai Alva Cervo memiliki kombinasi tenaga, kenyamanan, efisiensi, dan fitur yang menarik. Namun, sejumlah catatan seperti waktu pengisian, karakter suspensi, serta masalah komstir menjadi bagian dari pengalaman yang perlu diperhatikan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : alitt susanto