Gesits, Pionir Motor Listrik Indonesia yang Berawal dari Kolaborasi ITS dan Garansindo

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 20:45 WIB
Gesits menjadi pionir motor listrik Indonesia sejak 2015, dari kolaborasi ITS hingga ekspor, subsidi pemerintah, dan hadirnya model terbaru. (Gemini AI)
Gesits menjadi pionir motor listrik Indonesia sejak 2015, dari kolaborasi ITS hingga ekspor, subsidi pemerintah, dan hadirnya model terbaru. (Gemini AI)

SURABAYA - Gesits menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan sepeda motor listrik buatan Indonesia. Merek yang merupakan singkatan dari Garansindo Electric Scooter ITS itu lahir dari kolaborasi PT Garansindo Interglobal dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Juni 2015.

Kehadiran Gesits tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik baru. Proyek tersebut menjadi simbol kerja sama antara riset perguruan tinggi dan industri otomotif nasional. ITS berperan dalam penelitian serta pengembangan teknologi, sedangkan Garansindo menangani sisi industri hingga strategi komersialisasi.

Sebelum Gesits dikembangkan, pasar sepeda motor Indonesia telah lama didominasi pabrikan Jepang. Garansindo Interglobal yang sebelumnya dikenal sebagai importir dan distributor sejumlah merek otomotif kemudian mengambil langkah berbeda dengan masuk ke pengembangan kendaraan listrik nasional.

Baca Juga: GESITS 2026 Makin Modern, Motor Listrik Buatan Indonesia Ini Punya Sejumlah Pembaruan

Berawal dari Riset ITS dan Garansindo

Kolaborasi kedua pihak resmi dimulai setelah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada Juni 2015. ITS memiliki pengalaman dalam penelitian kendaraan listrik sehingga dipercaya menangani sejumlah aspek teknis Gesits.

Dalam proyek tersebut, ITS mengembangkan controller, panel instrumen atau display, serta sistem monitoring. Sementara itu, Garansindo bertugas melakukan pemetaan industri, desain, pendanaan, dan menyusun strategi untuk membawa Gesits ke pasar.

Prototipe awal Gesits kemudian diperkenalkan dalam ajang IIMS 2015. Pengembangan berlanjut dengan serangkaian pengujian untuk memastikan kemampuan kendaraan sebelum masuk tahap produksi.

Baca Juga: Heboh di Pameran Otomotif! Motor Listrik Gesits G1 DLX Muncul dengan Fitur Keyless, USB Ganda, dan Desain Lebih Futuristis

Pada Mei 2016, pengujian resmi dilakukan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saat itu, Muhammad Nasir. Beberapa bulan kemudian, Gesits mengikuti Tour de Java-Bali pada November 2016.

Pengujian tersebut menempuh jarak ribuan kilometer. Salah satu tujuannya adalah membuktikan efisiensi sekaligus daya tahan baterai yang digunakan Gesits.

Pabrik hingga Dukungan Presiden Jokowi

Langkah Gesits menuju produksi massal semakin jelas pada Agustus 2017. Saat itu, Garansindo menjalin kemitraan dengan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi atau Wika Industri Konstruksi.

Baca Juga: Gesits G1 Bikin Geger! Motor Listrik Lokal 5000 Watt Ini Bisa Tembus 70 Km/Jam, Harga Mulai Rp20 Jutaan

Kerja sama tersebut menandai dimulainya pembangunan fasilitas pabrik Gesits di Cileungsi, Bogor. Momentum penting berikutnya terjadi pada 7 November 2018.

Presiden Joko Widodo saat itu melakukan soft launch Gesits di Istana Kepresidenan. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menunjukkan dukungan terhadap produk kendaraan listrik nasional dengan komitmen pemesanan 100 unit pertama.

Gesits kemudian resmi dijual kepada masyarakat melalui ajang IIMS 2019. Pengiriman unit kepada konsumen dimulai pada akhir tahun yang sama.

Baca Juga: Motor Listrik Gesits G1 Bikin Geger: Tampil Mirip Skutik Populer, Fitur Canggih, dan Tenaga Bertenaga 5 kW

Nama Gesits kembali menjadi perhatian pada Mei 2020. Sebuah unit edisi khusus yang ditandatangani Presiden Jokowi dilelang untuk kegiatan amal. Unit tersebut terjual seharga Rp2,55 miliar kepada Warren Tanoesoedibjo.

Gesits Masuk Pasar Internasional

Perjalanan Gesits berlanjut ke pasar luar negeri pada Desember 2022. Sebanyak 72 unit dalam bentuk completely knocked down (CKD) diekspor ke Nepal.

Pada Mei 2023, Gesits juga masuk ke dalam program subsidi kendaraan listrik pemerintah. Saat itu, Gesits telah mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 46,73 persen.

Baca Juga: Motor Listrik Gesits G1 Bikin Geger: Tampil Mirip Skutik Populer, Fitur Canggih, dan Tenaga Bertenaga 5 kW

Dukungan terhadap ekosistem penjualan juga berkembang. Gesits disebut telah memiliki lebih dari 70 jaringan dealer.

Memasuki 2024, pengembangan teknologi dan kemitraan kembali menjadi perhatian. Dalam ajang PEVS 2024, PT Gesits Motor Nusantara menggandeng IBC dan Hyundai Kefico.

Kerja sama tersebut mencakup integrasi teknologi baterai dan hub drive yang memiliki kemampuan setara sepeda motor 125 cc dan 150 cc. Konsep battery swap juga menjadi bagian dari pengembangan tersebut.

Baca Juga: Motor Listrik Bekas Diburu, Dablong EV Jual Gesits hingga Yadea Mulai Rp4,5 Juta, Stok Murah Cepat Ludes

Pada pertengahan 2025, Gesits kembali memperluas kolaborasi dengan menggandeng Volta untuk meluncurkan model GV1.

Saat ini, Gesits memasarkan sejumlah model, di antaranya G1, G1 DLX, Raya, dan GV1. Di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat, perjalanan tersebut menempatkan Gesits sebagai salah satu pionir dalam sejarah sepeda motor listrik buatan Indonesia.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Otomotif Kompascom
Gesits Gesits GV1 motor listrik indonesia kendaraan listrik its surabaya